Jumat, 19 Februari 2021

Yuk Mengenal Burung Cendrawasih Khas Indonesia!


Burung cendrawasih atau Paradisaeidae dari ordo Passeriformes, merupakan burung yang dapat ditemukan di Indonesia bagian Timur Papua, Papua New Guinea, pulau-pulau selat Torres, dan Australia timur. Selama ini, masyarakat mengenal burung cenderawasih hanya dengan satu nama saja. Namun tahukah kamu, bahwa ada 42 jenis burung cendrawasih, dan 30 di antaranya dapat kamu temui di Indonesia.

Berikut 5 jenis burung cendrawasih Indonesia yang khas dan unik

 1. Burung Cendrawasih Gagak (Lycocorax pyrrhopterus)

finroll_cenderawasihgagak

Burung cenderawasih jenis ini mirip gagak berukuran sedang dengan panjang sekitar 34 cm. Bulunya gelap, lembut seperti sutera, dan paruhnya hitam. Warna matanya merah karmin, serta memiliki suara yang mengingatkan kita pada gonggongan anjing.

Burung jantan dan betina dari cenderawasih gagak terbilang mirip, hanya saja betina sedikit lebih besar daripada burung jantan. Cenderawasih jenis ini bersifat monogami dan endemik di hutan dataran rendah di kepulauan Maluku di Indonesia, makanan utamanya terdiri dari buah-buahan dan serangga.

 2. Burung Cendrawasih Bidadari Halmahera (Semioptera wallacei)

finroll_cendrawasihbidadarihalmahera

Burung cenderawasih jenis ini berukuran sedang, sekitar 28 cm, berwarna cokelat-zaitun, merupakan satu-satunya anggota genus Semioptera. Burung jantan bermahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat dan warna pelindung dadanya hijau zamrud. Ciri yang paling mencolok adalah dua pasang bulu putih yang panjang, yang keluar menekuk dari sayapnya. Bulu itu dapat ditegakkan atau diturunkan sesuai keinginan burung ini. Burung betinanya berwarna cokelat zaitun dan berukuran lebih kecil, serta punya ekor lebih panjang dibandingkan burung jantan. 

Biasanya burung cenderawasih bidadari halmahera jantan berkumpul dan menampilkan tarian udara yang indah. Burung ini meluncur dengan sayapnya dan mengembangkan bulu pelindung dadanya yang berwarna hijau mencolok, sementara bulu putih panjangnya di punggungnya dikibar-kibarkan. Burung jenis ini adalah burung endemik kepulauan Maluku atau Pulau Halmahera, jenis burung cenderawasih sejati yang tersebar paling barat, makanannya terdiri dari serangga, artropoda, dan buah-buahan.

 3. Burung Cendrawasih Paradigalla Ekor-Panjang (Paradigalla carunculata)

finroll_cendrawasihparadigalla

Burung cenderawasih jenis ini merupakan salah satu burung cenderawasih besar dengan panjang sekitar 37 cm, berwarna hitam, memiliki ekor panjang dan runcing. Burung jenis ini merupakan salah satu anggota paling sederhana dalam keluarga Paradisaeidae, satu-satunya perhiasannya adalah rona wajah berwarna-warni kuning, merah dan biru langit di dekat pangkal paruh.

Burung Jantan dan betina memiliki penampilan yang serupa, namun betina sedikit kusam dan lebih kecil. Endemik jenis ini dapat ditemukan di Pegunungan Arfak, Semenanjung Doberai, Papua Barat.

 4. Burung Cendrawasih Botak (Cicinnurus respublica)

finroll_cendrawasihbotak

Burung cendrawasih jenis ini berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21 cm, berasal dari marga Cicinnurus. Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kulit kepala biru muda.

Endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat. Penamaan ilmiah spesies ini diberikan oleh keponakan Kaisar Napoleon Bonaparte yang bernama Charles Lucien Bonaparte dan sempat menimbulkan kontroversi.

 5. Burung Cendrawasih Parotia Arfak (Parotia sefilata)

finroll_cendrawasihparotiaarfak

Burung cendrawasih jenis ini bersifat dimorfik, burung jantan dan betina memiliki warna bulu yang berbeda. Jantan memiliki bulu hitam dengan warna-warni berwarna struktural perisai dan emas-hijau dan segitiga bulu perak di mahkota. Tubuhnya dihiasi dengan bulu hitam memanjang di sisi dada dan tiga kabel panjang di belakang setiap mata. Burung betina tidak memiliki hiasan dan memiliki bulu berwarna coklat.

FHI indonesia 2021

Jika burung jantan ingin kawin, maka ia akan melakukan tarian seperti balerina dengan bulu hitam memanjang menyebar di sekitar rok, tepat di bawah pelindung dada berwarna-warni. Selama tarian yang spektakuler, ia menggelengkan kepala dan lehernya dengan cepat untuk menunjukkan kecemerlangan perhiasan perak berbentuk segitiga terbalik miliknya untuk memikat betina. Parotia Arfak ini hanya ditemukan di hutan pegunungan Vogelkop dan Semenanjung Wandammen di Papua Barat. 

Sumber : National Geographic Indonesia

BACAAN TERKAIT