5 Fakta Bendungan Ladongi yang Diresmikan Jokowi, Bisa buat Wisata Air

  • Bagikan
5 fakta bendungan ladongi yang diresmikan jokowi bisa buat wisata air
5 fakta bendungan ladongi yang diresmikan jokowi bisa buat wisata air

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (28/12/2021). Selain dihadirkan untuk memenuhi fungsi irigasi bagi empat kabupaten di sekitarnya, Bendungan Ladongi juga berpotensi dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata, terutama wisata air. Bahkan, dalam kesempatan terebut Jokowi turut menjajal perahu naga bersama sejumlah menteri yang mendampinginya. “Tadi saya mencoba memakai perahu, mendayung, karena memang arahnya waduk ini juga bisa dipakai sebagai tempat wisata sehingga ini menjadi tanggung jawab kabupaten maupun provinsi untuk nanti pengembangan selanjutnya,” kata Jokowi, seperti dikutip Kompas.com dari keterangan resmi, Selasa.

Berikut sejumlah fakta tentang Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara yang perlu kita ketahui:

Lokasi

Bendungan Ladongi berlokasi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jaraknya dari pusat Kota Kendari sekitar 122 kilometer. Untuk mencapainya diperlukan waktu sekitar 3 jam jika menaiki kendaraan.

Dikerjakan sejak 2016

Bendungan Ladongi dibangun selama periode 2016 hingga 2021. Mengutip pemberitaan Kompas.com, Selasa, pembangunan bendungan dikerjakan dalam dua paket, yakni paket I selama 2016-2020 dan paket II selama 2019-2021.

Bendungan tersebut kini siap menyuplai air irigasi seluas 3.604 hektar lahan pertanian di empat kabupaten di sekitarnya.

Biaya pembangunan

Dari data Kemeneterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bendungan yang dibangun selama kurang lebih lima tahun itu menelan biaya sekitar Rp 1,2 triliun.

Suplai iritasi 4 kabupaten

Bendungan dengan kapasitas daya tampung sebesar 45,9 juta meter kubik air ini menyuplai air irigasi seluas 3.604 hektar di empat kabupaten sekitarnya, yakni Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka.

Bendungan Ladongi juga menyediakan air baku sebanyak 120 liter per detik, reduksi banjir sebesar 176,6 meter kubik per detik, dan potensi listrik sebesar 1,3 megawatt.

Kehadiran bendungan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dalam rangka mendukung kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan.

“Tanpa air tidak mungkin kita bisa mencapai yang namanya ketahanan pangan yang baik, kedaulatan pangan yang baik, dan kemandirian pangan yang baik,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Berpotensi jadi objek wisata air

Bendungan Ladongi juga diproyeksikan dapat dikembangkan sebagai objek wisata, khususnya wisata air. Pada acara peresmian, Jokowi turut mencoba menaiki perahu naga dan mendayung di sekitar area bendungan. Seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi Kabupaten Kolaka Timur, Selasa, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Haeruddin C Maddi mengatakan bahwa posisi Bendungan Ladongi sangat bagus dan cocok untuk dijadikan destnasi wisata. Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur berharap, wisata di bendungan tersebut akan mulai hidup segera setelah peresmian dilakukan. Misalnya, mengundang kehadiran pedangan kaki lima dan masyarakat yang mengembangkan jenis wisata air. “Bendungan Ladongi ini tidak lama lagi akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kolaka Timur, seperti potensi wisata tersebut. Kami sangat berharap ini semua akan membawa dampak sangat baik yang besar bagi kami di Kolaka Timur,” ujarnya, Rabu (08/09/2021).

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->