Rabu, 22 September 2021

Persiapan Hotel dan Desa Wisata Labuan Bajo untuk KTT G20 2022


Hotel dan desa wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah disiapkan dalam rangka penyelenggaraan KTT G20 2022. Dilansir dari Kompas.com, Selasa (14/9/2021), Indonesia bakal menjadi Presidensi G20 mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menjelaskan, sejauh ini pihaknya mendata setidaknya ada 11 hotel bintang tiga hingga bintang lima dengan total kapasitas kamar sebanyak 848 kamar. Jumlahnya ditargetkan bertambah hingga 1.500 kamar pada 2022 mendatang dan diharapkan siap untuk menampung para tamu.

“Di Labuan Bajo sendiri sejauh ini sudah ada 6 Hotel dan 46 pelaku usaha tersertifikasi CHSE. Selain itu sebanyak 261 tour operator/agent dari 5 asosiasi kapal yang secara legal terdaftar juga diintegrasikan dalam satu sistem registrasi online. Begitupun ketersediaan pasokan air bersih menjadi isu penting yang menjadi pokok pembahasan bersama,” jelas Shana dalam rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (21/9/2021) malam.

Untuk informasi, CHSE adalah sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability. Ia melanjutkan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan lintas sektor guna menjamin keamanan wisatawan. Adapun vaksin Covid-19 akan terus didatangkan ke Labuan Bajo dengan target 100% warga Manggarai Barat bervaksin. Sejauh ini, target vaksin di Manggarai Barat sendiri sudah mencapai 56,68% dari total target vaksin 250.000 penduduk Manggarai Barat.

Sementara itu, kampanye CHSE di berbagai instansi dan lembaga tetap digencarkan. Setelah memfasilitasi pelaksanaan 5.000 dosis vaksin Covid-19 ke Manggarai Barat, BPOLBF menerapkan CHSE di lingkungan perkantoran, instansi pemerintahan, serta industri pariwisata yang utamanya akan melayani tamu dalam rangka G20. Untuk mengatur lalu lintas para pengunjung selama penyelenggaran berlangsung, skema travel bubble akan diterapkan. “Yang pasti kami terus berupaya memastikan kesiapan Labuan Bajo sebagai side event G20 tahun depan. Melalui sinergi seluruh pihak dan elemen terkait, Labuan Bajo siap menerima kunjungan tamu dan sekaligus menjamin keamanan masyarakat saat penyelenggaraan berlangsung. Kita terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Shana. Menurutnya, side event penyelenggaraan G20 akan fokus di Labuan Bajo, namun beberapa titik tempat wisata juga disiapkan untuk mendukung side event tersebut.

Beberapa desa wisata, di antaranya di dalam kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Goa Rangko, Cunca Wulang, dan Mbeliling, telah disiapkan. Desa wisata lainnya di luar Labuan Bajo, mulai dari Manggarai, Ngada, hingga Ende, juga dipersiapkan untuk menunjang paket perjalanan wisata selama acara berlangsung. “Banyak hal yang kami siapkan. Selain kesiapan akomodasi kami juga memastikan bahwa ada produk ekraf (ekonomi kreatif) masyarakat di Manggarai Barat dan semua Kabupaten pendukung ini siap. UMKM lokal kita persiapkan bersama agar mereka bisa memenuhi target produksi yang sesuai kebutuhan wisatawan. Intinya ada produk yang bisa dibeli,” ujarnya. Koordinasi rutin BPOLBF, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan para stakeholder menyiapkan Labuan Bajo dalam rangka KTT G20 2022. Mereka rutin mengadakan pertemuan yang dilakukan sekali dalam dua pekan. Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kesiapan aspek 3A (amenitas, atraksi, aksesibilitas) Labuan Bajo sebagai side event penyelenggaraan G20 yang menghadirkan tujuh working group meeting. Adapun tujuh working group meeting tersebut membahas, di antaranya akomodasi berstandar internasional dan lainnya yang sudah tersertifikasi CHSE, akses laut dan udara, kesiapan jaringan komunikasi 4G hingga 5G, transportasi publik ramah lingkungan, ketersediaan travel pattern (peta perjalanan), dan paket wisata.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT