Connect with us

MotoGP

Valentino Rossi Kecewa Johann Zarco Tak Jadi Bergabung ke Yamaha

Published

on


Finroll.com, Jakarta – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, merasa kecewa Johann Zarco urung bergabung dengan timnya sebagai test rider pada musim ini. Bagi Rossi, Zarco bisa membawa dampak positif untuk Yamaha.

Johann Zarco masih terikat kontrak dengan KTM sampai 31 Desember 2019. Akan tetapi, dia telah dibebaskan dari balapan sejak MotoGP Aragon, Spanyol, 22 September lalu.

BACA JUGA : 

Sejak saat itu, pembalap berusia 29 tahun tersebut mengincar jabatan test rider, demi kembali berkompetisi di MotoGP 2021 mendatang. Mendengar pengakuan itu, Yamaha segera mendekati Zarco.

Meski begitu, kesepakatan batal tercapai karena Johann Zarco menerima tawaran dari LCR Honda untuk tiga seri terakhir MotoGP musim ini. LCR dan Honda kebetulan membutuhkan pembalap pengganti sementara untuk Takaaki Nakagami, yang akan menjalani operasi bahu setelah menjalani pekan balap di Motegi.

“Sungguh disayangkan. Bukan rahasia lagi bahwa Yamaha mengincar Johann sebagai test rider, dan dia bakal sangat penting bagi kami,” ujar Rossi.

“Kini dia justru mendekat ke Honda, dan kami harus lihat apa yang akan dia lakukan pada 2020,” lanjut Valentino Rossi.

Cari Test Rider yang Ideal

2. Johann Zarco – Pebalap kelahiran Prancis yang sempat menarik perhatian usai catatkan performa gemilang di awal musim 2018. Tercatat musim lalu enam podium berhasil diraih bersama Monster Yamaha Tech 3. (AFP/Franck Fife)

Rossi pun yakin Yamaha harus bekerja lebih keras mencari orang dengan potensi tinggi untuk memegang jabatan test rider.

“Tampaknya kami harus mencari test rider cepat lainnya, dan sangat sulit mencari seseorang seperti Johann,” ungkap 9 kali juara dunia asal Italia tersebut.

Zarco sejatinya bukan sosok yang asing bagi Yamaha. Setelah meraih gelar juara dunia Moto2 pada musim 2015 dan 2016, Zarco naik ke MotoGP pada 2017 dan membela Monster Yamaha Tech 3 selama dua musim.

Selama di tim satelit Yamaha itu, dia sukses meraih enam podium, empat pole, dan konsisten bertarung di papan atas.

Pada musim ini, dia pindah ke Red Bull KTM Factory Racing. Namun, Zarco kesulitan beradaptasi dengan RC16 dan harus susah payah masuk 10 besar.

Hasil terbaiknya di MotoGP musim ini hanyalah finis di posisi ke-10 dalam balapan di MotoGP Catalunya, Spanyol, pada Juni lalu.(bola.com) 

MotoGP

Ini yang Harus Dilakukan Fabio Quartararo Sebelum Jadi Rival Terkuat Marc Marquez

Published

on

By

Pembalap tim Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, mulai MotoGP musim depan pindah ke Monster Energy Yamaha (AFP/Lillian Suwanrumpha)

Finroll.com, Jakarta –  Sebelum dianggap sebagai rival terkuat Marc Marquez pada masa depan, Fabio Quartararo harus membuktikan diri terlebih dahulu dengan cara merebut kemenangan di MotoGP. Inilah yang dinyatakan ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, kepada Paddock GP, Selasa (30/6/2020).

Chicho, yakni sosok yang ‘menggembleng’ Lorenzo sejak anak-anak sampai bisa merebut 5 gelar dunia, tentu tahu banyak soal apa yang harus dan tidak dilakukan oleh seorang pebalap jika ingin merebut kesuksesan.

Mengamati debut Fabio Quartararo di kelas tertinggi pada 2019, di mana ia merebut 7 podium dan 6 pole, Chicho pun yakin kemampuan rider 21 tahun itu hanya tinggal di asah sedikit agar bisa lebih baik lagi tampil di lintasan dan benar-benar menjadi rival berat Marquez.

Gebrakan Quartararo tahun lalu memang membuatnya kembali dijuluki ‘The Next Marc Marquez’, julukan yang pernah diberikan banyak orang padanya saat masih turun di CEV Moto3 pada 2013 dan 2014. Chicho pun mengaku paham mengapa Fabio Quartararo bisa sampai mendapatkan julukan yang cukup ‘serius’ tersebut.

“Kami yakin pada Fabio sampai-sampai menyebutnya sebagai bintang baru MotoGP dan sebagai suksesor Marc Marquez. Di MotoGP, ia terbukti bisa sangat cepat dan meraih hasil baik meski membela tim satelit. Ia bahkan bisa tampil lebih baik dari Rossi dan Vinales pada beberapa kesempatan. Kami sudah lihat ia mampu ‘mengganggu’ Marc,” ungkapnya.

Motor Paling Bersahabat

Marc Marquez (kanan) seolah hendak mencekik leher Fabio Quartararo (kiri) pembalap Petronas Yamaha SRT asal Prancis. (AFP/Jorge Guerrero)

Chicho pun yakin debut gemilang Quartararo juga terbantu fakta bahwa YZR-M1 merupakan motor paling bersahabat di MotoGP, yang cocok dengan segala jenis gaya balap. Meski begitu, untuk benar-benar bersaing sengit dengan Marquez, Quartararo harus bekerja lebih keras lagi.

“Juga benar bahwa Yamaha adalah motor yang mudah dikendarai. Dengan motor itu, pebalap lain juga langsung cepat sekalinya berkendara. Tapi apakah Fabio akan benar-benar bisa melawan Marc?” tutur Chicho, yang juga mentor Lorenzo School, akademi balap yang mengorbitkan Joan Mir.

“Jika Fabio menemukan tombol yang tepat di kepalanya, yang bisa membantunya mendapatkan langkah terakhir untuk mulai meraih kemenangan dan ikut memperebutkan gelar dunia, maka barulah memungkinkan ia bisa menjadi lawan Marc yang sepadan,” pungkasnya. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

MotoGP

Dovizioso Bakal Tampil di Pembuka MotoGP 2020

Published

on

Finroll – Jakarta, Pembalap Ducati Andrea Dovizioso dikonfirmasi akan tampil dalam seri pembuka MotoGP 2020 di MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, 19 Juli mendatang.

Dovizioso mengalami patah tulang pada ajang motocross di Italia sehingga harus menjalani operasi bahu pada Minggu (28/6) waktu setempat.

Akun Twitter Ducati Course mengonfirmasi operasi Dovizioso berjalan dengan baik. Pembalap asal Italia itu itu pun diproyeksikan tampil pada seri pembuka MotoGP musim ini.

“Dovizioso sukses menjalani operasi tulang selangka kiri di Policlinico di Modena kemarin malam,” ucap Ducati.

“Dia akan segera memulai rehabilitasi dan ambil bagian dalam pembuka MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez pada 19 Juli 2020,” kata Ducati menambahkan.

Dovizioso mendapat izin dari Ducati tampil di kejuaraan motocross MX regional di Emilia Rogmana, Italia. Ikut sertanya pembalap 34 tahun itu disebut sebagai bagian dari persiapan MotoGP 2020.

Akan tetapi, nahas bagi runner-up MotoGP 2019 tersebut. Dovizioso menabrak motor lain saat mendarat dari lompatan yang mengakibatkan patah tulang selangka kiri dan harus mendapat operasi.

Bakal tampilnya Dovizioso di pembuka MotoGP 2020 sesuai dengan prediksi sang manajer, Simone Battistella. Sebelumnya Battistella optimistis Dovizioso akan membalap di Sirkuit Jerez.

“Andre kesakitan, tapi tetap stabil. Mungkin ini patah tulang yang sebenarnya tidak perlu operasi.”

“[Namun] kami melakukan operasi kepada Andrea [untuk menguatkan kondisi] agar dia bisa segera berlatih dalam beberapa hari sehingga bisa tampil pada balapan perdana [MotoGP Spanyol],” ujar Battistella.

Masa depan Dovizioso di Ducati sendiri masih belum jelas. Pasalnya, Dovizioso belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Ducati.

MotoGP 2020 akan dimulai di Sirkuit Jerez, Spanyol, 19 Juli mendatang. Live streaming MotoGP Spanyol bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com, sementara siaran langsung balapan di Trans7.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

MotoGP

Ternyata Ini Alasan Ducati Izinkan Andrea Dovizioso Balapan Motocross yang Berujung Kecelakaan dan Patah Tulang

Published

on

By

4. Andrea Dovizioso (Ducati) - 1,3 juta Follower. (EPA/Luca Zennaro)

Finroll.com, Jakarta –  Andrea Dovizioso mengalami kecelakaan ketika mengikuti lomba motocross di trek Monte Coralli, Faenza, Italia, Minggu (28/6/2020).

Akibat kecelakaan itu, pembalap Ducati itu mengalami patah tulang selangka bahu kiri dan harus menjalani operasi pada hari yang sama.

Operasi sendiri berjalan sukses, tapi Andrea Dovizioso hanya punya waktu kurang lebih dua pekan. Karena pada 15 Juli, ia harus sudah mengikuti sesi tes MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Kemudian di trek yang sama, MotoGP 2020 juga menggelar dua lomba pertama pada tanggal 19 dan 26 Juli.

Pastinya tidak ada pihak yang disalahkan dari kejadian ini. Karena Dovizioso tampil di balapan motocross setelah mendapat izin dari Ducati.

Komentar Pihak Ducati

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, memilih untuk mengendarai motocross di waktu luang yang dimiliki. (Instagram/@andreadovizioso)

Lantas apa alasan manajemen Ducati mengizinkan Andrea Dovizioso berlomba motocross padahal tahu risiko terjatuh sangat besar dan MotoGP 2020 sudah di depan mata?

“Kami tahu motocross adalah kegiatan yang menimbulkan beberapa risiko. Kami masih mengizinkan Andrea karena dia telah menjelaskan kepada kita bahwa dia perlu menemukan kembali rangsangan dan sensasi (mengendarai motor) yang hanya bisa diberikan oleh kompetisi nyata,” Kata Ciabatti.

“Sisi lain, motocross juga jenis latihan yang dilakukan banyak pembalap MotoGP. Jadi, pada akhirnya, kita harus lega bahwa cedera itu tidak memiliki konsekuensi serius dan bahwa Andrea akan dapat [berpartisipasi] di lomba pertama musim ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, sebelum kecelakaan Dovizioso saat berlomba motocross, pihak Ducati juga sedang bernegosiasi dengan pembalap asal Italia itu terkait perpanjangan kontrak untuk MotoGP 2021.

Sampai kini, Ducati-Dovizioso belum mencapai kata sepakat. Konon masalahnya akibat nilai kontrak yang masih terlalu kecil untuk runner-up MotoGP tiga musim terakhir itu. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending