Connect with us

Investasi

Tips Aman Agar Tepat Berinvestasi Bagi Pemula

Published

on


Finroll.com — Sebelum berinvestasi sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu seperti apa karakter diri kita dalam berinvestasi. Pengenalan ini sangat penting agar tujuan finansial kita dapat tercapai dengan efektif.

Lalu bagaimana caranya agar kita mengetahui karakter profil risiko diri kita sendiri? Biasanya sebelum memulai investasi reksa dana, investor terlebih dahulu akan diberikan pertanyaan seputar sumber pendapatan, alokasi investasi, tujuan finansial dan hal hal lain yang berkaitan dengan profil risiko.

Pada umumnya, karakter investor sendiri terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

Pertama : Konservatif, Tipe konservatif adalah tipe investor dengan profil risiko paling rendah. Ciri-cirinya, investor tipe ini menginginkan investasi yang aman, tingkat return cenderung stabil, dan takut kalau investasi pokok berkurang. Tipe investor yang seperti ini cocok untuk berinvestasi pada reksa dana pasar uang. Misalnya produk MNC Dana Lancar yang stabil dengan nilai return yang cenderung stabil.

Kedua : Moderat, Tipe moderat adalah tipe investor dengan profil risiko sedang. Investor tipe moderat biasanya memiliki tujuan finansial jangka menengah, dan siap dengan tingkat return yang fluktuasinya tidak signifikan, tetapi masih tidak terlalu berani mengambil risiko. Tipe investor ini cocok untuk berinvestasi pada reksa dana campuran.

Ketiga : Agresif, Tipe agresif adalah tipe investor dengan profil risiko yang tinggi. Investor tipe ini sangat siap jika investasi pokoknya berkurang atau hilang demi imbal hasil yang juga tinggi. Biasanya investor yang seperti ini adalah investor yang sudah berpengalaman. Investor dengan tipe risk taker ini sangat cocok berinvestasi pada jenis reksa dana saham.

Sementara tujuan umum orang berinvestasi saham bukan sekadar menambah pendapatan, melainkan untuk meningkatkan aset atau kekayaan. Namun karena minimnya pengetahuan, tidak sedikit investor pemula yang gagal meningkatkan nilai asetnya.

Bukannya mendapatkan keuntungan, para investor pemula justru sering dirundung rugi karena saham-sahamnya memerah. Dalam banyak kasus ditemukan bahwa alasan mendasar penyebab kerugian adalah kurangnya pengetahuan tentang investasi saham.

Ada tips untuk para investor baru agar bisa belajar dari kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan investor pemula.

5 (lima) tips kesalahan umum yang dilakukan investor pemula yang bisa menjadi sarana pembelajaran bagi para investor baru dalam berinvestasi. Tentunya agar bisa mendulang keuntungan saham maksimal dan tidak bisa jatuh dalam kesalahan yang sama seperti investor pemula pada umumnya.

1. Kerap tak memedulikan risiko. Tidak sedikit investor pemula yang hanya bermodal nekat, tanpa menelisik terlebih dahulu kemampuannya yang terkait dengan profil risiko. Profil ini pada dasarnya berkaitan dengan tingkat toleransi seseorang akan risiko yang akan dialami, dalam hal ini kerugian. Bukan rahasia lagi, investasi tidak bisa dilepaskan dengan faktor risiko. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya investor tahu betul profil risikonya sehingga bisa memilih instrumen investasi yang tepat sesuai dengan profil risikonya. Yang sering terjadi, seseorang terjun ke investasi saham, tetapi tidak bisa menerima risiko sehingga menjadi emosional saat kehilangan uang. Alhasil, hasil investasinya pun makin runyam dan rontok di tengah jalan.

2. Tujuan keuangannya tidak jelas. Keputusan untuk menginvestasikan uang sudah sepantasnya sejalan dengan tujuan keuangan. Tujuan investasi setiap orang brbeda-beda dan hasil dari investasinya pun tidak selalu sama. Tujuan investasi yang jelas, misalkan untuk beli mobil atau rumah, akan memudahkan strategi investasi untuk mencapai tujuan tersebut. Tercapainya tujuan ivestasi, sudah barang tentu perlu diselaraskan dengan nominal investasi yang tepat alias realistis untuk menggapai tujuan dalam jangka waktu tertentu pula.

3. Tidak mengacuhkan diversifikasi portofolio saham. Diversifikasi portofolio saham dapat mengurangi risiko dan meminimalkan kerugian, karena membatasi kerentanan terhadap volatilitas pasar yang akan menyebabkan kerugian. Warren Buffet mengatakan diversification is protection against ignorance. It makes little sense if you know what you are doing. Diversifikasi penting manakala ada penurunan tajam harga salah satu saham, karena kerugian bisa ditutup atau diminimalkan dengan keuntungan dari saham yang lain. Semisal dengan IPOTSTOCK besutan IndoPremier Sekuritas, diversifikasi saham mudah dilakukan dengan adanya teknologi tools yang memudahkan investor mengatur return (imbal hasil) terbaik. Dukungan fitur, tools analisis, distribusi berita dan informasi riset secara berkala yang komprehensif akan memudahkan setiap investor untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

4. Tidak sabar karena mau cepat untung. Investor pemula biasanya tidak bisa menahan keinginan yang berlebihan sehingga biasanya mau cepat untung. Investor pemula cenderung ingin mendapatkan hasil dalam waktu yang singkat. Padahal, waktu yang tepat itu tidak jarang butuh waktu dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, kesabaran itu menjadi penting dalam investasi saham. Kesabaran kerap menjadi strategi dan pilihan yang tepat untuk mendulang cuan yang maksimal.

5. Abaikan evaluasi hasil. Melakukan evaluasi dan review untuk saham-saham yang telah dibeli dalam jangka waktu tertentu, perlu dilakukan agar tujuan keuangan cepat tercapai. Meninjau hasil investasi minimal 1 tahun sekali untuk semua investasi jangka panjang penting dilakukan untuk memaksimalkan cuan karena selama evaluasi ini saham-saham yang hasilnya buruk bisa diganti dengan saham lainnya yang memiliki potensi cuan yang lebih baik . So, mengabaikan evaluasi itu sama artinya mengabaikan percepatan mencapai tujuan keuangan.

Investasi

Tahun Ini, Target Penjualan Emas ANTM Mencapai Hingga 32 Ton

Published

on

Finroll.com — Sepanjang tahun 2019, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sedang berupaya keras mencapai target penjualan emas hingga 32 ton.

Tahun ini, ANTM mematok target produksi emas sama dengan tahun lalu, yakni sebesar 2 ton. Sementara target penjualan emas ANTM mencapai 32 ton, menanjak 23% dari realisasi tahun lalu seberat 26 ton.

Arie Prabowo Ariotedjo, selaku Direktur Utama ATNM mengatakan, ada beberapa strategi untuk mencapai target tersebut. Salah satunya adalah menggenjot penjualan emas melalui reseller.

“Kami juga secara berkelanjutan mendekatkan produk Logam Mulia (LM) kepada pelanggan melalui aktivitas  open booth  di lokasi strategis,” jelas Arie seperti dikutip Kontan, Senin (29/7/2019).

ANTM mencatatkan pada kuartal pertama tahun ini, penjualan dari unit logam mulia mencapai 6,3 ton. Sementara penjualan ekspor dari tambang emas Pongkor sebesar 350 kilogram (kg) atau meningkat 17% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Segmen emas secara total masih berkontribusi paling besar terhadap pendapatan ANTM yang juga anggota indeks Kompas 100 ini. Pada kuartal I-2019, produk emas membukukan penjualan Rp 3,94 triliun atau 63% terhadap total penjualan ANTM.

Meski demikian, manajemen  ATNM menyadari saat ini cadangan emas di tambang Pongkor, Bogor, Jawa Barat, semakin menipis. Oleh karena itu,  ANTM berupaya menambah cadangan emas.

Hingga akhir tahun lalu, cadangan logam emas ATNM setara 19 ton logam emas dan sumberdaya setara 42 ton emas. Jadi, selain rajin mengeksplorasi wilayah yang mereka miliki, ANTM juga membuka peluang untuk mengakuisisi tambang emas lain.

“Akuisisi tambang emas memang menjadi salah satu opsi kami, selain kegiatan eksplorasi. Namun, saat ini rencana akuisisi tersebut masih dalam tahap  desk study ,” ungkap Arie.

Sebagai catatan, berdasarkan data seperti dikutip Bisnis, ANTM mengalokasikan belanja modal senilai Rp3,4 triliun pada 2019, meningkat sedikit dari anggaran 2018 sebesar Rp3,3 triliun.

Dalam jangka panjang perseroan juga menyiapkan tiga proyek penghiliran dengan nilai investasi US$2,2 miliar. Hal ini bertujuan menunjang strategi bisnis ATNM yang tidak lagi menjual bijih mineral pada awal 2022.

Perinciannya ialah proyek nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat senilai US$1 miliar, proyek Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace di Halmahera Timur dengan investasi US$350 juta, dan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, senilai US$850 juta.(red)

Continue Reading

Investasi

7 Fakta SBR007, Instrumen Investasi Milenial

Published

on

By

Pemerintah baru saja membuka masa penawaran Saving Bond Ritel seri SBR007, salah satu instrumen investasi obligasi negara yang digemari generasi milenial. Masa penawaran SBR007 ini akan berlangsung selama 15 hari yakni dari 11 Juli 2019 hingga 25 Juli 2019.

Adapun pemerintah menargetkan Rp 2 triliun dari penjulan SBR007. Ada sejumlah fakta seputar instrumen obligasi negara ritel ini.

Berikut 7 fakta tersebut.
1. Mulai Rp 1 juta
Salah satu fakta menarik untuk para milenial, SBR adalah instrumen investasi surat berharga negara yang bisa dibeli mulai Rp 1 juta. Dengan begitu, para milenial yang hanya punya modal pas-pasan pun bisa memulai investasi surat berharga negara yang satu ini. SBR007 bisa dipesan melalui 20 mitra bisnis yang ditunjuk pemerintah mulai dari bank hingga fintech.

2. Kupon minimal SBR007
memiliki kupon mengambang dengan mengacu kepada BI 7 Day Reverse Repo Rate (7-DRRR). Artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan bunga acuan setiap 3 bulan sekali. Namun meski mengacu ke suku bunga BI, SBR007 memiliki kupon minimal yakni 7,50 persen (6 persen 7-DRRR + spread 150 bps/1,50 persen). Kupon minimal ini membuat nilai kupon tak akan anjlok di bawah 7,50 persen. Jadi, milenial tidak perlu khawatir nilai kupon akan menurun di bawah 7.50 persen.

3. Early redemption SBR007
merupakan instrumen investasi yang tidak bisa diperdagangkan sewaktu waktu. Namun pembeli tak perlu khawatir karena jalan keluar berupa early redemption. Dengan fasiltas ini, investor bisa mencairkan hingga 50 persen nilai kupon sebelum jatuh tempo. Biasanya fasiltas ini berlaku untuk investor dengan minimal kepemilikan Rp 2 juta. Baca juga: SBR007 Sudah Bisa Dipesan Hari ini

4. Dijamin negara
Sebagai salah satu instrumen investasi, penjamin SBR007 tidak dalam taraf perusahaan atau pihak lain, melainkan langsung dijamin negara. Dengan begitu investasi ini sangat aman karena kemungkinan negara gagal bayar utang, atau telat membayar utang sangatlah kecil.

5. Nilai kupon mengecil

Meski nilai kupon SBR007 dipatok 7,50 persen, di atas rata-rata bunga deposito bank yang 5-6 persen, namun faktanya angka itu lebih kecil dari SBR-SBR sebelumnya. Pada seri SBR006, nilai kupon yang ditawarkan mencapai 7,95 persen bahkan pada SBR005 tingkat kupingnya sebesar 8,15 persen. Penurunan nilai kupon ini akibat penyesuaian dengan pasar obligasi dimana obligasi imbal hasil obligasi mengalami penurunan. Baca juga: Investasi SBR007 Cocok untuk Milenial, Ini Keunggulannya

6. Pendanaan untuk pembangunan
Seperti surat berharga negara lainnya, SBR007 diluncurkan agar pemerintah mendapatkan dana segar dari masyarakat. Target pemerintah untuk penjulan SBR007 sebesar Rp 2 triliun. Rencananya uang itu akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan di APBN 2019. 7. Investasi jangka pendek Masa penawaran SBR007 sudah dibuka mulai 11 Juli 2019 dan akan ditutup pada 25 Juli 2019. Adapun waktu jatuh tempo SBR007 hanya dua tahun, yakni 10 Juli 2021. Investasi ini merupakan investasi jangka pendek yang tidak bisa diperdagangkan sewaktu waktu. Meski begitu Anda bisa mencairkan 50 persen nilai kupon sebelum jatuh tempo dengan early redemption.

7. Investasi jangka pendek
Masa penawaran SBR007 sudah dibuka mulai 11 Juli 2019 dan akan ditutup pada 25 Juli 2019. Adapun waktu jatuh tempo SBR007 hanya dua tahun, yakni 10 Juli 2021. Investasi ini merupakan investasi jangka pendek yang tidak bisa diperdagangkan sewaktu waktu. Meski begitu Anda bisa mencairkan 50 persen nilai kupon sebelum jatuh tempo dengan early redemption.

Continue Reading

Investasi

Trading Competition Live 2019, GIC-Trade Sediakan Hadiah Rp7 Miliar Bagi Para Investor

Published

on

Keterangan foto : CEO GIC-Trade Peter Tandean

Finroll.com — Perusahaan investasi derivatif, Global Investa Capital (GIC) Trade menyiapkan total hadiah Rp7 miliar bagi para investor yang ikut dalam Trading Competition Live 2019.

“Dengan modal 500 GIC-Trade, masyarakat dapat ikut berlomba dan berkesempatan meraih hadiah-hadiah yang totalnya mencapai 500,000 GIC-Trade, atau setara sekitar Rp7 miliar,” kata CEO sekaligus pendiri GIC-Trade, Peter Tandean, saat penyerahan hadiah Trading Competition Live 2019 Babak Pertama di Jakarta.

Ia menjelaskan, Trading Competition Live 2019 ini telah bergulir sejak 15 Mei 2019. Kompetisi dibagi dalam enam babak, tediri atas lima babak umum, ditambah satu babak final yang akan mempertemukan para pemenang dari lima babak sebelumnya.

Hingga saat ini, lanjut Peter, kompetisi babak pertama telah selesai dan kini babak kedua masih berlangsung, dimana tiap-tiap babak memiliki waktu pertandingan sekitar 50 hari.

Agar bisa menjadi peserta kompetisi, seseorang tentunya menjadi nasabah pengguna platform GIC-Trade yang sudah pasti diverifikasi datanya secara legal.

GIC-Trade sendiri berkerjasama dengan PT. Trijaya Pratama Futures untuk memenuhi segala prasyarat legal, sehingga GIC-Trade bisa beroperasl sesuai ketentuan-ketentuan legal pemerintahan dalam sistem perdagangan berjangka.

“Setelah diverifikasi datanya dari pihak Compliance PT. Trijaya Pratama Futures, maka para trader dapat langsung ikut berpartisipasi penuh pada Trading Competition Live 2019 secara kompetitif memperebutkan hadiah yang sudah disediakan,” jelas Peter dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Menurut Peter, Trading Competition Live akan membangun awareness masyarakat dalam berinvestasi. Masyarakat pun diharap bisa lebih melek terhadap investasi di Indonesia.

Ditanya soal goal atau target yang disasar dari Trading Competition Live 2019 ini, Peter mengatakan masyarakat yang mengikuti Trading Competition Live 2019 ini akan menyadari bahwa berinvestasi itu sebuah keharusan.

“Investasi akan meningkatkan nilai lindung terhadap aset dari inflasi, bahkan investasi akan melipat gandakan uang sehinggakian kebebasan secara finansial dapat segera terwujud,” jelas Peter.

Bagi Peter, Trading Competition Live 2019 dapat membangun keyakinan para investor agar menanamkan modalnya di dalam negeri, melalui perusahaan derivatif yang berani berinovasi secara revolusioner, kompetitif, serta punya legalitas.

“Kontribusi masyarakat pada sektor perekonomian negara juga menjadi nyata. Dengan memiliki kebebasan finansial, otomatis di masa tuanya, masyarakat dapat menikmati pensiun dari segala aktifitas rutin pekerjaannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Juara I Trading Competition Live 2019 babak pertama, Rudy Setyo Eko Putro menyampaikan terimkasih kepada GIC-Trade karena memberi kesempatan untuk berinvestasi sekaligus menjadi trader, bukan hanya bagi investor lama namun juga bagi para pemula.

“GIC-Trade menyedikan platform yang sangat bagus dibanding yang ada di pasaran saat ini. Banyak kemajuan refolusioner dalam investasi yang dirasakan,” ujar Rudy.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending