Connect with us

Sepakbola

UEFA Ingin Pindahkan Final Liga Champions ke Jerman

Published

on


FINROLL.COM — UEFA ingin memindahkan babak semifinal dan final Liga Champions ke Jerman lantaran tidak jelasnya perkembangan pandemi virus corona di Turki.

Pada musim 2019/2020, badan sepak bola Eropa itu menunjuk Stadion Ataturk di Istanbul, Turki sebagai venue final Liga Champions.

Akan tetapi, turnamen level elite antarklub Eropa itu tidak berjalan dengan semestinya akibat wabah Covid-19.

Sejak pertengahan Maret lalu, Liga Champions musim ini dihentikan. Sebagian tim tuntas melakoni dua pertandingan di babak 16 besar dan memastikan lolos ke perempat final.

Sementara itu, beberapa tim lain baru menggelar leg pertama babak 16 besar. Meski demikian, UEFA bertekad menyelesaikan Liga Champions musim ini. UEFA dan Asosiasi Klub-klub Eropa ingin Liga Champions selesai pada akhir Agustus.

Segala upaya dilakukan UEFA, termasuk dengan rencana memangkas menggelar dua leg di sisa babak gugur.

Baru-baru ini, UEFA juga ingin memberlakukan skema final four yang seluruhnya digelar di Jerman. Dengan skema itu, maka pertandingan semifinal dan final Liga Champions musim ini bisa dilangsungkan di Jerman, tidak lagi di Turki.

Sejumlah faktor menjadi alasan UEFA mendorong final four Liga Champions di Jerman. Yang utamanya karena tidak jelasnya kondisi penyebaran Covid-19 di Turki, dikutip dari Sky Sports Italia.

Selain itu, desakan beberapa klub yang ingin perempat final digelar di tempat netral dan Liga Jerman yang lebih dahulu “restart” dibanding liga-liga lain di Eropa juga menjadi pendukungnya.

Menurut Sky Sports Italia, pada tanggal 7 dan 8 Agustus mendatang UEFA juga berencana menggelar leg kedua babak 16 besar, termasuk untuk laga Barcelona vs Napoli dan Juventus vs Lyon. (CNNIndonesia)

Advertisement Valbury

Sepakbola

Akhir Musim Paling Menarik Dalam 3 Dekade Terakhir La Liga : Periode 1993 / 1994 Jadi Milik Barcelona

Published

on

By

Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

Finroll.com, Jakarta – La Liga 2019 / 2020 masih berlangsung ketat. Dua tim raksasa tradisional, Real Madrid dan Barcelona menjadi kuda pacu terdepan yang bisa meraih titel Liga Spanyol musim ini.

Saat ini, Real Madrid hanya unggul satu poin dari Barcelona. Real Madrid masih bisa menjauh jika sanggup menekuk Alaves pada laga nanti malam. Pada sisi lain, perseteruan dua musuh bebuyutan tersebut bisa menjadi gambaran persaingan La Liga yang tak kalah panas dengan liga-liga lain di kawasan Eropa.

Sepanjang sejarah La Liga, ada beberapa musim yang berstatus ‘ketet’, bahkan sampai membutuhkan pekan terakhir untuk mengetahui siapa yang berjaya. Nah, jika menilik sejarah, bisa saja titel musim ini berasal dari pertarungan jornada terakhir.

Bagi para penggemar La Liga, ada beberapa momen bersejarah dan menarik, yang bisa menggambarkan pertarungan ketat hingga akhir musim. Satu di antara musim tersebut adalah 1993/1994.

Saat itu, Barcelona menjadi pihak yang paling berbahagia. Barcelona menggagalkan Real Madrid meraih gelar juara di musim 1991/1992 dan 1992/199. Tapi, pertandingan terakhir musim 1993/1994 lebih dramatis.

Drama Penalti

Deportivo La Coruna bersaing meraih gelar La Liga untuk kali pertama mereka setelah memimpin klasemen selama berbulan-bulan. Mereka butuh menang atas Valencia di kandang untuk memastikan gelar. Depor, yang gugup dalam pertandingan itu, menyia-nyiakan beberapa peluang, dan skor masih 0-0 di jeda pertandingan.

Pada area lain, tepatnya di Camp Nou, Barcelona berhasil menang 5-2 atas Sevilla. Johan Cruyff dan timnya berkumpul di pinggir lapangan untuk mendengarkan radio disaat pemain sayap Depor, Nando, dijatuhkan di kotak penalti.

Donato, yang biasa mengambil tendangan penalti, sudah diganti pemain lainnya, sehingga bek Miroslav Đukić, maju sebagai eksekutor. Sayang, tendangannya dapat dihalau kiper Valencia, José Luis González. Alhasil, Barcelona langsung melakukan selebrasi, dan itu adalah akhir musim yang pahit bagi Depor dan Đukić. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Inter Milan dan Chelsea Hampir Capai Kesepakatan Transfer Emerson Palmieri, Olivier Giroud Juga Diincar

Published

on

By

Bek Chelsea, Emerson Palmieri, (AFP Photo/Glyn Kirk)

Finrll.com, Jakarta – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, dikabarkan ingin bereuni dengan mantan anak asuhnya di Chelsea, Olivier Giroud dan Emerson Palmieri. Menurut laporan media Italia, kedua kubu hampir mencapai kesepakatan soal transfer Palmieri

Inter Milan ingin memboyong Emerson karena sesuai kebutuhan tim. Conte ingin menambah opsi pemain di sektor bek kiri yang selama ini stoknya tipis.

Selain Palmieri, Giroud juga menjadi sasaran bidikan Inter Milan. Klub berjuluk La Beneamata tersebut sudah lama mengincar pemain Prancis itu.

Emerson dan Giroud juga bukan sosok asing bagi Conte. Mereka pernah bekerja saat Conte masih mengarsiteki Chelsea.

The Blues dikabarkan menyematkan banderol sekitar 25 juta euro hingga 30 juta euro untuk Emerson. Bagi Inter Milan, membeli pemain Brasil itu secara harga lebih masuk akal dibanding mengejar Marcos Alonso yang berbanderol 40 juta euro (Rp655 miliar).

Saat ini, Emerson dan Giroud sama-sama sudah memasuki tahun terakhir kontrak mereka di Chelsea. Emerson tercatat menyumbangkan satu assist dalam 19 laga musim ini, sedangkan Giroud mencetak enam gol dalam 18 pertandingan.

Nilai Kontrak

Bek Chelsea, Emerson Palmieri, berebut bola dengan gelandang Nottingham Forest, Alex Mighten, pada laga Piala FA di Stadion Stamford Bridge, London, Minggu (5/1). Chelsea menang 2-0 atas Forest. (AFP/Adrian Dennis)

Inter Milan dan Chelsea dikabarkan sudah sepakat dengan nominal transfer senilai 25 juta euro (Rp 409,5 miliar) untuk Emerson. Kedua kubu tinggal membahas beberapa detail kontrak secara lebih terperinci.

Emerson Palmieri diboyong Chelsea dari AS Roma. Ia tercatat sudah 2,5 tahun merumput di Stamford Bridge.

Sepanjang musim ini, Emerson Palmieri tak selalu mendapat jaminan tampil sebagai starter. Dalam beberapa kesempatan ia harus duduk di bangku cadangan. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Sepakbola

Real Madrid Siap Negosiasi dengan Peminat Luka Jovic

Published

on

By

Luka Jovic mencetak gol pertamanya untuk Real Madrid pada laga melawan Leganes. (dok. Real Madrid)

Finroll.com, Jakarta –  Real Madrid dikabarkan Marca bakal melepas Luka Jovic ke klub lain pada bursa transfer musim panas tahun ini. Bahkan, Madrid siap bernegosiasi dengan klub yang menginginkan tanda tangan Jovic.

Pemain berusia 22 tahun tersebut bergabung dengan Madrid pada musim panas 2019. Berhasil mencetak 27 gol bersama Eintracht Frankfurt pada musim lalu membuat Luka Jovic diharapkan bisa menjadi suksesor Karim Benzema di lini serang.

Akan tetapi, Jovic tampil kurang meyakinkan. Dia baru mencetak dua gol dan dua assist dari 25 laga bersama Real Madrid pada musim ini.

Selain minim kontribusi, Luka Jovic juga kerap berulah dan melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona, satu di antaranya adalah menggelar pesta barbekyu di kediamannya.

Situasi tersebut membuat Real Madrid gerah. Manajemen El Real berencana untuk melepas striker Timnas Serbia itu ke klub lain pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Real Madrid dikabarkan siap mendengar tawaran dari klub lain yang menginginkan jasa Luka Jovic. Seperti dilansir Transfermarkt, banderol Jovic saat ini berada di angka 32 juta euro (Rp 522 miliar).

Diincar AC Milan

Satu di antara klub yang tertarik meminang Luka Jovic dari Real Madrid adalah AC Milan. I Rossoneri tertarik dengan sang striker untuk menjadi suksesor Zlatan Ibrahimovic di lini serang.

Saat ini, durasi kerja Ibra bersama Milan akan berakhir pada 30 Agustus 2020. Belum ada tanda-tanda mantan kapten Timnas Swedia itu bakal memperpanjang kontrak baru, meski AC Milan diyakini belum ingin mengakhiri kerja sama.

Demi bisa memboyong Luka Jovic ke San Siro pada musim panas tahun ini, manajemen Il Diavolo Rosso telah bertemu dengan agen sang pemain, Fali Ramadani. Kebetulan, Ramadani juga agen dari penyerang AC Milan, Ante Rebic. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending