Connect with us

Nasional

Tony Blair Akan Temui Jokowi Urusi Ibu Kota Baru

Published

on


FINROLL.COM — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Tony Blair akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuan kedatangan mantan perdana menteri Inggris itu untuk membahas rencana investasi di ibu kota baru.

Selain Tony, ia menyebut CEO Softbank Masayoshi Son juga akan menemui kepala negara.

“Nanti tanggal 28 kami berharap Masayoshi Son datang menghadap presiden bersama Tony Blair,” katanya, Rabu (19/2).

Untuk diketahui, Jokowi meminta Masayoshi Son dan Tony Blair untuk menjadi dewan pengarah pembangunan ibu kota negara baru. Selain keduanya, ia juga meminta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) sebagai anggota dewan pengarah.

Selain menjadi dewan pengarah, Luhut menuturkan Tony juga menyatakan minat investasi di ibu kota baru.

“Ya komitmen dia ada, mereka sudah sebutkan. Saya tidak mau buka angkanya,” ucapnya.

Guna melanjutkan persiapan ibu kota baru, Luhut telah memanggil kementerian teknis terkait. Meliputi, Kementerian ATR, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, dan Kementerian PPN atau Bappenas.

Ditemui usai rapat, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menuturkan mereka membahas struktur finansial, belanja modal (capital expenditure), dan desain ibu kota baru. Namun, pembicaraan belum final.

“Intinya kan lagi merencanakan perpindahan populasinya berapa, kemudian kebutuhan capex baik untuk perumahan, pusat pemerintahan, maupun juga infrastruktur pendukung seperti listrik, air, dan sebagainya,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi telah menetapkan lokasi ibu kota baru. Ia memilih Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp466 triliun.

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Nasional

HUT ke-21, JICT Salurkan Bantuan Bagi Warga dan Tenaga Medis

Published

on

Finroll.com — Dalam rangka hari jadi ke-21, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), menyalurkan sejumlah bantuan berbentuk peralatan mesin disinfektan, portable Washtafel, masker dan Alat Pelindung Diri untuk warga dan Tenaga kesehatan.

Melalui program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan, JICT tidak tinggal diam menghadapi wabah ini. Perusahaan berusaha memberikan bantuan secara berkesinambungan agar pandemi ini tidak semakin meluas, khususnya di wilayah di sekitar perusahaan.

Berkaitan dengan usia operasional JICT yang ke 21, JICT menyalurkan 21 sprayer desinfektan untuk kecamatan dan 26 untuk warga lainnya. JICT juga menyediakan 500 liter cairan desinfektan untuk warga, 2100 masker kain dan 13 unit portable washtafel untuk diberikan kepada beberapa puskesmas, pasar, kelurahan dan kecamatan untuk dibagikan di titik keramaian di Jakarta Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Administrasi PT. JICT, Reini Delfianti didampingi oleh Corporate Affairs Manger, Indhira Gita.
Selain alat penyemprot dan cairannya serta portable washtafel, JICT juga membagikan 2100 masker untuk masyarakat karena saat ini setiap orang wajib melindungi diri dengan mengenakan masker untuk menutup hidung dan mulut. Menurut Reini berbagai kebutuhan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian JICT, untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Kami membeli mesin disinfektan dan portable hand washer untuk didistribusikan wilayah Jakarta Utara, karena ini adalah wilayah terdekat dengan perusahaan. Alat-alat itu selanjutnya dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Kemudian, untuk hand washer, juga dilakukan pendistribusiannya kepada lokasi lokasi yang dikunjugi banyak orang yang membutuhkan,” ujar Reini, Kamis (9/4/2020).

“Harapan di hari jadi JICT ke-21 ini, kami berdoa dan berupaya pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan aktivitas pelabuhan serta perekonomian segera pulih ,” katanya.

Reini menambahkan, bantuan CSR perusahaan akan terus digulirkan, untuk dapat membantu masyarakat dalam menghadapi musibah Covid-19 ini. Kami masih terus berupaya meningkatkan bantuan untuk masyarakat. Saat ini karena keterbatasan stok di pasar. Tapi begitu barang tersedia, kami akan segera membagikannya.

“Segenap elemen perusahaan bersama-sama berusaha dan terus mengajak peran semua pihak agar kita bisa melawan dan mengakhiri pandemi (Covid-19) dan masyarakat kembali hidup normal. Itu harapan kita di HUT JICT tahun ini,” tutur Reini.

Continue Reading

Nasional

58 Jemaah Umrah Pulang, 4 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan 58 orang jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan karena kebijakan karantina wilayah alias lockdown di Arab Saudi terkait virus corona (Covid-19) akan pulang hari ini, Kamis (9/4).

Konsul Haji Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan 58 jemaah akan terbang pukul 08.35 waktu Saudi dengan menggunakan Saudia Airlines dari Bandara Internasional King Abdul Aziz.

“Semua biaya pemulangan ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Endang dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4) malam.

Namun, kata Endang, masih terdapat empat jemaah asal Indonesia yang tertahan di Saudi. Mereka belum bisa dipulangkan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Endang menyatakan pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan terhadap 58 jemaah umrah itu. Mereka akan menjalani pemeriksaan mulai di Saudi hingga sampai ke Tanah Air.

“Sebelum terbang, mereka akan ditransitkan terlebih dahulu oleh Muassasah Travel untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Saat tiba di Tanah Air, jemaah umrah itu akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta. Jika ditemukan gejala, mereka akan dibawa ke rumah sakit rujukan.

Sementara jika lolos pengecekan kesehatan di Soekarno-Hatta, jemaah diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. KKP akan meminta dinas kesehatan setempat melakukan pengawasan.

Sebelumnya, Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan layanan umrah hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penularan virus corona yang telah masuk ke kategori pandemi.

Ribuan jemaah umrah asal Indonesia batal berangkat. Sebagian dari mereka bahkan telah berada di pesawat saat penghentian umrah diberlakukan. Sebagian lagi berhasil berangkat, tapi kemudian dipulangkan kembali.

Tak sedikit juga yang berhasil terbang dan menjalankan ibadah umrah. Namun mereka harus tertahan di Tanah Suci usai kegiatan umrah karena kebijakan karantina yang ditetapkan Saudi.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Sepuluh Pasien Positif Corona di Semarang Sembuh

Published

on

By

Finroll – Semarang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyatakan 10 pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) yang dirawat di sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Semarang, Jawa Tengah, telah sembuh

Para pasien yang sembuh itu dirawat di RS Tentara Bhakti Wira Tamtama 1 orang, RS Tugurejo 2 orang, RS Karyadi 3 orang dan RS St. Elisabeth 4 orang.

“Awalnya tadi pagi, yang dinyatakan sembuh tiga orang. Kemudian sore ini tadi, menyusul tujuh orang pasien. Kesepuluhnya ada di empat rumah sakit di Semarang,” kata Hakam, Rabu (8/4).

Dengan demikian, kata Hakam, sampai saat ini pasien positif virus corona yang berhasil sembuh di Kota Semarang menjadi 17 orang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan tambahan 10 pasien positif virus corona yang sembuh menjadi tren positif karena berlangsung dalam kurun waktu delapan hari.

“Tentunya kita bersyukur bila semua elemen dan lapisan masyarakat bergerak, penanganan wabah Covid-19 di Semarang membuahkan hasil”, kata Hendrar.

Hendrar meminta masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu memakai masker, menjaga kebersihan, mencuci tangan hingga tak berkerumun dan keluar rumah jika tak ada urusan penting.

“Kalau kita semua kompak, guyub, pasti kita di Semarang ini bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sampai saat ini jumlah pasien positif di Semarang secara kumulatif sebanyak 61 orang. Sementara terdapat 177 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 1.358 orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan pasien positif corona di Jawa Tengah mencapai 140 orang.

Sementara hingga Rabu (8/4), jumlah pasien positif di Indonesia secara kumulatif mencapai 2.956. Dari jumlah itu, 240 meninggal dunia dan 222 sembuh.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending