Connect with us

News

Tingkatkan Keamanan, Grab Kenalkan Fitur Keselamatan Baru

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Grab menggelar acara Safety Roadshow ketujuh di Denpasar, Bali. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang pengumuman inovasi fitur keamanan yang baru, yakni ‘Pusat Keselamatan’ dan fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang & Mitra Pengemudi.

Dengan Safety Center/Pusat Keselamatan yang baru di dalam aplikasi, semua penumpang Grab dapat mengakses beberapa fitur keselamatan hanya dalam satu ketukan.

Head of Grab Bali Halim Wijaya mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk terus berinovasi mengembangkan fitur yang lebih baik. Tujuannya tak lain membuat mitra pengemudi maupun pelanggan merasa lebih aman dalam berkendara.

“Kami berharap layanan standar keamanan dan keselamatan yang tinggi membuat pelanggan percaya dan memilih Grab sebagai layanan utama dalam perjalanan sehari-hari,” ujar Halim melalui keterangannya, Bali, Jumat (14/2).

Sebelumnya, fitur keselamatan yang memungkinkan pengguna untuk membagikan detail perjalanan dengan orang yang terdekat, meminta bantuan darurat, dan melaporkan masalah keselamatan terletak secara terpisah di dalam aplikasi.

Namun sekarang fitur ini terintegrasi dalam Pusat Keselamatan. Ini membuatnya jauh lebih cepat dan mudah diakses oleh pengguna Grab.

Adapun fitur keselamatan yang baru saja diluncurkan oleh Grab antara lain:

1. SOS Button/Tombol Darurat
Mitra pengemudi dapat secara mudah menekan tombol notifikasi di dalam aplikasi Grab apabila mereka merasa terancam. Melalui cara ini, pusat panggilan darurat Grab dan orang-orang terdekat akan diberitahukan kapan pun dalam kondisi terancam.

2. Kamera GrabSiaga
Mengikuti “Safety Technology Roadmap”, Grab bermitra dengan JVC-KENWOOD melengkapi 3.000 GrabCar dengan kamera GrabSiaga untuk mencegah tindakan yang tidak sesuai atau perilaku pengemudi yang agresif.

3. Grab Defence
Penyempurnaan deteksi dan antisipasi kecurangan untuk melindungi mitra pengemudi yang jujur.

4. Fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi
Fitur ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan. Ketika sistem Grab mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan, penumpang akan secara otomatis menerima pemberitahuan dalam aplikasi yang menanyakan apakah penumpang atau pengemudi memerlukan bantuan.

Jika mereka membutuhkan bantuan, mereka akan segera diarahkan ke Pusat Keamanan di mana mereka dapat memilih satu atau lebih dari opsi berikut: 1) Membagikan detail informasi perjalanan kepada teman dan keluarga secara langsung; 2) Melaporkan masalah keamanan; atau 3) Meminta bantuan darurat. (fef/fef)

(cnnindonesia.com)

Nasional

HUT ke-21, JICT Salurkan Bantuan Bagi Warga dan Tenaga Medis

Published

on

Finroll.com — Dalam rangka hari jadi ke-21, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), menyalurkan sejumlah bantuan berbentuk peralatan mesin disinfektan, portable Washtafel, masker dan Alat Pelindung Diri untuk warga dan Tenaga kesehatan.

Melalui program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan, JICT tidak tinggal diam menghadapi wabah ini. Perusahaan berusaha memberikan bantuan secara berkesinambungan agar pandemi ini tidak semakin meluas, khususnya di wilayah di sekitar perusahaan.

Berkaitan dengan usia operasional JICT yang ke 21, JICT menyalurkan 21 sprayer desinfektan untuk kecamatan dan 26 untuk warga lainnya. JICT juga menyediakan 500 liter cairan desinfektan untuk warga, 2100 masker kain dan 13 unit portable washtafel untuk diberikan kepada beberapa puskesmas, pasar, kelurahan dan kecamatan untuk dibagikan di titik keramaian di Jakarta Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Administrasi PT. JICT, Reini Delfianti didampingi oleh Corporate Affairs Manger, Indhira Gita.
Selain alat penyemprot dan cairannya serta portable washtafel, JICT juga membagikan 2100 masker untuk masyarakat karena saat ini setiap orang wajib melindungi diri dengan mengenakan masker untuk menutup hidung dan mulut. Menurut Reini berbagai kebutuhan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian JICT, untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Kami membeli mesin disinfektan dan portable hand washer untuk didistribusikan wilayah Jakarta Utara, karena ini adalah wilayah terdekat dengan perusahaan. Alat-alat itu selanjutnya dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Kemudian, untuk hand washer, juga dilakukan pendistribusiannya kepada lokasi lokasi yang dikunjugi banyak orang yang membutuhkan,” ujar Reini, Kamis (9/4/2020).

“Harapan di hari jadi JICT ke-21 ini, kami berdoa dan berupaya pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan aktivitas pelabuhan serta perekonomian segera pulih ,” katanya.

Reini menambahkan, bantuan CSR perusahaan akan terus digulirkan, untuk dapat membantu masyarakat dalam menghadapi musibah Covid-19 ini. Kami masih terus berupaya meningkatkan bantuan untuk masyarakat. Saat ini karena keterbatasan stok di pasar. Tapi begitu barang tersedia, kami akan segera membagikannya.

“Segenap elemen perusahaan bersama-sama berusaha dan terus mengajak peran semua pihak agar kita bisa melawan dan mengakhiri pandemi (Covid-19) dan masyarakat kembali hidup normal. Itu harapan kita di HUT JICT tahun ini,” tutur Reini.

Continue Reading

International

Kasus Corona Global Capai 1,5 Juta, 88 Ribu Orang Meninggal

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Virus corona (Covid-19) tercatat telah menginfeksi 1.514.866 orang di dunia berdasarkan data statistik John Hopkins University per hari ini, Kamis (9/4).

Jutaan pasien corona itu tersebar di 209 negara dan wilayah di dunia. Sementara itu, sebanyak 88.444 pasien di dunia dinyatakan meninggal akibat virus serupa SARS tersebut.

Sejauh ini sebanyak 330.266 pasien corona di dunia juga telah dinyatakan sembuh.

mencapai 431.838 pasien dengan 14.788 kematian.

Negara kedua dan ketiga dengan kasus corona tertinggi yakni Spanyol dan Italia yang masing-masing mencatat 148.220 dan 139.422 pasien.

Kasus Corona Global Capai 1,5 Juta, 88 Ribu Orang Meninggal
Sementara itu, China yang merupakan negara sumber penyebaran pandemi Covid-19 pertama kali memiliki 81.802 kasus corona per hari ini dengan 3.333 kematian.

China melaporkan nol kematian baru akibat corona untuk pertama kali pada Selasa (7/4). Sementara itu, China juga melaporkan nihil kasus corona baru pada Rabu (8/4).

China juga telah mencabut penutupan perbatasan atau lockdown Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang diyakini tempat wabah corona muncul dan menyebar.

Pencabutan yang dilakukan pada tengah malam Selasa (7/8) itu mengakhiri isolasi Wuhan dari sebagian besar aktivitas sejak Januari.

Ribuan orang dilaporkan terlihat bergegas meninggalkan Wuhan setelah terjebak di kota itu selama dua bulan lebih. AFP melaporkan kerumunan orang memenuhi stasiun kereta untuk mengejar transportasi umum pertama yang keluar dari Wuhan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

58 Jemaah Umrah Pulang, 4 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan 58 orang jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan karena kebijakan karantina wilayah alias lockdown di Arab Saudi terkait virus corona (Covid-19) akan pulang hari ini, Kamis (9/4).

Konsul Haji Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan 58 jemaah akan terbang pukul 08.35 waktu Saudi dengan menggunakan Saudia Airlines dari Bandara Internasional King Abdul Aziz.

“Semua biaya pemulangan ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Endang dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4) malam.

Namun, kata Endang, masih terdapat empat jemaah asal Indonesia yang tertahan di Saudi. Mereka belum bisa dipulangkan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Endang menyatakan pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan terhadap 58 jemaah umrah itu. Mereka akan menjalani pemeriksaan mulai di Saudi hingga sampai ke Tanah Air.

“Sebelum terbang, mereka akan ditransitkan terlebih dahulu oleh Muassasah Travel untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Saat tiba di Tanah Air, jemaah umrah itu akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta. Jika ditemukan gejala, mereka akan dibawa ke rumah sakit rujukan.

Sementara jika lolos pengecekan kesehatan di Soekarno-Hatta, jemaah diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. KKP akan meminta dinas kesehatan setempat melakukan pengawasan.

Sebelumnya, Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan layanan umrah hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penularan virus corona yang telah masuk ke kategori pandemi.

Ribuan jemaah umrah asal Indonesia batal berangkat. Sebagian dari mereka bahkan telah berada di pesawat saat penghentian umrah diberlakukan. Sebagian lagi berhasil berangkat, tapi kemudian dipulangkan kembali.

Tak sedikit juga yang berhasil terbang dan menjalankan ibadah umrah. Namun mereka harus tertahan di Tanah Suci usai kegiatan umrah karena kebijakan karantina yang ditetapkan Saudi.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending