Connect with us

Investasi

Trading Competition Live 2019, GIC-Trade Sediakan Hadiah Rp7 Miliar Bagi Para Investor

Published

on


Keterangan foto : CEO GIC-Trade Peter Tandean

Finroll.com — Perusahaan investasi derivatif, Global Investa Capital (GIC) Trade menyiapkan total hadiah Rp7 miliar bagi para investor yang ikut dalam Trading Competition Live 2019.

“Dengan modal 500 GIC-Trade, masyarakat dapat ikut berlomba dan berkesempatan meraih hadiah-hadiah yang totalnya mencapai 500,000 GIC-Trade, atau setara sekitar Rp7 miliar,” kata CEO sekaligus pendiri GIC-Trade, Peter Tandean, saat penyerahan hadiah Trading Competition Live 2019 Babak Pertama di Jakarta.

Ia menjelaskan, Trading Competition Live 2019 ini telah bergulir sejak 15 Mei 2019. Kompetisi dibagi dalam enam babak, tediri atas lima babak umum, ditambah satu babak final yang akan mempertemukan para pemenang dari lima babak sebelumnya.

Hingga saat ini, lanjut Peter, kompetisi babak pertama telah selesai dan kini babak kedua masih berlangsung, dimana tiap-tiap babak memiliki waktu pertandingan sekitar 50 hari.

Agar bisa menjadi peserta kompetisi, seseorang tentunya menjadi nasabah pengguna platform GIC-Trade yang sudah pasti diverifikasi datanya secara legal.

GIC-Trade sendiri berkerjasama dengan PT. Trijaya Pratama Futures untuk memenuhi segala prasyarat legal, sehingga GIC-Trade bisa beroperasl sesuai ketentuan-ketentuan legal pemerintahan dalam sistem perdagangan berjangka.

“Setelah diverifikasi datanya dari pihak Compliance PT. Trijaya Pratama Futures, maka para trader dapat langsung ikut berpartisipasi penuh pada Trading Competition Live 2019 secara kompetitif memperebutkan hadiah yang sudah disediakan,” jelas Peter dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Menurut Peter, Trading Competition Live akan membangun awareness masyarakat dalam berinvestasi. Masyarakat pun diharap bisa lebih melek terhadap investasi di Indonesia.

Ditanya soal goal atau target yang disasar dari Trading Competition Live 2019 ini, Peter mengatakan masyarakat yang mengikuti Trading Competition Live 2019 ini akan menyadari bahwa berinvestasi itu sebuah keharusan.

“Investasi akan meningkatkan nilai lindung terhadap aset dari inflasi, bahkan investasi akan melipat gandakan uang sehinggakian kebebasan secara finansial dapat segera terwujud,” jelas Peter.

Bagi Peter, Trading Competition Live 2019 dapat membangun keyakinan para investor agar menanamkan modalnya di dalam negeri, melalui perusahaan derivatif yang berani berinovasi secara revolusioner, kompetitif, serta punya legalitas.

“Kontribusi masyarakat pada sektor perekonomian negara juga menjadi nyata. Dengan memiliki kebebasan finansial, otomatis di masa tuanya, masyarakat dapat menikmati pensiun dari segala aktifitas rutin pekerjaannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Juara I Trading Competition Live 2019 babak pertama, Rudy Setyo Eko Putro menyampaikan terimkasih kepada GIC-Trade karena memberi kesempatan untuk berinvestasi sekaligus menjadi trader, bukan hanya bagi investor lama namun juga bagi para pemula.

“GIC-Trade menyedikan platform yang sangat bagus dibanding yang ada di pasaran saat ini. Banyak kemajuan refolusioner dalam investasi yang dirasakan,” ujar Rudy.(red)

Advertisement

Investasi

Bagaimana Dampak Revisi UU KPK ke Iklim Investasi di Indonesia?

Published

on

By

Meski menuai pro dan kontra, DPR bersama pemerintah telah merevisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Keputusan yang sudah disahkan DPR ini dianggap sejumlah pihak sebagai upaya melemahkan KPK dalam memberangus tindak pidana korupsi.

Poin yang disebut akan melemahkan itu yakni keberadaan Dewan Pengawas KPK, aturan penyadapan, kewenangan penghentian penyidikan perkara (SP3), dan status pegawai KPK yang menjadi ASN.

Lalu, apakah revisi UU tersebut berpengaruh terhadap perekonomian khususnya investasi?
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan langkah yang diambil DPR dan pemerintah dengan merevisi UU KPK malah membawa dampak buruk dari segi investasi.

“Dampaknya justru negatif ke kepercayaan investor yang mau masuk ke Indonesia. Masalah utama daya saing di Indonesia itu kan soal pemberantasan korupsi di dalam ranking daya saing global,” kata Bhima saat dihubungi kumparan, Rabu (18/9).

Bhima merasa para investor sebelum berinvestasi tentu akan melihat kepastian hukum yang ada. Ia mengungkapkan bisa saja investor enggan masuk ke Indonesia karena khawatir biayanya yang mahal karena ada praktik korupsi.

“Investor mau masuk ke suatu negara mempertimbangkan biaya-biaya silumannya. Kalau korupsinya marak terjadi artinya investasi lebih mahal, karena harus suap oknum pejabat sana sini,” ujar Bhima.

Hal itu, kata Bhima, yang membuat Incremental Capital Output Ratio atau ICOR Indonesia berada di atas angka 6 yang berarti tidak efisien. Selain itu, Bhima mencontohkan dampak secara nyata buruknya investasi karena revisi UU KPK terlihat dari larinya dana asing sampai Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir.

“Sekarang pemberantasan korupsi malah mau dilemahkan. Reaksi investor sudah jelas tidak setuju, dan terlihat larinya dana asing Rp 1,5 triliun dalam sepekan terakhir, salah satunya karena polemik KPK,” tutur Bhima.

Sementara itu, Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menganggap dampak revisi UU KPK lebih bergantung kepada bagaimana sikap masyarakat menanggapi perubahan tersebut. Ia merasa investasi tidak akan terganggu kalau masyarakat tidak gaduh.

“Kalau kita menyikapinya dengan tenang tidak muncul kegaduhan. Mencari solusi terbaik tanpa kegaduhan, saya kira investasi tidak akan terpengaruh signifikan,” terang Piter.

Menurutnya, permasalahan revisi ini adalah internal di Indonesia. Sehingga tidak begitu berpengaruh sepanjang tidak ada permasalahan seperti demonstrasi yang membuat gaduh. Kegaduhan tersebut, kata Piter, adalah yang bisa membuat pengaruh buruk terhadap investasi.

“Tapi kalau response masyarakat sangat negatif, memunculkan berbagai demo yang cenderung tidak produktif bahkan anarkis, tidak hanya memunculkan riak di tataran politik tetapi juga ketidaknyamanan bisnis, maka investasi otomatis akan terganggu,” ungkap Piter.

Continue Reading

Investasi

Wow, Amazon Mau Investasi di Gojek?

Published

on

By

Finroll.com – Gojek tengah berada di atas angin. Pasalnya, raksasa toko online Amazon sedang berada dalam tahap awal untuk membeli sebagian saham perusahaan milik Nadiem Makarim tersebut.

Langkah Amazon berinvestasi di startup sebenarnya bukan berita baru. Pada awal 2019, perusahaan milik orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, ini sudah membeli saham perusahaan pengantaran makanan asal Inggris, Deliveroo.

Di Negeri Ratu Elisabeth, Deliveroo bersaing dengan Uber Eats besutan Uber dalam bisnis pengiriman makanan.

Sementara itu, New York Times menulis bahwa Amazon bakal menjadi salah satu investor besar yang menjadi pendukung Gojek. Sebelumnya, Gojek juga sudah diguyur pendanaan jumbo dari beberapa perusahaan ternama, seperti Alibaba, Tencent, Google, hingga Visa.

Seandainya kerja sama kedua pihak berjalan mulus, nilai valuasi Gojek yang saat ini berada di kisaran 10 miliar dolar AS akan bertambah, sekaligus menguatkan posisi mereka sebagai startup decacorn.

Gojek bakal bersaing sengit dengan Grab, terutama di kawasan Asia Tenggara dengan permodalan yang besar. Seperti yang sudah diketahui, Gojek telah berekspansi di Vietnam, Thailand, hingga Singapura.

Sementara kabar terakhir, pelopor transportasi online di Indonesia itu juga telah mendapatkan lampu hijau untuk mengaspal di Malaysia, meskipun menuai pro dan kontra.

Sayangnya, baik Amazon maupun Gojek belum memberikan pernyataannya terkait rumor kerja sama ini.

Continue Reading

Investasi

Menteri PUPR : Tahun 2020, Butuh Uang Muka Rp865 Miliar Untuk Bangun Ibukota Baru

Published

on

Finroll.com — Wacana bangun ibukota, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan kebutuhan uang muka untuk membangun ibu kota baru pada 2020 mencapai Rp865 miliar. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan uang muka yang dibutuhkan untuk beberapa keperluan.

Untuk pertama menyiapkan jalan nasional non tol sebesar Rp500 miliar. Kedua, untuk penyediaan air baku, pembangunan bendungan, dan embung, serta pengendalian banjir sebesar Rp175 miliar.

Ketiga, untuk mempersiapkan sarana dan prasarana air minum dan limbah, konsultan urban design, rencana tata bangunan dan lingkungan, serta konsultan desain dasar perumahan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang kebutuhan dananya mencapai Rp90 miliar.

“Untuk program ibu kota sedang kami hitung kebutuhan uang muka. Targetnya Insya Allah paling cepat pembangunan pertengahan tahun depan,” ucap Basuki, dilansir dari CNN Indonesia, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Menurutnya, perhitungan uang muka itu belum final karena masih melakukan koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait kepastian renovasi gedung legislatif di DKI Jakarta dan pembangunan gedung baru di Kalimantan. Makanya, PUPR belum bisa memasukkan anggaran pemindahan ibu kota dalam pagu anggaran tahun depan.

“Tadi kami terakhir kontak dengan (pihak DPR) terkait pembangunan gedung DPR, karena akan pindah masih perlu tidak dibangun di sini,” jelasnya.

Sebagai informasi, postur pagu anggaran Kementerian PUPR pada 2020 sebesar Rp120,21 triliun. Dana itu akan dikucurkan untuk sekretariat jenderal sebesar Rp520,05 miliar, inspektorat jenderal Rp111,74 miliar, Ditjen Binar Marga Rp42,95 triliun, Ditjen Cipta Karya Rp22 triliun, dan Ditjen Sumber Daya Air Rp43,97 triliun.

Lalu, Ditjen Penyediaan Perumahan mendapatkan anggaran Rp8,48 triliun, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rp263,77 miliar, Badan Penelitian dan Pengembangan Rp452,11 miliar, Ditjen Bina Konstruksi Rp725,5 miliar, Badan Pengembangan Infrastruktur Rp199,39 miliar, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rp525,18 miliar.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending