Connect with us

Nasional

TNI Gelar Komsos dengan Organisasi Masyarakat di Koarmada I

Published

on


Finroll.com — Dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi dan memperkokoh persatuan dengan komponen masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Staf Teritorial (Ster) TNI bekerjasama dengan Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Koarmada I menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) TNI dengan Organisasi Masyarakat TA. 2019 di Gedung OB. Syaaf Mako Koarmada I, Jalan Gunung Sahari No. 67, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Kegiatan Komsos TNI dihadiri oleh 283 peserta dari Organisasi Masyarakat yaitu 32 orang Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), enam orang Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI), 29 orang Forum Betawi Rempug (FBR), 18 orang Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), 21 orang Radio Antar Pulau Indonesia (RAPI), 45 orang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), 26 orang Gerakan Pemuda Ansor, 57 orang Komunitas Olahraga Perairan, 48 orang Perhimpunan Nelayan, dan satu orang Jawara dan Pengacara (JAPAR).

Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Staf Koarmada I Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan forum untuk mempersatukan berbagai komponen Ormas yang ada di wilayah Jakarta dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas TNI.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi maraknya berbagai bentuk pelanggaran seperti penyalahgunaan narkoba dan miras, perilaku LGBT, ancaman separatis dan gangguan keamanan, konflik sosial, penyebaran berita hoax, perkelahian antar pelajar dan berbagai tindak kriminal lainnya masih mengancam generasi penerus bangsa.

“Untuk itu, diharapkan peran serta komponen Organisasi Masyarakat dalam menghadapi hal tersebut agar generasi muda bangsa Indonesia bisa terbebas dari pengaruh negatif yang bisa menghancurkan masa depan bangsa ini,” kata Aster Panglima TNI.

Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara pada Pasal 1 Ayat 2 bahwa sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara termasuk ormas, wilayah dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.

Implementasinya dengan pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya dalam hal ini menjadi bagian tugas TNI dengan mewujudkan ruang, kondisi, alat juang yang tanggung dan kemanunggalan TNI dan rakyat guna terwujudnya sistem pertahanan semesta.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan juga pembekalan oleh Kepala Staf Koarmada I Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) dengan materi “Membangun Karakter Dalam Menjaga Kedaulatan Indonesia” dan pembekalan Paban IV/Komsos Ster TNI Kolonel Inf Netra Firdaus dengan materi “Peran Organisasi Masyarakat dalam Merawat Kebhinekaan Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.(red)

Advertisement

Nasional

Pangkohanudnas Lakukan Kunjungan Kerja Ke Satrad 211 Tanjung Kait

Published

on

Finroll.com — Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., didampingi Pangkosekhanudnas 1 Kolonel Pnb Zulfahmi, Pejabat Kohanudnas dan Kosekhanudnas I mengadakan Kunjungan Kerja (Kuker) ke Satrad 211 Tanjung Kait Tangerang, Rabu (21/8).

Kuker ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiap-siagaan Satrad 211 Tanjung Kait dengan personel yang mengawakinya dalam pengawasan dan pengamanan Wilayah Udara Nasional di wilayahnya.

Bertempat di ruang serbaguna Satrad 211 Tanjung Kait, Pangkohanudnas didampingi Pangkosekhanudnas I serta Komandan Satrad 211 Tanjung Kait Letkol Lek Rani Partono, memberikan pengarahan kepada anggota Satrad 211.

Sebagai unsur pelaksanaan operasional Kosekhanudnas I Satrad 211 Tanjung Kait memiliki tugas menyelenggarakan fungsi pembinaan kesiapan radar dan komlek dalam rangka hanud serta tugas khusus sesuai kebijaksanaan

Pangkohanudnas. Semua tugas ini, akan dapat dilaksanakan dengan baik dan optimal, apabila personel di Satrad 211 Tanjung Kait memiliki kemauan dan tekad yang sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas diiringi Integritas, serta Profesionalisme sebagai prajurit juga kepedulian pada lingkungan.

Artinya setiap personel Satrad 211 selain harus bersemangat dalam tugas hendaknya juga memahami dan menguasai bidang pekerjaannya masing-masing secara baik dan tanggap terhadap apa yang terjadi disekitarnya.

Pangkohanudnas juga memberi penekanan untuk menghindari pemakaian narkoba, tindakan asusila serta LGBT.

Pada bagian lain Pangkohanudnas juga mengingatkan sebagai personel yang bertugas di Satuan Radar, kalian perlu menguasai tugas kerena pekerjaan kita berhubungan erat dengan perkembangan teknologi modern.

Kembangkanlah terus kemampuan yang dimiliki, asah dengan pengetahuan terkini dengan mengikuti perkembangan, sehingga kalian benar-benar menjadi personel yang Profesional, Terampil,Trengginas dan Bermoral. “ujar Pangkohanudnas

Dalam Kukernya ke Satrad 211 Tanjung Kait, Pangkohanudnas juga memberikan kenang-kenangan berupa alat pemotong rumput dan perlengkapan olahraga dilanjutkan peninjauan ke ruang operasi, radar Thomson, komplek perumahan anggota serta asset tanah.

Demikian juga Ibu Erni Imran Baidirus sebagai Ketua Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini Cabang BS V Kohanudnas beserta pengurusnya turut pula ke Satrad 211 Tanjung Kait untuk Kuker ke ranting 001 Satrad 211 Tanjung Kait antara lain ke Paud dan Posyandu.(red)

Continue Reading

Nasional

Ibu Kota Baru Masih Dirahasiakan, Ini Alasannya

Published

on

Finroll.com — Lokasi ibu kota baru sudah ditetapkan di Kalimantan oleh pemerintah, namun letak kota yang dipilih belum juga diumumkan. Apa alasannya?

Bambang Brodjonegoro selaku Menteri PPN/Kepala Bappenas menjelaskan, hal ini ditujukan agar tidak ada spekulan tanah atau properti di ibu kota baru.

“Jadi kalau ada yang jual beli properti, jual beli tanah, jangan mimpi menjadi spekulator untuk ibu kota baru ini,” tutur Bambang, yang di lansir dari Kontan. Selasa (20/8/2019).

Bambang mengatakan, lahan yang digunakan untuk ibu kota baru pun menggunakan lahan yang dikuasai oleh negara, bukan membeli lahan baru yang dimiliki oleh warga.

“Jadi pemerintah tidak akan melakukan yang namanya ganti rugi karena membeli lahan. Tetapi kita akan menggunakan lokasi yang sudah di tangan atau di bawah kendali pemerintah. Jadi spekulasi akan merugikan diri sendiri,” tambah Bambang.

Bambang pun menegaskan, ibu kota yang baru ini hanya memindahkan pusat pemerintahan yakni istana dan lembaga eksekutif, legilatif, yudikatif, lembaga keamanan yakni kepolisian dan angkatan bersenjata, lapisan pertahanan baik statis dan dinamis, bank sentral dan perbankan utama, perwakilan negara/kedutaan besar, information and communication technologi (ICT), perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Selain karena ketersediaan lahan yang luas dan milik negara, Kalimantan pun dipilih karena kriteria lain yakni melihat kemiringan lahan dan daya dukung tanah, ketersediaan sumber daya air, dan lokasi bebas dari bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan.(red)

Continue Reading

Nasional

Situasi di Fakfak Papua Barat Mencekam, Pasar Dibakar

Published

on

By

Finroll.com – Kerusuhan kembali terjadi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8). Pasar Tumburuni yang berada di kabupaten tersebut dibakar massa. Sementara sejumlah jalan raya diblokade.

Salah satu warga setempat, Eko Ristianto mengatakan situasi di Fakfak kembali tegang pada pagi hari ini. Menurutnya, kerusuhan terjadi sejak Selasa (20/8) sore.

“Di sini lagi ribut, lagi panas-panasnya, bakar pasar, perusakan bandara,” kata Eko kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

Dia mengatakan saat ini Pasar Tamburuni telah dibakar massa. Sejumlah kios tutup sehingga pusat perekonomian terhenti.

Eko dan sejumlah warga kesulitan mencari makan karena tak ada pedagang yang membuka toko mereka.

“Saya tadi pagi sempat keluar, kami butuh makan, cuma akses perekonomian sekarang lagi enggak bisa, belanja apapun enggak bisa, kios-kios tutup. Cari makan susah, terpaksa makan mi,” kata Eko.

Sementara akses jalan menuju kantor DPRD Kabupaten Fakfak telah ditutup. Eko mengatakan tidak ada pembakaran di kantor tersebut.

Menurutnya, aparat kepolisian dari Polres Fakfak telah mengimbau untuk tetap berada di dalam rumah.

“Imbauan dari kapolres agar masyarakat di rumah saja,” ujarnya.

CNNIndonesia.com berusaha menghubungi Kantor Polres Fakfak, namun belum ada respons dari pihak kepolisian.

Continue Reading
Advertisement

Trending