Senin, 8 Februari 2021

Telaga Saat, Titik 0 Km Sungai Ciliwung Yang Menjadi Objek Wisata


Telaga Saat, Telaga Warna titik 0 kilometernya Sungai Ciliwung kini berubah menjadi objek wisata yang digandrungi

Siapa yang tidak pernah mendengar Ciliwung. Adalah sungai yang mengalir dari Propinsi Jawa Barat hingga Propinsi DKI Jakarta. Sungai sepanjang antara 113 – 120 kilometer mulai dari kawasan Puncak di Kabupaten Bogor melewati Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Pusat dan berakhir di Teluk Jakarta.

Setiap musim hujan tiba, banyak pihak dibuat repot. Namun upaya yang dilakukan oleh banyak pihak masih jauh dari harapan. Persoalan sampah yang masih terus turut ‘membanjiri, kotoran manusia dengan egois, limbah industri hingga bangunan mengangkangi sungai.

Adalah Telaga Saat, salah satu titik awal aliran sungai Ciliwung. Paling tidak, dalam dua tahun terakhir, kawasan yang semula cekungan dengan rumput tinggi serta gulma diantara bukit dengan Kebun Teh dan hutan, ditata dengan apik sebagai kawasan konservasi. Di sini, publik dapat melihat keelokan Maha Karya Sang Pencipta. Udaranya yang segar lebih sejuk, cocok untuk sekadar melepas penat.

Suasana di sekitar telaga masih begitu alami. Anda tidak akan menyangka bahwa di antara kawasan hutan lindung dan perkebunan teh ini ada sebuah telaga yang sangat indah. Uniknya, telaga ini masih sangat jernih dan masih sepi. Keheningan sangat terasa di telaga yang berlokasi di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, ini.

Telaga Saat,Titik 0 Km,Sungai Ciliwung,WIsata Alam,Bogor,Puncak

Udara yang sejuk dan keindahan alamnya membuat siapa saja yang datang ke tempat ini bakal terkagum-kagum bila melihatnya. Sepanjang perjalanan menuju Telaga Saat pun Anda akan disuguhi hamparan hijau perkebunan teh dan pemandangan Gunung Gede-Pangrango dan Gunung Kencana yang sangat indah. Suara gemericik air di kali-kali kecil yang melintas bebas di jalan memberikan rasa nyaman dan tenang. Karena keindahan dan kesejukannya, tak heran jika Telaga Saat ini dijuluki surga tersembunyi di kawasan Puncak.

Kolaborasi warna telaga yang pagi harinya biasa diselimuti kabut tipis ini sangat indah sehingga sempurna untuk Teman Traveler jadikan spot berfoto. Jika tertarik berkunjung, Teman Traveler dapat menempuh perjalanan dari Telaga Warna kurang lebih sejauh 3 km. Tiket masuknya pun sangat murah, yakni hanya Rp5.000 saja! Keindahan telaga ini begitu eksotis dan sayang untuk dilewatkan.

Jika berkunjung ke Bogor khususnya daerah puncak, Telaga Saat ini dapat menjadi salah satu destinasi pilihan terbaik untuk berburu foto dan mendapatkan ketenangan karena memang jarang dikunjungi oleh wisatawan. Mencari tempat untuk ‘melarikan diri’ dari kota? Telaga Saat dapat jadi pilihan yang sempurna!

“Pengunjung yang datang ke sini hanya warga sekitar. Belum banyak wisatawan yang yang datang ke tempat ini,” kata Bambang, warga sekitar. Tak hanya keindahan, telaga yang kedalamannya lebih dari 10 meter ini menyimpan cerita legenda yang akan melengkapi rasa penasaran pengunjung. Konon telaga ini dibuat pada masa Kerajaan Pajajaran untuk menjebak para penunggang kuda yang dipimpin oleh Prabu Kian Santang.

Mereka mengejar Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi agar masuk Islam. “Para penunggang kuda itu terperosok kedalam telaga,” kata Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kecamatan Cisarua, Teguh Mulyana. Karena itu, air dari telaga seluas 1.50 hektar ini memiliki bau yang khas yaitu seperti air seni kuda. “Jika dicium baunya seperti air seni kuda,” ujarnya.

Jababeka industrial Estate

Telaga Saat ini berasal dari Telaga Warna yang jaraknya sekitar 3 kilometer. Air Telaga Saat ini kemudian mengalir ke Sungai Citamiang dan bermuara ke Sungai Ciliwung. Untuk mencapai lokasi Telaga Saat dapat ditempuh melalui Pos Penjagaan samping gerbang pintu masuk Telaga Warna. Untuk masuk kawasan tersebut cukup membayar Rp 5000 di pos penjagaan tersebut

BACAAN TERKAIT