Kamis, 1 Agustus 2019

Cerita Mistis di Balik Keindahan Tebing Bidadari di Gorontalo


Finroll.com – Bagi anda yang senang dengan wisata jelajah, di pedalaman Hungayono, hutan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terdapat tebing yang dijuluki “Tebing Bidadari”.

Tebing itu memiliki tinggi sekitar enam meter dengan corak yang berbeda. Di tebing itu ada gua kecil yang memiliki mata air panas.

Untuk mencapai lokasi, anda harus berjalan kaki masuk di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

“Banyak orang yang belum tahu keberadaan tebing lantaran berada jauh di dalam hutan,” ungkap Halim (46), saat memandu Banthayo.id menuju lokasi tebing, Selasa (30/7).

Menurut Halim, selain memiliki keindahan, tebing itu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Dahulu, sebagian kecil masyarakat meyakini tempat itu sering digunakan untuk bersemadi untuk meminta ilmu kebatinan.

“Tapi saat ini sudah tidak ada lagi masyarakat yang bersemadi di tempat itu,” terang Halim.

Penyebaran informasi Tebing Bidadari lewat media sosial membuat tebing ini mulai dikunjungi wisatawan.

“Tebing Bidadari makin dikenal masyarakat,” kata Halim.

Awal Cerita Tebing Bidadari

Rosna (51), warga di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, menceritakan kisah Tebing Bidadari.

Jababeka industrial Estate

Katanya, dahulu tempat itu sering dijumpai sosok perempuan yang memiliki paras cantik. Namun saat hendak ditemui, perempuan tersebut pergi dan menghilang begitu saja.

“Tapi hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat perempuan tersebut. Makanya warga menamakan tebing itu sebagai Tebing Bidadari,” jelas Rosna.

Menurut Rosna, pengunjung diharapkan menjaga sopan santun jika mendatangi lokasi itu agar tidak terjadi petaka.

“Kalau niatnya baik, insyaallah perjalanan juga mulus,” ungkapnya.

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mengatakan, Tebing Bidadari sangat berpotensi mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain mendatangi penangkaran burung maleo, pengunjung juga bisa melihat wisata alam yang di Hungayono.

“Ini nantinya akan dijadikan destinasi wisata terbatas,” tutup Hamim.

BACAAN TERKAIT