Mengenal Kontes Putri Pariwisata Nusantara, Kontes Kecantikan Berkelas Dunia

  • Bagikan
putri pariwisata nusantara 2021
putri pariwisata nusantara 2021

Grand Final Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2021 secara virtual yang diselenggarakan Yayasan EL JOHN Indonesia pada Sabtu malam (20/3/2021) berlangsung sukses.

Keluar sebagai pemenang yakni Galih Yoga Saputro mewakili Provinsi Banten sebagai Putra Pariwisata Nusantara 2021 dan Afida Salsabila Azzahra dari Jawa Timur yang meraih gelar Putri Pariwisata Nusantara 2021.

Galih dan Afida berhasil mencuri perhatian para juri melalui penampilan menawannya di puncak pemilihan yang disiarkan langsung oleh EL JOHN TV ini.

Sebelum meraih gelar juara, Galih dan Afida masuk di 10 besar dan 5 besar. Para finalis yang masuk 5 besar termasuk Galih dan Afida harus menjalani sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, Galih mendapat pertanyaan dari juri mengenai apa yang harus dilakukan Galih untuk mendorong masyarakat untuk mendukung program pariwisata yang ditetap pemerintah.

Sedangkan untuk Afida, mendapat pertanyaan mengapa pariwisata menjadi sektor yang sangat penting dalam membantu perekonomian nasional. Keduanya menjawab pertanyaan dengan lugas dan tepat. Penampilan Galih dan Afida maupun para finalis lainnya tak hanya mendapat penilaian saat grand final, namun penilaian kepada finalis sudah dilakukan sejak masa karantina.

Selain Galih dan Afida, empat finalis yang masuk lima besar, baik putra dan Putri juga mendapatkan gelar. Untuk putra yang meraih gelar yakni adalah Muhammad Riqbi dari Kalimantan Barat (Putra Anti Narkoba 2021), Fadhlun Munir Pauspaus dari Papua (Putra Agrowisata Indonesia 2021), Risky Abdullah Saidi dari Aceh (Putra Kopi Indonesia 2021) dan Muhammad Raihan Habibi dari Jawa timur (Putra Generasi Pesona Indonesia 2021).

Untuk Putri yang mendapat gelar, adalah Nur Afrah Maryam Insani dari DKI Jakata (Putri Antinarkoba 2021), Yokbet Merauje dari Papua (Putri Agrowisata Indonesia 2021), Dhiyana Alya Nafra dari Sumatera Barat (Putri Kopi Indonesia 2021) dan Valentiara Rambu Mbuana dari NTT (Putri Generasi Pesona Indonesia 2021)

Lanta apa itu kontes Putri Pariwisata Nusantara?

Putri Pariwisata Nusantara merupakan kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 2008. Pemenang Putri Pariwisata Nusantara akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism International.

Pada tahun 2010, runner-up I juga menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism Queen of The Year International. Sejak tahun 2011, runner-up I hingga IV masing-masing direncanakan akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Tourism Queen International, Miss Tourism International, Miss Tourism Queen of the Year, Miss Oriental Tourism, dan Miss Global Beauty Queen.

PPI diselenggarakan sejak tahun 2008. Berawal dari pemikiran untuk menjadikan budaya bangsa sebagai daya tarik dan kekuatan pariwisata sekaligus menyongsong Visit Indonesia Year 2008 oleh Johnnie Sugiarto, selaku Presiden Direktur El John Pageants.

El John merupakan perusahaan yang fokus bergerak di bidang pariwisata Indonesia. Tujuan kegiatan ini agar dapat mempromosikan keindahan dan keramahan Indonesia ke seluruh nusantara dan mancanegara.

Sejalan dengan ide tersebut, maka diselenggarakan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia pada tahun 2008 yang bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Setelah berjuang dan mendapat hak penyelenggaraan sebagai pemegang lisensi Miss Tourism International, maka pemenang kontes ini berhak tampil mewakili di kontes yang bertaraf internasional tersebut.

Tugas Putri Pariwisata

Sesuai dengan namanya, putri yang terpilih nantinya akan menjadi duta pariwisata selama masa kontrak. Dalam hal ini, mereka harus peka terhadap isu-isu pariwisata yang sedang terjadi di Indonesia. Mereka juga akan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dalam memberikan pengetahuan akan hal-hal yang sedang terjadi di industri tersebut.

Bahkan mereka diharapkan ikut mendongkrak angka kunjungan pariwisata tanah air. Selama kontrak satu tahun dengan El John, Johnnie menjelaskan tugas putri yang terpilih bukan hanya sekedar mendapatkan materi pembekalan guna melaju ke ajang Miss Tourism International saja, tetapi ikut membantu mempromosikan wisata Indonesia.

“Mereka diharapkan bisa paham dan mengerti apa yang terjadi pada pariwisata tanah air. Untuk itu saya sering mengirim mereka langsung ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar bisa belajar banyak disana,” kata dia kemarin dalam sambungan telepon.

Meski yayasan El John tidak dibawah Kemenpar, namun dengan adanya kontes kecantikan ini diharapkan bisa membantu mendongkrak kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing. “Putri Pariwisata terpilih akan selalu mempromosikan objek wisata di media sosial. Menceritakan pada dunia tentang keindahan tempat yang mereka datangi. Dengan begitu mereka bisa menyampaikan bahwa Indonesia memang sangat layak untuk dikunjungi.

Para finalis pun biasanya akan melewati masa karantina. Mereka diberi pembekalan mengenai public speaking hingga pengetahuan terkait wisata sebelum malam final. Umumnya Putri Pariwisata akan diikuti oleh puluhan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Namun mereka juga dituntut untuk mengenal budaya dan pariwisata dari Sabang sampai Merauke.

Tak sekadar cantik, sebelum jadi finalis biasanya para peserta akan menjalani sejumlah tes, seperti kesehatan, psikologi, dan penilaian tingkah laku. Dikatakan jika tes psikologi dilakukan untuk melihat kemampuan para kontestan dalam hal mengelola stres.

Setelah terpilih menjadi Putri Pariwisata Indonesia, pemenang ajang akan diberi tugas. Tak hanya promosi di dalam negeri, mereka biasanya juga akan mengenalkan Indonesia ke negara-negara lain sehingga dibutuhkan kemahiran berbahasa asing. Dikatakan pula jika para putri dituntut bisa merawat dan merias dirinya sendiri, seperti makeup dan memilih busana agar mandiri ketika bertugas.

Berapa sih gaji Putri Pariwisata?

Banyak yang bertanya-tanya, apakah menjadi Putri Pariwisata bisa mendapatkan gaji besar? atau hanya sekedar menjadi pengalaman menarik ketika lulus kuliah. Ya, memang diakui oleh Johnnie bahwa seorang putri memang mendapatkan honor dari yayasan. Selain itu jika mereka mengisi acara off air di Kemenpar, ada honor tersendiri di luar yayasan.

“Biasanya kalau ada yang ingin putri tampil, biayanya sekitar Rp 8 juta. Itu disetorkan resmi ke yayasan. Dari yayasan baru akan diberikan ke putri tersebut. Untuk honor bulanan sendiri saya gak bisa menyebutkan angkanya disini. Meski gak banyak, tetapi mereka mendapatkan tunjangan selama menjalani kontrak. Mereka juga akan mendapatkan kost jika berasal dari daerah,”paparnya.

Goal yang ingin disampaikan Johnnie dalam kontes ini adalah sumber daya manusia yang memiliki jiwa integritas memajukan Indonesia ke kancah internasional. Bidang yang dipilih pun sangat strategis yakni pariwisata, budaya, kuliner, dan lingkungan hidup.

Para putri nantinya akan mendapatkan segudang pengalaman baru yang bisa menjadi bekal mereka di masa depan. Apalagi jika terpilih di ajang Miss Tourism International. Tentunya ajang ini akan menambah wawasan putri tersebut.

Dikatakan oleh Johnnie, setelah satu tahun kontrak selesai, putri yang terpilih akan melepas mahkotanya untuk putri terpilih lain. “Setelah lepas kontrak, mereka bebas menentukan arah dan hidupnya ke depan. Ada yang menjadi Pegawai Negeri Sipil, ada juga yang menekuni dunia model lebih serius lagi, banyak lah,” kata dia kepada MoneySmart.

Untuk itu kontrak yang ditawarkan memang tidak lebih dari satu tahun. Alasanya adalah karena biasanya para putri ini berusia muda, baru selesai kuliah, ajang ini untuk memambah pengetahuan mereka sebelum memulai kehidupan baru. “Karena mereka punya mimpi besar setelah ini. Jadi satu tahun cukup lah.”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->