Rabu, 3 Maret 2021

Tahukah Kamu Pulau Run Maluku Pernah Ditukar dengan Manhattan New York


Kamu pasti tidak asing dengan Manhattan, daerah elite di New York City yang mahal dan gemerlap. Namun, apakah kamu tahu tentang Pulau Run (versi lain: Rhun), pulau terkecil di Kepulauan Banda di Maluku?

Memang Manhattan jauh terkenal dibanding Pulau Run. Tak cuma lebih terkenal, Manhattan juga lebih berdenyut, lebih modern, dan lebih maju. Di sini terdapat banyak gedung pencakar langit menjulang, pusat bisnis dunia, dan kantor-kantor organisasi internasional. Sedangkan Pulau Run, sepertinya, hanya penikmat sejarah yang mengenalnya.

Namun, 350 tahun lalu situasinya tidaklah demikian. Pulau Run adalah pulau yang kaya akan pohon pala, rempah-rempah yang sangat mahal di dunia Barat, yang mahalnya bersaing dengan harga emas.

Harum buah Pala di Kepulauan Banda, Maluku, memikat bangsa asing untuk berdagang dan meraup untung di pasar dunia pada abad ke-17.

Sebelum bibit pala diselundupkan dan berhasil ditanam di banyak tempat, buah wangi itu hanya tumbuh di pulau-pulau di Kepulauan Banda, salah satunya Pulau Run. Dari Banda, pala diangkut oleh para pelaut Melayu, Tiongkok, dan India menggunakan kapal-kapal layar yang mengikuti pola angin. Mereka menuju kota-kota bandar utama seperti Malaka dan Calicut.

Dulu, Keharuman Pulau Run — pulau dengan panjang 3 km dan lebar kurang 1 km — tak sebanding dengan Nieuw Netherland (kini disebut Manhattan), pulau kecil di sebelah selatan ujung Sungai Hudson di benua Amerika, yang dikuasai Belanda pada tahun 1624.

Saat itu Pulau Run dikuasai Inggris. Belanda dengan VOC-nya yang ingin menguasai monopoli rempah-rempah di Kepulauan Banda, tidak suka dengan penguasaan Inggris atas Pulau Run. Mereka pun berperang beberapa kali, sebelum akhirnya berdamai dengan menandatangani Perjanjian atau Traktat Breda.

Pada 31 Juli 1667 di Kota Breda, Belanda, kedua belah pihak menandatangani Perjanjian Breda yang salah satu isinya adalah mengenai kesepakatan tukar guling tersebut. Pulau Run Maluku ditukar dengan Manhattan New York

Pasal 3 Perjanjian Breda memutuskan Pulau Run di Maluku yang sebelumnya dikuasai Inggris menjadi milik Belanda. Adapun Pulau Manhattan di Amerika yang merupakan koloni Belanda resmi menjadi hak Inggris. Pulau Manhattan itu dulunya disebut sebagai Niew Amsterdam.

Seiring waktu, tukar guling Manhattan dan Pulau Run itu dianggap sebagai kesepakatan pertukaran terburuk dalam sejarah, utamanya bagi Belanda. Sebab Belanda tak lama kemudian kehilangan dominasi monopoli rempah-rempahnya di Maluku, sementara Manhattan di New York berkembang pesat menjadi pusat ekonomi dunia di abad modern.

Pulau Run dan Manhatan Kini

Jababeka industrial Estate

Saat Manhattan menjadi kota penting dunia yang ditaburi pencakar langit, butik, kampus, serta restoran dan bar, Run hanya berisi segelintir sepeda motor dan dua sekolah setingkat SMP. Saat Manhattan menjadi tanah harapan bagi jutaan imigran, Run tak lebih dari noktah kecil di dunia tanpa jaringan internet dan sebagian masyarakatnya bercita-cita melihat Jakarta.

Run begitu tenggelam pamornya sampai-sampai The Times Atlas of the World lupa menerangkan keberadaannya. Padahal dahulu, pulau ini digambar ketika peta bumi belum utuh.

Run seolah belum beranjak jauh dari abad ke-17. Sejak kemunduran perdagangan pala berikut anjloknya harga pada abad ke-18, pulau itu seperti dilupakan. Nasibnya kini masih terpencil seperti lokasinya.

Secara administratif, Run berstatus desa di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jaraknya lebih kurang 114 mil laut (211 kilometer) dari Ambon, ibu kota Provinsi Maluku. Dari Ambon, perjalanan ke Run harus melalui Pulau Naira, ibu kota Kecamatan Banda, yang berjarak sekitar 17 mil laut (31 kilometer) dari Run.

Kondisi Run sangat kontras dengan Manhattan. Jika di Manhattan hiruk-pikuk lalu lintas tak pernah putus, di Run malah tak ada satu mobil pun. Jaringan jalan di pulau itu hanya berupa lapisan semen selebar 2 meter. Kepala Desa Run Bahasa Lakapota mengatakan, cuma ada delapan sepeda motor di pulau itu. Ia pun sampai hafal satu per satu nama pemiliknya.

Salah satu pemilik rumah di dekat dermaga kecil di bibir pantai Pulau Run menjadikan rumahnya sebagai guest house atau tempat penginapan bagi para pelancong. Di depan rumah itu ada papan nama bertuliskan ”Manhattan 2 Guesthouse”. Ah ya, inilah pulau di tengah Laut Banda yang dulunya setara dengan Manhattan itu.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT