Wisata Pantai Glagah Kulon Progo akan Punya Food Court, Sea Food Jadi Andalan

  • Bagikan
wisata pantai glagah kulon progo akan punya food court sea food jadi andalan
wisata pantai glagah kulon progo akan punya food court sea food jadi andalan

Wisata Pantai Glagah di Kapanewon atau Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memiliki food court. Pusat kuliner itu dinamai Plaza Kuliner Glagah dengan sajian sea food yang akan menjadi andalannya. “Kami memohon dukungannya agar plaza ini nanti bisa berfungsi seperti destinasi lainnya, sehingga seperti harapan pemerintah, (kuliner jadi bagian) wisata kita berkelas dunia,” kata Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo Mantoyo.

Pernyataan itu ia sampaikan saat acara Kenduri Wisata dan acara slup-slupan di halaman Plaza Kuliner Glagah, Senin (10/1/2022). Plaza ini berupa bangunan lima blok berjajar memanjang dengan masing-masing terdiri 10 ruang atau gerai. Tiap bangunan beratap tinggi dan terbuka tanpa dinding. Berada di bawahnya terasa lapang dan tidak gerah.

Bangunan ini terletak di sebelah Timur luar pagar Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA). Lokasinya tidak jauh dari pintu gerbang masuk kawasan Pantai Glagah.

Pemerintah membangun kawasan plaza senilai lebih Rp 5 miliar ini sebagai bagian dari rencana menata kawasan Pantai Glagah. Penataan nantinya akan menyentuh hingga gerbang masuk baru, area foto, zona bermain, kawasan penjualan suvenir, dan bangunan pusat informasi turis. Plaza kuliner berkonsep pusat jajanan serba ada atau pujasera. Lokasi ini diharapkan bisa menampung usahawan kuliner yang tersebar di pantai yang sebagian beroperasi, bahkan sampai di simpadan pantai.

Wakil Ketua Paguyuban Pondok Laguna Glagah, Suyadi mengungkapkan, ada 50 gerai di plaza ini. Bangunan itu berdiri di lahan Pura Pakualaman.

Dalam operasinya nanti, sebanyak 30 gerai akan ditempati para pemilik rumah makan yang tersebar di sekitar pantai. Mereka sudah terdaftar di tiap gerai. “Sebanyak 30 gerai diisi mereka yang tadinya di sana (daerah pantai), sebanyak 20 akan dikelola Pakualaman,” kata Suyadi. Ia mengatakan, pemilik rumah makan masih menunggu waktu akan beroperasi di sana. Pasalnya, bangunan masih perlu dilengkapi sejumlah perkakas. Setelah semua lengkap, pemilik usaha rumah makan masuk plaza.

“Kapan beroperasi memang belum tahu. Yang pasti tiap gerai sudah ada yang akan menempati,” kata Suyadi.

Sumber : Kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->