Jumat, 8 Januari 2021

Masjid Istiqlal, Mengintip Wajah Baru Simbol Keberagaman Indonesia


Dikenal sebagai bangsa dengan nilai toleransi yang tinggi, masyarakat di Indonesia amat menghargai indahnya perbedaan. Di Ibukota, keindahan toleransi tersebut disimbolkan dengan Masjid Istiqlal.

Indahnya perbedaan juga terlihat dari arsitek yang mendisain Masjid Istiqlal, yakni Fredrerich Silaban, yang beragama Kristen Katolik. Disain masjid Frederich yang bertemakan ketuhanan membuatnya menjadi juara dalam sayembara rancangan Masjid Istiqlal pada tahun 1955.

Letaknya yang berada di tengah kota juga menjadi simbol tersendiri. Simbol bahwa sebagai negara dengan mayoritas umat Islam, kemerdekaan tidak hanya harus diisi dengan pembangunan material, tapi juga pembangunan spiritual.

Letaknya yang berada di tengah kota juga menjadi simbol tersendiri. Simbol bahwa sebagai negara dengan mayoritas umat Islam, kemerdekaan tidak hanya harus diisi dengan pembangunan material, tapi juga pembangunan spiritual.

Tidak cukup sampai di situ, letak Masjid Istiqlal yang berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta juga menjadi simbol toleransi. Ini makna yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dengan bermacam latar belakang suku, agama, dan budaya ini.

Istiqlal hingga kini masih tercatat sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 9,32 hektar. Kapasitasnya pun dapat menampung hingga 200.000 jemaah untuk melakukan ibadah shalat di dalamnya.

Kini setelah 42 tahun berdiri Masjid Istiqlal telah mengalami renovasi total dan telah diresmikan oleh Presiden Jokowi kemarin, Kamis 7 Janurai 2021.

Renovasi ini yang pertama dilakukan sejak 42 tahun lalu. Total biayanya sebesar Rp 511 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Hari ini, Masjid Istiqlal menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia telah selesai di renovasi. Alhamdulillah,” ujar Presiden dalam sambutannya, Kamis (7/1).

Presiden berharap dengan selesainya renovasi ini, Masjid Istiqlal dapat menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.

Jababeka industrial Estate

“Renovasi Istiqlal semakin megah bukan untuk gagah-gagahan, bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tapi juga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, kebanggaan bangsa kita Indonesia,” ujar Jokowi.

Jokowi menilai, setelah direnovasi Masjid Istiqlal berubah total dan tampak seperti baru kembali.

“Lanskapnya ditata ulang menjadi indah dan semakin kelihatan tertata rapi. Lantainya lebih berkilau. Tata cahayanya juga diganti, sangat modern dan indah. Sungai yang membelah Istiqlal juga semakin bersih dan rapi,” tuturnya.

Oleh karena itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah merenovasi Masjid dengan tidak hanya memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga memperhatikan aspek arsitektur, seni, dan estetika.

“Dan yang tidak kalah penting, tetap mempertahankan pada kaidah-kaidah cagar budaya bangunan masjid. Ini sangat penting,” pungkasnya

Presiden mengatakan, bahwa masjid ini didirikan sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Semangat ini jelas terekam pada tahun 1953, ketika para tokoh umat Islam berkumpul untuk mencetuskan ide mendirikan sebuah masjid sebagai simbol kemerdekaan Republik Indonesia, dan juga telah disepakati namanya ‘Istiqlal’ sebagai nama masjid yang dalam bahasa Arab memiliki arti kemerdekaan,” pungkasnya.

Karena itu dia mengharapkan Masjid Istiqlal tidak hanya megah secara fisik, tetapi jauh dari itu sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Terhadap pemberdayaan umat dan sebagai pelopor dakwah bil hal moderasi muslim dunia.

Presiden berpesan, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia melalui Masjid Istiqlal harus menjadi contoh bagi masjid-masjid negara lain.

BACAAN TERKAIT