Connect with us

News

Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia di Malaysia

Published

on


Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia di Malaysia

Finroll.com – Pendiri Yayasan Pesantren Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham alias Ustaz Arifin Ilham meninggal karena penyakit kanker getah bening yang diidapnya. Dia tutup usia saat dalam perawatan di Malaysia.

“Innalillahiwainnailaihirojiun. Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham . Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah swt, aamiin,” tulis anak mendiang Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, melalui akun Instagram, seperti dikutip CNNIndonesia.com pada Rabu (22/5) malam.

Arifin Ilham sempat menyembunyikan penyakit kanker nasofaring ke publik. Dia baru mengabarkan penyakitnya itu pada Desember 2018, dan dia menyatakan saat itu kanker yang diidapnya berada pada stadium 4.

Namun, ketika itu dia mengaku kondisinya berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama dua bulan.

“InsyaAllah secepatnya Abi dipulangkan dari Malaysia dan dimakamkan di pesantren Azzikra, Gunung Sindur, Bogor. Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah,” ucap Alvin.
Salah satu sahabat mendiang, KH Abdullah Gymnastiar atau dikenal dengan nama Aa Gym juga membenarkan kabar itu.

“Telah wafat guru, sahabat kita Ustad Arifin Ilham. Pukul 23.20 waktu Penang. Semoga beliau berbahagia berjumpa dengan Alloh yang amat dicintai dan dirindukannya.. Selamat jalan wahai mujahid. Allohummaghfirlahuu Warhamhuu Wa’afiih Wa’fuanhuu,” tulis Aa Gym melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Advertisement Valbury

News

Penumpang KRL dari Stasiun Bogor Tembus Hingga 15 Ribu Orang

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Antrean calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang akan berangkat kerja ke Jakarta terlihat sangat panjang dan ramai di Stasiun Bogor pada Senin (6/7) pagi.

VP Corporate Communications KCI Anne Purba mengungkap penumpang KRL yang berangkat dari Stasiun Bogor menuju ke Stasiun Jakarta Kota dan Tanah Abang jumlahnya semakin meningkat.

Menurut Anne, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Bogor pada pukul 04.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB pada Senin pekan lalu sekitar 12 ribu orang, hari ini jumlahnya sudah sekitar 15 ribu orang.

Anne mengungkap walau jumlah penumpang KRL belum mencapai normal, tapi penumpang sudah semakin ramai. Dalam kondisi normal, penumpang KRL yang berangkat dari Stasiun Bogor pada Senin pagi sekitar 25 ribu orang.

Dia memaparkan jumlah penumpang KRL masih dibatasi maksimal 74 orang dengan setiap gerbong dan menerapkan protokol kesehatan.

“Pembatasan jumlah penumpang ini untuk menjaga dan menghindari penularan covid-19,” katanya dikutip dari Antara, Senin (6/7)

Sejak Senin pagi, antrean calon penumpang KRL terlihat mulai dari dekat peron, di lorong, di halaman stasiun mulai dari depan pintu tap tiket mengular sampai ke luar. Antrean juga terlihat di lorong luar stasiun sampai ke pintu masuk parkir mobil, yang jaraknya lebih dari 150 meter.

Anne mengatakan antrean calon penumpang mulai ramai sekitar pukul 04.30 WIB.

Menurut Anne, pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor mulai pukul 04.00 WIB, pada saat itu belum terjadi antrean. Namun, kedatangan warga Kota Bogor dan sekitarnya yang akan berangkat ke Jakarta jauh lebih banyak dari jumlah kapasitas penumpang KRL yang diberangkatkan.

Hal ini menyebabkan antrean yang semakin panjang. Antrean terlihat masih tampak panjang sampai sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, tertib dan rapih karena pegawai stasiun yang dibantu personil dari Polri dan TNI mengaturnya dengan baik. Para pengantre dibuat jalur khusus yang dibatasi oleh pagar pembatas maupun plastik garis polisi, sehingga antrian tetap berada di dalam koridor antrean.

Agar menjadi lebih tertib, antrean dibagi tiga kelompok, yakni di dalam stasiun, di halaman stasiun, dan di luar stasiun, sehingga tidak terjadi penumpukan.(cnnindonesia.com)

Continue Reading

International

Kasus Baru Corona Melonjak, Australia Isolasi Victoria

Published

on

By

Ilustrasi tenaga medis yang menangani virus corona. (AP Photo/Domenico Stinellis)

Finroll.com, Jakarta – Pemerintah Australia akan mengisolasi negara bagian Victoria dengan menutup akses keluar masuk wilayah itu setelah menemukan lonjakan kasus virus corona dalam beberapa pekan terakhir.

Victoria merupakan rumah bagi sekitar 6,6 juta penduduk. Negara bagian terpadat kedua di Negeri Kanguru itu mendeteksi 127 kasus baru virus corona pada Minggu (5/7).
Sebagian besar kasus baru itu terdapat di Melbourne yang berasal dari klaster sejumlah kompleks apartemen.

Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison berencana menutup perbatasan Victoria mulai Selasa (7/7) tengah malam. Langkah isolasi ini merupakan yang pertama dilakukan Australia sejak pandemi corona pertama kali terdeteksi di negara tersebut.

Dikutip dari AFP, Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews, menggambarkan keputusan isolasi sebagai “langkah pintar dan tepat” di tengah tantangan yang dihadapi pemerintah untuk mengendalikan Covid-19. Dengan penguncian wilayah ini, rencana membuka perbatasan Victoria dengan kawasan selatan Australia kembali tertunda.

Sebelum mengisolasi Victoria, pemerintah Australia telah lebih dulu menerapkan lockdown Kota Melbourne.
Penguncian diberlakukan setelah ditemukan 73 kasus baru virus corona di Melbourne dalam 24 jam hingga Rabu (1/6). Angka ini naik dari 64 kasus yang dilaporkan pada Selasa.

Beberapa infeksi baru menyebar dari staf hotel yang menampung karantina wisatawan yang baru tiba dari perjalanan luar negeri. Wisatawan tersebut menjalani karantina di hotel selama dua pekan. Kasus baru itu diperoleh setelah pihak berwenang melakukan tes Covid-19 terhadap lebih dari 20 ribu orang pada Selasa (30/6).

Hingga kini Australia memiliki 8.586 kasus virus corona dan 106 kematian.

(cnnindonesia.com)

Continue Reading

Nasional

Kepala Dinas di Jabar Wafat Positif Corona, 134 PNS Tes PCR

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) terhadap 134 pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar. Tes ini dilakukan menyusul meninggalnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar, Mochamad Solihin karena positif virus corona awal bulan ini.

“Jadi sekarang kita ada tes untuk ratusan pegawai. Untuk hasil swab belum bisa didapatkan hari ini, kemungkinan baru besok hasil swab perlahan didapatkan,” kata Eri, Senin (6/7).

Adapun pengetesan swab dilakukan oleh tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan tes kepada anggota keluarga Solihin. Dari pengetesan tersebut hasilnya dua anggota keluarga almarhum turut positif Covid-19.

“Dua orang yang positif,” kata Daud.

Ia pun memastikan anggota keluarga yang positif telah diisolasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Sedangkan, anggota keluarga lainnya yang dites swab turut diisolasi namun di kediamannya masing-masing.

Saat ini, kata dia Gugu Tugas akan terus melakukan pelacakan kontak dalam kasus Solihin.

“Tracing terus dilakukan dan ditindaklanjuti dengan langkah yang diperlukan misalnya swab, isolasi, dan sebagainya,” ujar Daud.

Diketahui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mochamad Solihin meninggal dunia pada 1 Juli 2020 lalu. Ia sempat merasakan gejala demam pada 26 Juni lalu kemudian dirujuk ke rumah sakit sesuai prosedur penanganan Covid-19.

Sehari setelahnya, Solihin menjalani tes swab dan hasilnya keluar pada 29 Juni, yakni positif virus corona. Ia lalu menjalani isolasi di RS Santo Borromeus dan meninggal dunia pada 1 Juli.

Penjabat sementara Wali Kota Bandung pada 2018 itu kemudian dimakamkan dengan menggunakan protokol Covid-19.(cnnindonesia.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending