250 Tempat Wisata di Yogyakarta Dapat Kode QR PeduliLindungi

  • Bagikan
250 tempat wisata di yogyakarta dapat kode qr pedulilindungi
250 tempat wisata di yogyakarta dapat kode qr pedulilindungi

Hingga akhir tahun 2021, jumlah tempat wisata yang sudah mendapatkan kode QR aplikasi PeduliLindungi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mencapai lebih dari 250 tempat. “Destinasi sudah cukup banyak kalau yang kami pantau, sudah cukup banyak lebih dari 250 sudah menggunakan (aplikasi) PeduliLindungi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Singgih Raharjo, Kamis (9/12/2021). Singgih mengatakan bahwa menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru), wisatawan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau Visiting Jogja saat berkunjung ke tempat wisata di DIY.

Menurutnya, dengan menggunakan aplikasi tersebut, Dinas Pariwisata DIY dapat memonitor wisatawan yang datang. “Kita lakukan dengan dashboard di aplikasi Visiting Jogja kita bisa memantau wisatawan yang ada di masing-masing destinasi wisata,” ujarnya. Selain itu, Singgih melanjutkan, pihaknya nanti bekerja sama dengan pemerintah kabupaten atau kota untuk memonitor penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

“Kita terjunkan tim monitoring kerja sama dengan Kabupaten/Kota, untuk pendisiplinan PeduliLindungi. Untuk melakukan scanning QR Code baik menggunakan Visiting Jogja maupun scan langsung karena sudah terintegrasi,” kata dia. Dengan melakukan scand QR Code, status wisatawan dapat terlihat apakah yang bersangkutan bewarna hijau, kuning, atau merah. Jika status wisatawan berwarna merah atau hitam, tidak diperkenankan masuk ke area wisata. “Makanya kita lakukan pendisiplinan untuk tetap scanning. Karena kan muncul hijau, kuning, merah. Kalau merah enggak boleh masuk, hitam enggak boleh masuk,” tambahnya.

Selain untuk memonitor status wisatawan, aplikasi PeduliLindungi juga dapat memperlihatkan kapasitas di masing-masing tempat wisata. Sedangkan jika menggunakan aplikasi Visiting Jogja, wisatawan dapat melakukan reservasi sebelum masuk ke lokasi wisata. “Kapasitas masih mengikuti PPKM Level 2 yaitu 25 persen dari kapasitas normal,” katanya.

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->