Connect with us

Business

Tokodistributor Solusi Marketplace B2B Murah di Indonesia

Published

on


Finroll.com – Ditengah ketatnya persaingan industri perdagangan elektronik, pemain marketplace lokal Indonesia terbukti memiliki daya saing yang cukup tinggi hal itu tak terlepas dari inovasi yang dihadirkan. Contohnya, Tokodistributor.

Tokodistributor merupakan marketplace yang secara resmi diluncurkan pada 2 Mei 2019 silam kemarin bisa dibilang memiliki inovasi yang berbeda dari marketplace lainnya. Tokodistributor mendeklarasikan bisnis mereka sebagai sebuah B2B (business-to-business) marketplace.

“Tokodistributor hadir menjadi pelopor B2B marketplace yang berbeda dari B2B marketplace lainnya dengan berbagai fitur menarik untuk mempermudah user menggunakannya,” terang Tony Kho selaku founder.

Seperti slogannya “Harga Grosir Tanpa Minimum Order”, Tokodistributor menyediakan berbagai produk grosir dari supplier tangan pertama. Pembeliannya sendiripun sangat memudahkan para pelaku bisnis pemula dengan modal terbatas. Selain produk yang bisa dibeli tanpa adanya minimum pembelian, tersedia juga pilihan fitur dropship untuk para reseller yang ingin mulai bisnis tanpa modal.

Hadirnya Tokodistributor pun menjadi sebuah solusi untuk membantu meningkatkan jumlah pengusaha baru di Indonesia yang masih jauh dari angka pengusaha di negara maju. “Tokodistributor ingin memberikan peluang kepada semua orang untuk berbisnis. Hal tersebut seperti visi dan misi Tokodistributor yaitu menciptakan peluang dan kesempatan sukses yang sama besar untuk setiap orang yang ingin berusaha,” kata Tony Kho.

Dengan konsep B2B ini, kehadiran Tokodistributor akan memberikan peluang untuk para mahasiswa, ibu rumah tangga hingga para karyawan yang ingin menambah penghasilan mereka. Harga produk grosir dari supplier tangan pertama dari Tokodistributor tentu akan memudahkan reseller untuk menjual kembali produk tersebut secara online melalu social media, marketplace B2C maupun secara offline kepada teman, saudara, kerabat, dan lingkungannya.

“Bahkan, bagi para reseller yang belum memiliki pengalaman berjualan, baik secara online maupun offline, Tokodistributor akan memberi edukasi dan pelatihan bisnis untuk berjualan secara gratis,” tutup Tony.

Advertisement

Business

Erick Thohir Akan Lebur Bisnis Sampingan BUMN, dari Hotel hingga Rumah Sakit

Bisnis-bisnis di luar bisnis inti perusahaan pelat merah bakal dilebur sehingga perusahaan yang bersangkutan bisa kembali menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnis yang mereka miliki.

Published

on

Menteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).(KOMPAS.com)

JAKARTA, FINROLL.com — Menteri BUMN Erick Thohir akan melebur bisnis-bisnis sampingan yang dimiliki oleh BUMN. Hal tersebut menindaklanjuti temuan mengenai banyaknya BUMN yang memiliki anak dan cucu usaha yang berbeda dari bisnis inti.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mencontohkan, saat ini terdapat 85 hotel yang dimiliki oleh BUMN. Namun, hotel tersebut bukan bagian dari BUMN perhotelan atau PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (Inna Hotel Group).

“BUMN yang memiliki bisnis inti hotel ya Inna Hotel. Tapi tidak tahu, ternyata ada 85 hotel dimiliki BUMN,” ucap Arya, Selasa (10/12/2019).

Nantinya, bisnis-bisnis di luar bisnis inti perusahaan pelat merah bakal dilebur sehingga perusahaan yang bersangkutan bisa kembali menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnis yang mereka miliki.

“Kami ingin buat semua kembali ke bisnis inti masing-masing. Itu tetap mekanisme bisnis,” ujar dia.

Dirinya pun mencontohkan beberapa perseroan yang memiliki anak-cucu usaha perhotelan, seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PANN Multi Finance (Persero).

PT PANN yang sempat disorot lantaran tak dikenal oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diketahui membangun bisnis hotel untuk melancarkan arus kas perusahaan.

“Lalu PT PANN, punya hotel di Bandung, besar. Apakah menguntungkan? Kata mereka iya, ‘Pak, itu bantu kami bayar gaji-gaji’,” ujar dia.

Continue Reading

Business

Inilah Deretan Pemenang Indodex Short Film Festival 2019

Published

on

Finroll.com — Puncak acara Indodax Short Film Festival 2019 (ISFF 2019) akhirnya ditutup dengan perhelatan Awarding Night di Gedung Usmar Ismail Jakarta. Sejumlah sineas perfilman Indonesia ikut menyemarakkan malam penganugerahan ini.

Tak hanya itu, tercatat hampir 300 masyarakat dari berbagai kalangan juga turut hadir mengikuti serangkaian acara seperti festival eksibisi, workshop, temu komunitas, dan penayangan film pendek.

Oscar Darmawan selaku CEO Indodax pada saat pembukaan acara menyebutkan ISFF 2019 diinisiasi guna mewadahi masyarakat terutama kaum millennial untuk lebih aktif dan berani mengekspresikan gagasannya yang kreatif, inspiratif, dan edukatif berbentuk film pendek.

Disamping itu, pergelaran ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia di dunia perfilman dan sebagai apresiasi kepada para sineas perfilman Indonesia.

“ISFF 2019 kami gelar untuk dapat menjadi sarana dan peluang bagi masyarakat Indonesia untuk saling belajar serta memberikan inspirasi dalam upaya mengembangkan perfilman nasional sambil menjalankan misi kita untuk memberikan edukasi seputar blockchain dan digital aset di Indonesia”, tambah Oscar Darmawan.

Tidak ketinggalan, dua sineas perfilman Indonesia sekaligus salah dua dewan juri ISFF 2019 yaitu Fajar Nugros dan GoenRock turut memberikan komentar.

Mereka menyebutkan bahwa acara ini sangat efektif dalam menumbuhkembangkan ide dan kreatifitas masyarakat Indonesia di dunia seni perfilman, membangun semangat kolaborasi antar filmmaker lain untuk terus meramaikan industri perfilman, serta sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mencintai film Indonesia.

“Saya sangat senang Indodax telah berhasil menggelar festival seperti ini yang mana memberi ruang dan kesempatan munculnya bakat-bakat baru di dunia film Indonesia”, ungkap Fajar Nugros.

Disela-sela diskusi ringan, GoenRock menyebutkan bahwa sebagian besar filmmaker yang sudah mengumpulkan karya film pendeknya di Indodax Short Film Festival 2019 dinilai telah mampu menginterpretasikan tema Aset Masa Depan dengan ide-ide yang beragam walaupun dihadapkan dengan berbagai keterbatasan ketika atau saat akan memproduksi. Dengan potensi yang ada, GoenRock percaya dalam waktu dekat mereka akan menjadi filmmaker profesional.

“Setelah melihat film-film pendek yang sudah masuk, saya percaya bahwa mereka semua berpotensi untuk menjadi filmmaker profesional dalam waktu dekat dan semoga ke depan Indodax memiliki terobosan baru yakni rutin mengadakan workshop pembuatan film di seluruh pelosok negeri secara berkala,” tambah GoenRock.

Dalam pelaksanaan perdananya, lebih dari delapan puluh tim yang melakukan submisi dari 2 September hingga tanggal 3 November 2019. Dari film-film yang masuk, kemudian dipilih sepuluh film terbaik yang kemudian ditayangkan dan dinilai kembali pada Awarding Night guna menentukan 5 film yang berhak mendapatkan kategori pemenang.

Adapun yang kemudian keluar sebagai pemenang adalah film berjudul Mitos sebagai Best Short Film, Sudut Rumah sebagai Best Director, Galaxy Adventure sebagai Best Commercial Version, Kinanthi sebagai Most Favorite, dan Juara Sejati sebagai Appreciation Award.

Indodax adalah perusahaan berpengalaman dalam bidang aset digital dan blockchain serta penyedia platform jual-beli aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin dan lebih dari 50 aset digital lainnya. Indodax berdiri sejak tahun 2014 dan melayani lebih dari 1,8 juta orang di Indonesia.

Indodax juga memiliki hampir 200 karyawan dengan partner di seluruh dunia, seperti China, Singapura, Eropa, Korea Selatan, Mexico dan India yang berpengalaman dalam bidang aset digital. Selain itu, kami memiliki customer support yang siap membantu para member selama 24/7. Kami berdedikasi kepada member dan calon member untuk bertransaksi aset digital menggunakan Rupiah dengan sistem terbaik, tercepat, termudah dan teraman. Info lebih lanjut dapat berkunjung ke www.indodax.com.

Temukan Kami di Media Sosial
Facebook : https://www.facebook.com/indodax/
Instagram : https://www.instagram.com/indodax/
Twitter : https://twitter.com/Indodax
Youtube : https://www.youtube.com/c/indodax

Continue Reading

Keuangan

Erick Thohir Tunjuk Royke Tumilaar Jadi Dirut Mandiri

Published

on

Finroll.com, Jakarta — Menteri BUMN Erick Thohir menyebut posisi Direktur Utama Bank Mandiri akan ditempati oleh Royke Tumilaar.

“Sudah kan nanti siang (Dirut Mandiri). Pak Royke kan,” ujarnya, Senin (9/12).

Pengumuman resmi penunjukkan Royke akan diumumkan pada RUPS Bank Mandiri yang dijadwalkan berlangsung siang ini, Senin (9/12).

Saat ini, Royke merupakan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri. Dia akan menempati posisi yang ditinggalkan oleh Kartika Wirjoatmodjo, yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN. (CNN)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending