Rabu, 3 Februari 2021

Tato Suku Dayak, Seni Rajah Tubuh yang Bernilai Filosofis


Tato dan Suku Dayak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Seni lukis tubuh ini telah ada sejak lama mendarah daging di Suku Dayak. Tato bagi Suku Dayak tidak sekadar seni lukis tubuh saja. Terdapat makna dan identitas di setiap lukisan di tubuh mereka.

Tato bagi sebagian suku dayak tato merupakan hal yang tidak terpisahkan dari tubuh mereka, tato bagi suku dayak adalah sesuatu yang sakral berhubungan erat dengan beberapa kejadian dan tujuan yang sudah menjadi budaya suku di Kalimantan Indonesia.

Akan tetapi perlu kita ingat bahwa tidak semua suku dayak menggunakan tato, dan tidak semua suku dayak memiliki tato yang sama, beberapa tato memiliki motif yang sama hanya saja terkadang terdapat beberapa modifikasi.

Pada mulanya tato digunakan sebagai identitas suku saat terjadi perang suku (mengayau). Namun, setelah masa mengayau berakhir, makna tato mulai bergeser. Bagi laki-laki Dayak, kini tato menjadi tanda seseorang yang merantau.

Kaum perempuan dayak juga bertato lo. Mereka boleh merajah tangan dan kaki setelah haid pertamanya. Kalau kaum lelakinya, boleh menato seluruh bagian tubuh.

Ada 3 motif tato yang biasa digunakan. Pertama, motif tato yang digunakan buat mewakili dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Dunia atas memiliki motif burung enggang, bulan, dan dan matahari. Dunia tengah disimbolkan dengan pohon kehidupan. Sedangkan ular naga menjadi simbol dunia bawah.

Motif-motif ini tak boleh asal dipakai . Fungsi motif ini untuk membedakan status sosial. Motif dunia atas hanya dapat dipakai oleh kaum bangsawan, keturunan raja, kepala adat, kepala kampung, dan pahlawan perang. Sedangkan masyarakat biasa hanya dapat memiliki tato dengan motif dunia tengah dan bawah.

Tentu saja orang Dayak tidak mengenal ala-alat modern untuk membuat tato. Semuanya masih tradisional. Bahan-bahan yang biasa digunakan yaitu arang kayu damar dan kayu ulin. Warna hitam didapat dari jelaga periuk yang dibakar

Sebelum mengenal jarum, mereka menggunakan pemukul dari kayu yang disebut Lutedak. Di bagian ujung diberi duri dari pohon jeruk. Mereka tinggal mengikuti pola yang ditinggalkan Klinge (cetakan kayu).

Tujuan Pembuatan Tato Bagi Suku Dayak

Tato pada suku dayak di sebut “tutang”, setiap motif tato memiliki arti berbeda-beda, pembuatan dan peletakan tato juga tidak boleh dilakukan sembarangan.

Jababeka industrial Estate

Menurut kepercayaan tato berwarna hitam yang terdapat pada suku dayak akan berubah menjadi warna emas dan menjadi penerang jalan menuju keabadian setelah mereka mati dan telah melalui upacara Tiwah.

Bentuk dan gambar tato pada suku dayak umumnya di ambil dari alam seperti burung enggang yang mewakili dunia atas, tali nyawa pada cara tato dayak kalimantan katak yang mewakili dunia bawah, serta beberapa motif seperti motif bunga terong, cabang pohon dan berbagai bentuk-bentuk lain yang di ambil dari alam.

Selain itu dikenal juga tutang bajai (tato buaya), gambar naga, saluang murik, apui (api), palapas langau (sayap lalat), manuk tutang usuk, matan punei (mata burung punei), manuk tutang penang, lampinak (seperi salib), tutang tasak bajai dinding.

Motif Tato Laki-laki dan Perempuan Suku Dayak Dibedakan Bentuk dan Tujuannya.

Cara Membuat Tato

Ketika pembuatan tato para keluarga biasanya dilarang keluar rumah agar tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa pemilik tato.

tato,suku dayak,seni,budaya,kalimantan

Berikut adalah cara pembuatan tato oleh suku Dayak, pertama-tama damar dibakar kemudian upih pinang dibengkokan dengan menggunakan asapnya, arangnya dikumpulkan dan disimpan di lumbung buluh dan dicampur dengan sedikit air dan kemudian diletakkan di dalam bambu yang telah dibelah dua.

Kemudian kulit ditato atau dicacah dengan mata tutang (jarum) dengan cara dipukul dengan menggunakan kayu ulin bulat sebesar jari sampai mengeluarkan darah, kemudian luka yang timbul akibat cacahan dari mata tutang tersebut dibalurkan sale damar. Selain sale damar terkadang juga dicampur dengan emas atau tembaga.

Luka tato akan sembuh sekitar seminggu hingga satu bulan lamanya. Untuk membuat tato di sekujur tubuh biasanya dibutuhkan waktu hingga dua tahun, ini disebabkan karena mempertimbangkan sakit yang timbul ketika saat proses tato sedang berlangsung.

BACAAN TERKAIT