10 Kegiatan Wisata di Desa Arborek Raja Ampat, Diving di Dua Spot Keren

  • Bagikan
10 kegiatan wisata di desa arborek raja ampat, diving di dua spot keren
10 kegiatan wisata di desa arborek raja ampat, diving di dua spot keren

Desa Wisata Arborek di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat berlokasi di pulau seluas 7,2 hektar yang dikelilingi hamparan laut lepas. Arborek pun menawarkan keindahan ekosistem bawah laut yang dapat dengan mudah dilihat lantaran perairannya sangat jernih. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Arborek, Ronald Mambrasar mengatakan, ada dua titik dekat Desa Arborek yang dapat dikunjungi wisatawan untuk melihat ikan pari manta. “Di arah timur ada Manta Sandy. Ada satu lagi di daerah arus namanya Manta Ridge. Karakternya beda karena Manta Sandy arusnya agak tenang, kalau di Manta Ridge itu daerah arus (kencang),” kata dia kepada Kompas.com di Desa Wisata Arborek, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (27/10/2021).

Jarak menuju dua spot di arah selatan dan timur Pulau Arborek ini adalah sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kapal cepat. Di dua spot itu, wisatawan yang tengah berwisata di Arborek bisa menyelam dan berenang bersama para ikan pari manta.

Namun, Desa Wisata Arborek menawarkan kegiatan wisata lain yang dapat dilakukan yakni sebagai berikut, Selasa (9/11/2021):

  1. Menginap di tepi laut

Desa Wisata Arborek memiliki sembilan homestay yang menghadap langsung ke laut lepas. Untuk harga, wisatawan tidak perlu khawatir karena terjangkau. “Homestay semuanya di harga sekitar Rp 400.000 per malam dan ini sudah termasuk tiga kali makan. Dan disiapkan teh, kopi, dan segala macam,” jelas Ronald. Meski berada di tepi pantai, area homestay tidaklah panas lantaran memiliki pepohonan rindang. Angin laut pun kerap berhembus kencang, sehingga akan membuat wisatawan merasa nyaman.

  1. Menikmati pemandangan sunrise dan sunset

Menurut Ronald, pemandangan matahari terbit dan terbenam di Desa Wisata Arborek sangat sayang untuk dilewatkan para wisatawan.

Pemandangan ini dapat dilihat dari setiap sudut Pulau Arborek, termasuk dari area homestay di barat desa. “Di dermaga bisa, di selatan desa juga bisa dilihat. Sebagian besar tamu yang menginap di homestay, sudah dapat paket komplit karena bisa lihat sunrise dan sunset juga,” ujar dia.

  1. Cicipi kuliner tradisional

Untuk kuliner sendiri, Ronald mengatakan bahwa pihaknya tidak menyediakannya kecuali ada permintaan dari wisatawan. Sebab, selama ini belum ada penjual paket wisata Raja Ampat yang mengadakan kegiatan wisata kuliner di Desa Arborek. Mereka hanya melakukan kunjungan satu hari untuk menikmati matahari terbenam. “Arborek juga belum siap untuk itu (menyediakan kuliner ke wisatawan). Tapi kalau diminta, nanti akan disiapkan,” kata Ronald.

Ia melanjutkan, yang sering terjadi adalah wisatwan meminta pengelola menyiapkan kuliner lokal untuk diantar ke dermaga dan dimakan sambil menikmati sunset. “Makanan khas di sini ada pisang goreng, umbi-umbian, dan singkong,” tutur Ronald. Selanjutnya jika menginap di homestay, Ronald menyarankan agar wisatawan meminta kepada pihak penginapan dari jauh hari apabila ingin dihidangkan kuliner khas Desa Arborek.

  1. Diving dengan ikan pari manta

Apabila ingin berenang sambil menikmati ikan pari manta, kamu bisa berkunjung ke Manta Sandy atau Manta Ridge. Meski begitu, dua spot untuk menikmati pari manta tersebut menurutnya tidak bisa dinikmati semua wisatawan. Misalnya adalah Manta Ridge.
Letaknya yang berada di arus kencang, menurut Ronald, hanya cocok untuk dikunjungi wisatawan yang memang sudah terbiasa menyelam pada kondisi arus tersebut. “Kalau hanya untuk fun diving dengan tenang, bisa di Manta Sandy. Di Raja Ampat, ada dua jenis pari manta yaitu manta karang dan manta oseanik,” jelas Ronald. Jika ingin menyelam dan melihat pari manta, wisatawan akan ditemani para pemandu lokal yang sudah mendapat pelatihan secara resmi. Untuk harga termasuk penyewaan alat, kapal, dan spot yang akan dituju, Ronald menyarankan agar calon wisatawan konsultasi langsung dengan pihak penyedia paket wisata. “Atau jika sedang di homestay, bisa diatur sendiri oleh tamu dan pemilik,” tutur dia.

  1. Main dengan anak-anak Arborek

Saat berkunjung ke Desa Wisata Arborek pada Rabu, Kompas.com sempat mengobrol, bermain, dan jalan-jalan dengan anak-anak kecil Pulau Arborek. Mengenai hal ini, Ronald mengatakan bahwa mereka senang dan sudah terbiasa untuk berinteraksi dengan wisatawan yang berkunjung. “Anak-anak sudah terbiasa saat melihat tamu, kalau tamu menyapa mereka, sama anak-anak dianggap bahwa mereka sudah akrab. Jadi mereka setiap hari bermain dengan tamu,” jelas dia. Ronald mengaku bahwa salah satu kunci yang membuat Desa Wisata Arborek disukai wisatawan adalah keramahan masyarakat setempat. Menurut dia, hal ini merupakan kebiasaan yang terbawa dari kecil hingga dewasa.

  1. Lihat atraksi budaya

Desa Wisata Arborek menawarkan beberapa atraksi budaya yang patut dilihat. Misalnya adalah tradisi Mansorandak, Tari Cakalele, Suling Tambur, dan tarian penyambut dari atas kapal. Kendati demikian, Ronald menuturkan bahwa tradisi Mansorandak hanya dilakukan kepada tamu penting, seperti orang dari Kementerian atau Pemda.

“Tapi kalau tamu biasa, mereka hanya akan disambut oleh tarian penyambutan dari atas kapal, wisatawan bisa bilang kalau mau dijemput oleh tarian dari atas kapal itu. Suling Tambur juga tergantung wisatawan maunya bagaimana,” ucapnya. Sementara untuk Tari Cakalele, wisatawan bisa bertanya kepada penyedia paket wisata ke Desa Arborek apakah mereka bisa menikmatinya atau tidak.

  1. Beli produk ekonomi kreatif Mama-mama di Desa Arborek merupakan perajin anyaman. Alhasil, wisatawan yang berkunjung akan disuguhi berbagai macam produk ekonomi kreatif (ekraf) khas Desa Wisata Arborek. Beberapa di antaranya adalah kalung dan anyaman topi warna-warni berbentuk ikan pari manta, tas jinjing untuk belanja, noken atau tas anyaman khas Papua, dan vas bunga dengan berbagai bentuk. Untuk noken, wisatawan diberi pilihan apakah ingin membeli noken versi besar, atau noken versi kecil yang digunakan untuk membawa botol minum atau ponsel. Harga produk ekraf yang dijual beragam. Namun khusus untuk produk anyaman, harga jualnya berada pada kisaran Rp 100.000-Rp 350.000.
  2. Snorkeling di tepi dermaga

Jika belum familiar dengan kegiatan diving, wisatawan bisa snorkeling di tepi dermaga pada area yang telah ditentukan. “Harga penyewaan alat kami beda-beda karena ada beberapa tempat, dan belum diatur sistemnya. Ada yang Rp 100.000 (satu set), ada yang per alat sendiri Rp 50.000. Masih variasi,” kata Ronald.

Namun jika snorkeling di area dekat dermaga Arborek, wisatawan dilarang meloncat dan harus turun dengan hati-hati. Kebijakan ini diterapkan supaya ekosistem bawah laut tidak terganggu dan rusak. Aturan juga diberlakukan agar wisatawan tidak sengaja menendang terumbu karang saat meloncat dari dermaga. “Snorkeling di spot untuk melihat ikan pari manta juga bisa, nanti sewa perahu. Kalau ini bisa diatur sendiri dengan pihak homestay (kalau menginap) atau penyedia perahu,” ujar Ronald.

  1. Duduk santai di tepi pantai

Tepat di depan taman baca adalah deretan kursi santai yang menghadap langsung ke arah pantai. Di area ini, hembusan anginnya cukup kencang.

Wisatawan yang ingin bersantai ria sambil menikmati pemandangan bisa duduk di kursi ini. Setiap kursi sudah termasuk dengan payung untuk menghalau sinar matahari.

  1. Menanam terumbu karang

Pulau Arborek memiliki banyak terumbu karang yang indah. Wisatawan bisa menikmatinya dari dermaga tanpa harus menyelam. Namun, Ronald mengatakan bahwa wisatawan bisa ikut kegiatan tanam karang jika ingin menikmati keindahannya sambil melakukan konservasi. “Wisatawan yang punya jiwa konservasi, ada wisata untuk ini. Kalau minat untuk menanam terumbu karang, silakan ikut,” ujarnya. Desa Wisata Arborek berlokasi di Pulau Arborek, Distrik Meos Mansar. Saat ini, harga tiket masuknya adalah sukarela. Desa ini dapat ditempuh dari Kota Waisai di Pulau Waigeo. Perjalanan menuju ke sana adalah sekitar 1 jam dengan kapal cepat. Sementara untuk menuju Kota Waisai, wisatawan dapat menggunakan pesawat atau kapal dari Kota Sorong. Jika naik pesawat, waktu tempuh dari Bandara Domine Eduard Osok di Sorong menuju Bandara Marinda di Waisai adalah sekitar 30 menit dengan pesawat perintis Cessna milik maskapai penerbangan Susi Air. Sementara jika naik kapal, waktu tempuhnya berada pada kisaran 2 jam. Harga tiketnya sekitar Rp 100.000 untuk Kelas Ekonomi dan Rp 215.000 untuk Kelas VIP. Informasi lebih rinci bisa langsung ditanya ke pihak penjual tiket di pelabuhan karena jadwalnya tidak menentu akibat pandemi.

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->