Selasa, 19 Oktober 2021

Segera Dibangun di Kaki Gunung Gede Pangrango Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia


Jembatan gantung sepanjang 530 meter segera dibangun di area perbukitan kaki Gunung Pangrango, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Jembatan gantung ini digadang-gadang akan mengalahkan jembatan gantung kelas dunia seperti Arouca Portugal sepanjang 516 meter, dan Carles Kuonen Pegunungan Alpen Swiss sepanjang 490 meter.

Direktur Adventure Land Imanuel Wirajaya mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut akan dibangun di area tanah seluas 325,89 hektare.

Lahan yang digunakan terdiri dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VIII seluas 72,23 hektare melalui skema perjanjian kerja sama dan zona pemanfaatan Barubolang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seluas 253,66 hektare melalui Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam pada kawasan konservasi.

“Suspension bridge sepanjang 530 meter ini harapannya akan menjadi jembatan gantung terpanjang di dunia. Pembangunan jembatan ini sesuai dengan misi kami untuk membangun pariwisiata yang berkontribusi pada pelestarian,” kata Imanuel Wirajaya di area pembangunan jembatan gantung, Minggu 17 Oktober 2021.

Selain membangun jembatan gantung, nantinya kawasan tersebut juga akan dibangun kereta gantung sepanjang 836 meter dengan berbagai fasilitas pendukung yang menitikberatkan kegiatan petualangan tropis.

Imanuel berharap pembangunan jembatan dan kereta gantung dapat meningkatkan potensi wisata sekitar baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sementara itu, Chairman PT Eigerindo Ronny Lukito mengatakan, perizinan terkait Eiger Land Adventure telah dirintis sejak empat tahun lalu. Ronny memastikan seluruh perizinan telah dipenuhi. Kaki Gunung Pangrango di kawasan Megamendung dipilih karena memiliki lokasi yang cukup strategis, dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Ini sebenarnya cita-cita kami di tahun 2012 lalu. Saya dapat ide dari California. Saya ingin buat sebuah ekowisata taman nasional yang bernuansa lingkungan. Untuk izin tidak perlu khawatir. Kementerian Kehutanan sangat amat ketat untuk perizinan. Kami harus betul-betul memperhatikan ekosistem di kawasan ini,” kata Ronny.

Ronny menyebut, dari total lahan yang ada, Eiger hanya menggunakan 1,56 persen untuk dikelola. Menurutnya, bangunan yang dibangun semi permanen.

Jababeka industrial Estate

“Dari 300 hektare ini, peraturan kehutanan hanya bisa dikelola 10 persen, namun karena niat kami bukan ingin membangun, kami hanya pakai 1,57 persen. Itu pun semua bangunannya berbentuk panggung, enggak ada yang nempel,” ucap Ronny.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyambut baik rencana pembangunan jembatan gantung tersebut. Menurut Sandiaga, sebanyak Rp800miliar diinvestasikan selama lima tahun pada pembangunan jembatan gantung tersebut.

“Kita harapkan jembatan gantung terpanjang dengan cable car hampir 1 kilometer ini bisa jadi ikon baru di Puncak. Kita harapkan, melalui jembatan ini ekonomi kreatif dan pariwisata segera bangkit, dan manfaat untuk masyarakat juga semakin banyak,” ujar Sandiaga Uno.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan,untuk membangkitkan ekonomi kreatif dan pariwisata, masyarakat harus selalu disiplin menegakkan protokol kesehatan. Kemenparekraf juga mewaspadai gelombang 3 pandemi Covid-19 sehingga perlu ada antisipasi agar tidak ada ledakan kasus Covid-19.

“Antisipasinya dengan terus menggenjot vaksinasi. Jabar Alhamdulilah penanganan baik. Target pariwisata di era baru kita fokus pada kelestarian lingkungan juga,” kata Sandiaga Uno.***

pikiranrakyat.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT