Sabtu, 27 Februari 2021

Tari Tradisional Indonesia yang Terkenal Hingga Mancanegara


Tarian daerah khas Indonesia atau tari tradisional merupakan salah satu tari yang sangat kental akan budaya dan adat istiadatnya. Di Indonesia, ada bermacam-macam tarian daerah dan penjelasannya yang beragam dan berbeda-beda pada setiap daerahnya.

Tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, macam-macam tarian daerah dan penjelasannya juga sudah sangat dikenal oleh wisatawan mancanegara sekalipun. Hal ini dikarenakan macam-macam tarian daerah tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi.

Benar bahwa tarian daerah Indonesia ini memiliki nilai kemanusiaan, nilai keharmonisan, nilai kerpercayaan, hingga nilai adat istiadat yang berbeda-beda untuk tiap negaranya. Tak hanya sarat akan nilai-nilai penting di dalamnya, gerakan hingga busana yang digunakan saat menari daerah juga sangat menarik dan memiliki cerminan dari budaya setempat.

Berikut adalah beberapa tari daerah dari Indonesia beserta penjelasannya yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

1. Tarian Saman dari Aceh

finroll tarisaman

Tari Saman masuk ke dalam macam-macam tarian daerah dan penjelasannya yang sudah sangat terkenal. Tari Saman merupakan tarian daerah yang berasal dari Provinsi Aceh, tepatnya dimiliki oleh Suku Gayo.

Saat ini Tari Saman sudah sangat dikenal hingga mancanegara. Hal ini dikarenakan keunikan dari tarian yang dimiliki.

Bahkan tarian ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Tarian ini dilakukan oleh banyak orang sekaligus yang bisa mencapai puluhan orang. Untuk melakukannya, dibutuhkan kekompakan dan pemahaman ritme yang tepat untuk bisa menghasilkan tarian Saman yang bagus.

Tarian ini bisa dilakukan baik laki-laki maupun perempuan. Di daerah asalnya, tarian ini biasa digelar untuk menyambut hari besar Islam.

2. Tarian Piring dari Minangkabau, Sumatra Barat

finroll taripiring

Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau biasa disebut dengan Tarian Piriang merupakan satu seni tari tradisional Minangkabau yang berasal dari Kabupaten solok, Sumatra Barat.

Tarian Piring ini memiliki ciri khasnya tersendiri. Yaitu menggunakan alat bantu piring sebagai media utamanya.

Cara memainkan tarian piring ini adalah dengan mengayunkan piring-piring tersebut dengan gerakan-gerakan yang cepat dan teratur. Dengan catatan piring tersebut tidak lepas dari genggaman tangan. Tari Piring ini merupakan salah satu simbol dari masyarakat Minangkabau.

infimas Mulia

3. Tarian Kecak dari Bali

finroll tarikecak

Tari Kecak merupakan salah satu jenis tarian tradisional yang berasal dari daerah Bali. Tarian ini sangat terkenal di kalangan turis mancanegara.

Hal ini dikarenakan keunikan yang dimiliki oleh tari Kecak. Tarian ini dilakukan dengan duduk melingkar sambil mengangkat kedua tangan dan berkata “cak”.

Kekompakan dari penari ini membuatnya sangat menarik untuk disaksikan. Maka tak heran kalau banyak wisatawan yang ingin menyaksikan tarian ini saat berkunjung ke Bali. Umumnya, tarian ini dimainkan oleh laki-laki, karena tari Kecak merupakan cerminan dari kisah Rama dan Rahwana.

Rama dan Rahwana ini merupakan seorang putri cantik dan seekor kera putih. Biasanya tari Kecak digelar di tempat yang luas deperti pinggir pantai, dan dilakukan pada saat matahari baru terbenam ataupun pada saat malam hari.

4. Tarian Jaipong dari Sunda

finroll tarijaipong

Macam-macam tarian daerah dan penjelasannya berikutnya adalah tari Jaipong. Tarian tradisional ini merupakan tarian asli yang berasal dari tanah Sunda.

Tari ini pertama kali populer di kota Karawang. Adanya tari Jaipong ini disebarkan di tanah Sunda, lalu mendapat apresiasi yang sangat bagus sehingga membuatnya sangat populer sampai saat ini.

Tari Jaipong ini dimainkan dengan menggunakan perpaduan antara gerakan serta musik tradisional gong, ketuk, ataupun gendang, sehingga membuat tarian ini semakin menarik untuk disaksikan.

5. Tarian Reog dari Ponorogo

finroll tarireog

Tari Reog Ponorogo merupakan tarian yang berasal dari Jawa Timur. Ciri khas dari tarian ini adalah topeng yang digunakan oleh para penarinya.

Di mana para penari menggunakan topeng Reog dan Warok. Topeng ini memiliki berat yang mencapai ratusan kilogram dan hanya diangkat menggunakan gigi oleh sang penarinya.

Topeng Reog Ponorogo sendiri terbuat dari bulu merak asli, sehingga memiliki tampilan yang sangat indah. Tarian ini biasanya dibawakan dalam acara-acara besar seperti festival, perayaan, hajatan, ataupun acara besar lainnya.

(Sumber : Liputan6.com)

BACAAN TERKAIT