Connect with us

Business

Tiga Tantangan di Balik Masuknya Investasi Asing Ke Go-Jek

Published

on


Finroll.com – Perusahaan teknologi Go-Jek dikabarkan mendapatkan suntikan dana dari modal asing yaitu perusahaan Google, JD.com dan Tencent pada pendanaan seri F pada awal Februari 2019. Perusahaan yang bernaung di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa itu disebut mendapatkan investasi mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.000).

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Ecky Awal Mucharam mengatakan ada tiga potensi masalah jika startup dikuasai asing penuh. Pertama, disrupsi ekonomi yang menimbulkan winner dan loser. Dengan keunggulan teknologi para startup unicorn ini akan menjadi pemenang dalam kompetisi sedangkan pemain tradisional tersisih.

Dampaknya, investor asing merebut lebih banyak kue ekonomi. Apalagi pemberlakuan pajak antara bisnis startup dan tradisional berbeda. Pajak untuk perusahaan-perusahaan tersebut dinilai masih sangat longgar. “Selain tidak fair juga terjadi kebocoran penerimaan negara. Perlu ada level playing field atau aturan main yang sama,” kata Ecky.

Persoalan lain adalah dominasi barang-barang impor di startup e-commerce unicorn yang bisa membanting harga. Ini bisa berakibat produk lokal kian tersisih. Dia memperkirakan 90 persen barang-barang yang diperjualbelikan unicorn e-commerce adalah impor.

Dengan kondisi seperti itu, maka sama saja memperburuk defisit transaksi berjalan dan tidak ada manfaat nilai tambahnya bagi ekonomi keseluruhan, khususnya sektor manufaktur di Indonesia.

Ketiga, kekhawatiran timbul dari sisi penggunaan dan perlindungan keamanan data ini belum jelas regulasinya. Pasalnya, ada potensi data disalahgunakan yang dapat merugikan kepentingan nasional.

Oleh karena itu, ia minta pemerintah harus segera merancang regulasi yang komprehensif dan dapat menjawab tiga isu tersebut. Misalnya dalam hal kepemilikan asing, insentif dan disinsentif fiskal untuk memperkuatkan manfaat bagi ekonomi nasional, maupun aturan yang lebih teknis terkait keamanan data.

“Kembali ke amanah pasal 33 UUD 45, jangan kalah oleh liberalisasi ekonomi dengan cover ekonomi digital,” ujarnya.

Dilansir dari situs resmi Go-jek.com, Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim  mengatakan suntikan modal tersebut bentuk dari kepercayaan investor terhadap kinerja dan dampak sosial yang diraih Go-Jek . “Putaran pendanaan ini juga menunjukkan kepercayaan serta keyakinan investor terhadap kemampuan tim kami dalam mewujudkan visi perusahaan,” katanya melalui situs resminya, Senin, 4 Februari 2019.

Manajemen Go Jek dalam pernyataan tersebut menegaskan bahwa dengan perampungan dana Seri F, pendiri Go-Jek tetap memiliki kontrol dalam pengambilan keputusan perusahaan untuk pengembangan bisnis yang lebih pesat.

Investasi

10 Tahun Bakar Uang, Startup Unicorn RI yang Mulai Kejar Profit

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Startup unicorn Indonesia tak bisa selamanya membakar uang investor dengan memberikan diskon dan cashback. Pasalnya, investor pasti mengharapkan dana investasinya menghasilkan keuntungan.

Salah satu startup unicorn Indonesia yang akan fokus mengejar profitabilitas adalah e-commerce Bukalapak. Pada tahun ke-10 ini Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih break even point (BEP) atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat.

“Hingga saat ini, Bukalapak sudah memiliki modal yang cukup dari para pemegang saham untuk meraih EBITDA positif, tentunya apabila semua rencana dan program berjalan lancar tanpa halangan,” ujar Bukalapak dalam keterangan resminya seperti dikutip Kamis (14/11/2019).

Bukalapak menambahkan menjadi perusahaan e-dagang yang menghasilkan keuntungan (financially sustainable ecommerce) penting bagi Bukalapak yang memasuki tahun ke-10 dan siap menghasilkan kenaikan dalam monetisasi produk/program serta memperkuat profitabilitas.

“Laba kotor Bukalapak di pertengahan 2019 juga naik 3 kali lipat dibandingkan pertengahan 2018 dan berhasil mengurangi setengah kerugian dari EBITDA selama 8 bulan terakhir ini,” jelasnya.

Tokopedia juga akan mengejar profitabilitas tahun depan setelah 10 tahun beroperasi laporan keuangannya merah alias rugi.

“Secara komitmen tahun depan kita sudah profitable. Menghadapi persaingan apapun ayo. Strateginya tahun depan harus profit,” William seperti dikutip dari CNNIndonesia.

William menekankan, persaingan yang harus dilakukan yakni dengan inovasi. Bukan hanya dengan bakar uang.

“Beberapa tahun lalu dengan lebih kecil kita berhadapan dengan eBay dan Rakuten. Kini kita punya uang lebih tapi persaingan sekarang berhadapan dengan Amazon yang punya modal setara ekonomi Indonesia. Jadi Tidak pernah ada habisnya kalau kita melakukan persaingan uang. Tapi harus dengan persaingan inovasi,” jelasnya.

Asal tahu saja, unicorn merupakan predikat bagi startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar. Manajemen Bukalapak mengklaim sekarang memiliki valuasi US$2,5 miliar setelah disuntik sekelompok investor yang dipimpin Shinhan Financial. Adapun menurut CB Insights, valuasi Tokopedia mencapai US$7 miliar.
Sumber Berita : CNBCIndonesia.com
Continue Reading

Business

iSeller – ASRI Permudah Pembayaran Dengan Digital Payment Poin of Sale (POS)

Published

on

Finroll.com — iSeller, platform bisnis digital berbasis omni-channel pertama di Indonesia, kerjasama dengan Agung Sedayu Retail Indonesia (ASRI), menyediakan layanan pembayaran dengan sistem digital payment Point of Sale (POS), serta untuk memberikan solusi point of sale dan pembayaran digital yang komprehensif bagi pelaku usaha di mall.

Selain POS, iSeller juga menyediakan teknologi dan inovasi terbaru untuk Agung Sedayu Group, salah satunya adalah digital payment yang sudah komplit.

“Digital payment iSeller sudah berkerja sama dengan Gopay, OVO dan Dana. iSeller juga sudah meluounching POS yang sudah terintegrasi dengan banyak partner sehingga iSeller menjadi One stop solution, yaitu memudahkan para merchant untuk mengembangkan bisnisnya,” ungkap Jimmy Petrus selaku CEO dari iSeller dalam pameran International, SIAL InterFood 2019 du Jiexpo Kemayoran Jakarta Kamis (14/11/2019).

Jimmy menjelaskan, iSeller sangat excited bekerjasama dengan ASRI, Visi kami membuat pengalaman bertransaksi semakin mudah dan simpel, yang tadinya butuh beberapa perangkat sekarang hanya perlu satuperangkat saja.

Kami juga sudah terhubung dengan berbagai top platform SaaS untuk memberikan solusi end-to-end kepada business owner, mulai dari accounting, payroll, CRM, hingga sistem loyalty.

Beberapa pemain retail besar yang sudah onboard ke iSeller termasuk PasarMOI, Dotonburi, Ixobox, Sour Sally, Mama Roz, Yogurtland, FoodHub, dan HopHop, dengan total lebih dari ribuan outlet,” jelas Jimmy.

ASRI sebagai salah satu group property dari retail yang mengelola beberapa mall di jakarta maupun diluar Jakarta, fokus terhadap perkembangan teknologi dalam disert experiant segala mall.

“Kerjasama dengan iSeller merupakan langkah strategis kami menuju transformasi digital yang tentunya akan memberikan kemudahan, kenyamanan, dan user experience yang lebih baik lagi bagi pengunjung mall ASRI,” ujar Senior Marcomm Manager ASRI, Lady Samantha.

Tahap pertama dari kerjasama ini lanjut Lady, iSeller telah dipakai di 40 tenant PasarMOI yang merupakan flagship foodcourt dari Mall of Indonesia. Selain itu, tenant bazaar dan program event yang berjalan di seluruh mall ASRI juga telah merasakan manfaat dan kemudahan yang diberikan iSeller, seperti penerimaan pembayaran digital dari raksasa fintech seperti GoPay, OVO, dan DANA,” lanjutnya.

Sistem multi-payment dari iSeller sangat mudah digunakan dengan konsep pembayaran digital yang sudah terintegrasi dengan baik. Tenant juga merasa lebih nyaman karena tidak perlu lagi menggunakan berbagai macam EDC untuk pembayaran yang berbeda-beda”, tambah Lady.

Dalam waktu dekat, ASRI berencana mengimplementasi sistem iSeller di seluruh tenant dan mall ASRI secara bertahap.

Lady berharap, kerjasama ini dapat memberikan sebuah experience kepada costumer yang mengutamakan kenyamanan dengan sentuhan teknologi. Kami yakin berkolaborasi dengan iSeller dapat sama – sama mencapai harapan yang diinginkan,” harapnya.

Sementara Kevin Ventura, CCO iSeller menambahkan, pertumbuhan akusisi merchant kami di kuartal tiga tahun ini cukup fantastis, yaitu peningkatan hampir 300% year-on-year. Kami juga telah memproses lebih dari 10 juta transaksi dan saat ini merupakan top contributor untuk kategori digital payment,” tambahnya.

Dalam proses pengembangannya iSeller yang juga kerap disebut “Shopify of Indonesia” ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai platform SaaS terkemuka untuk memberikan satu sistem komprehensif bagi pelaku usaha di berbagai lini.

Kevin berharap semoga para merchant sudah mulai terbuka bahwa pentingnya masuk era digitalisasi industri 4.0. untuk inves sistem agar bisnisnya bisa makin berkembang dan makin besar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” tutup Kevin.(red)

Continue Reading

Makro Ekonomi

BTP Akan Terima Gaji Rp.3.2M Jika Jadi Bos Pertamina

Published

on

Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan akan duduk sebagai pejabat tinggi di pelat merah raksasa RI. Kabar paling kuat sampai saat ini, Ahok diperkirakan akan menjadi komisaris utama atau bahkan direktur utama di PT Pertamina (Persero).

Belum ada keterangan eksplisit dari Menteri BUMN Erick Thohir maupun Presiden Joko Widodo soal BUMN yang akan dikawal oleh Ahok. Namun keduanya kompak dan memastikan bahwa Ahok pasti akan ditunjuk untuk memberesi salah satu BUMN strategis.

“Kita harapkan ada perwakilan yang memang punya track record pendobrak. Untuk mempercepat dari pada hal-hal yang sesuai diarahkan, yaitu satu bagaimana menekan daripada energi juga bersama membuka lapangan kerja dengan cara berpartner.”

Soal apakah itu tanda Ahok akan ditempatkan di sektor energi, Erick menjawab, “Belum tahu, nanti kita lihat.”

Ahok dipastikan akan bergabung ke BUMN pada Desember mendatang, jika benar akan masuk Pertamina. Berikut adalah kisaran gaji dan tunjangan yang akan diterima Ahok.

Mengutip laporan keuangan Pertamina untuk kinerja 2018, dapat diintip besaran gaji yang diberikan perusahaan migas terbesar ini ke jajaran direksi dan komisarisnya.

Dalam laporan keuangan tertulis kompensasi untuk manajemen yang berupa gaji dan imbalannya mencapai US$ 47,23 juta atau setara Rp 661 miliar dengan kurs atau nilai tukar saat ini.

Namun, besaran gaji direksi dan komisaris berbeda. Untuk gaji Direktur Utama ditetapkan dengan menggunakan pedoman internal yang ditetapkan oleh Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero).

Sementara, gaji anggota Direksi lainnya ditetapkan dengan komposisi Faktor Jabatan, yaitu sebesar 85% dari gaji Direktur Utama. Honorarium Komisaris Utama adalah sebesar 45% dari gaji Direktur Utama. Honorarium Wakil Komisaris Utama adalah sebesar 42,5% dari Direktur Utama. Honorarium Anggota Dewan Komisaris adalah 90% dari honorarium Komisaris Utama.

Direksi dan komisaris Pertamina juga menerima tunjangan. Untuk direksi, tunjangan yang diterima meliputi tunjangan hari raya, tunjangan perumahan, dan asuransi purna jabatan.

Sedangkan untuk Dewan Komisaris, tunjangan yang diterima meliputi tunjangan hari raya, tunjangan transportasi, dan asuransi purna jabatan.

Terdapat juga fasilitas seperti fasilitas kendaraan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas bantuan hukum untuk direksi. Sedangkan untuk dewa komisaris adalah fasilitas kesehatan dan bantuan hukum.

Adapun susunan direksi Pertamina saat ini adalah 11 orang, sementara untuk komisaris di 2018 mencapai 6 orang. Artinya jika dibagi rata ke 17 orang, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan!

Sumber Berita : CNBCIndonesia.com

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending