Sabtu, 20 Februari 2021

Tips Mudah Bikin Tie Dye Di Rumah


Tie dye adalah teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain dengan cara tertentu sebelum dilakukan pencelupan. ini merupakan salah satu tren baru muncul di tengah PSBB yang masih belum berakhir ini, adalah aksen tie dye! Berawal dengan bosannya para pekerja kreatif di rumah dan adanya kebutuhan untuk waist-up dressing kini banyak sekali atribut mode hasil teknik pewarnaan tie dye berseliweran di media sosial.

Salah satu tren baru muncul di tengah PSBB yang masih belum berakhir ini, adalah aksen tie dye!

Berawal dengan bosannya para pekerja kreatif di rumah dan adanya kebutuhan untuk waist-up dressing kini banyak sekali atribut mode hasil teknik pewarnaan tie dye berseliweran di media sosial.


ini  Tips mudah bikin Tie Dye di rumah


Kenalan dengan tie dye
Tie dye adalah sebuah teknik mewarnai dan membuat motif pada kain yang paling kuno. Membedakan tie dye di berbagai daerah ini adalah motif dengan makna filosofi yang terkandung di dalamnya. Misalnya, Palembang memiliki beberapa motif, seperti motif tombak yang melambangkan kekuatan prajurit kerajaan Sriwijaya, motif titik tujuh melambangkan 7 raja besar pada kerajaan Sriwijaya, motif cucung (terong) melambangkan kemakmuran dalam pertanian, dan masih banyak lagi.
 
Jenis-jenis pewarnaan tie dye
Sebagai teknik pewarnaan, tie dye memiliki beberapa cara pewarnaan yang berbeda-beda tergantung hasil yang diinginkan.  
 
Shibori 
Teknik kuno dari jepang ini dibuat dengan membuat lipatan dan simpul dengan benang sehingga dapat menghasilkan motif sama yang berulang.
 
Ombré 
Ombré yang juga berarti bayangan atau gradasi halus, dapat dibuat dengan mencelupkan sebagian material ke dalam cairan pewarna lalu didiamkan sehingga perlahan warna naik akan ke kain dengan asas kapilaritas dan menimbulkan efek gradasi cantik.
 
Spiral
Paling umum, di lakukan dengan teknik plintiran pada kain sehingga menimbulkan corak spiral.
 
Stripe
Dilakukan dengan melipat kain lalu menambahkan ikatan pada kain untuk menahan pewarna dan menciptakan garis-garis putih pada media yang diinginkan.
 
Jumputan sendiri menggunakan keempat teknik diatas, dengan mencubit dan mengikat area yang ingin ditutupi agar tidak terkena pewarna.
 
Kenalan dengan tie dye
Tie dye adalah sebuah teknik mewarnai dan membuat motif pada kain yang paling kuno. Teknik tie dye telah dipakai sejak ribuan tahun lalu sampai dengan sekarang. Tie dye bersifat universal, namun di setiap wilayah memiliki nama-nama berbeda. Di Indonesia misalnya ada pelangi Cindo atau jumput pelangi di Palembang, kain jumput tritik di Jawa,  Sasirangan di Kalimantan dan sebagainya.  

Sesungguhnya, yang membedakan tie dye di berbagai daerah ini adalah motif dengan makna filosofi yang terkandung di dalamnya. Misalnya, Palembang memiliki beberapa motif, seperti motif tombak yang melambangkan kekuatan prajurit kerajaan Sriwijaya, motif titik tujuh melambangkan 7 raja besar pada kerajaan Sriwijaya, motif cucung (terong) melambangkan kemakmuran dalam pertanian, dan masih banyak lagi.


 jenis-jenis pewarnaan pewarnaan tie dye


jenis-jenis pewarnaan pewarnaan tie dye memiliki beberapa cara pewarnaan yang berbeda-beda tergantung hasil yang diinginkan.  
 
Shibori 
Teknik kuno dari jepang ini dibuat dengan membuat lipatan dan simpul dengan benang sehingga dapat menghasilkan motif sama yang berulang.
 
Ombré 
Ombré yang juga berarti bayangan atau gradasi halus, dapat dibuat dengan mencelupkan sebagian material ke dalam cairan pewarna lalu didiamkan sehingga perlahan warna naik akan ke kain dengan asas kapilaritas dan menimbulkan efek gradasi cantik.
 
Spiral
Paling umum, di lakukan dengan teknik plintiran pada kain sehingga menimbulkan corak spiral.
 
Stripe
Dilakukan dengan melipat kain lalu menambahkan ikatan pada kain untuk menahan pewarna dan menciptakan garis-garis putih pada media yang diinginkan.
 
Jumputan sendiri menggunakan keempat teknik diatas, dengan mencubit dan mengikat area yang ingin ditutupi agar tidak terkena pewarna.

Sumber : femina.co.id

BACAAN TERKAIT