Connect with us

Nasional

Waketum DPP Gabema Sibolga-Tapteng : Kapten Bongsu Pasaribu Layak Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Published

on


Finroll.com — Tapteng, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Keluarga Besar Masyarakat (Gabema) Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) Masriadi Pasaribu mengatakan Kapten Bongsu Pasaribu layak mendapat gelar Pahlawan Nasional pasalnya Komandan Round I kesatuan Harimau Mengganas Tapanuli untuk wilayah Sorkam-Barus itu merupakan Patriot sejati dia gugur dimedan Perang dengan kondisi sangat tragis saat berlangsung pertempuran besar besaran dengan pasukan Belanda di Harakka Barus tanggal 3 Maret 1949.

“Mari kita dukung pemerintah Tapteng yang akan mengusulkan gelar Pahlawan Nasional bagi Kapten Bongsu Pasaribu kepada Pemerintah Pusat “Kapten Bongsu Pasaribu yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945-1949 layak mendapat gelar Pahlawan Nasional karena dengan Patriotis rela mengorbankan jiwa raga demi Bangsa dan Negara, jadi mari kita dukung,” ujar Masriadi, Senin (19/8/2019).

Ia juga mengatakan, guna kelancaran Pengusulan gelar Pahlawan Nasional tersebut Pemerintah Tapteng perlu membentuk Team yang terdiri dari kalangan akademis dan tokoh masyarakat yang bisa menerangkan sejarah perjuangan Kapten Bongsu Pasaribu.

Masriadi yang berprofesi sebagai Advokat itu menambahkan rencana Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani mengusulkan Kapten Bongsu Pasaribu untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional kepada Pemerintah Pusat mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan termasuk dari Putra Sibolga-Tapteng yang berada diperantauan, dan jika Pengusulan gelar Pahlawan Nasional itu berhasil tentu akan mengharumkan daerah Sibolga-Tapteng yang melahirkan sejumlah Pahlawan Nasional yang gagah berani merebut maupun mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Demikian juga bagi Bupati Tapteng saat ini keberhasilan tersebut tentu akan menjadi suatu prestasi besar baginya, berbeda halnya dengan Bupati sebelumnya tidak terpikir bagi mereka untuk mengusulkan gelar Pahlawan Nasional bagi Kapten Bongsu Pasaribu.

“Dari sekian banyak putra Sibolga-Tapteng yang berjuang merebut maupun mempertahankan kemerdekaan yang mendapat gelar Pahlawan Nasional hanya beberapa orang saja diantaranya Dr Ferdinan Lumban Tobing dan Oswal Siahaan, jadi kalau Kapten Bongsu Pasaribu berhasil mendapat gelar Pahlawan Nasional tentu nama daerah ini akan semakin harum baik ditingkat nasional maupun internasional, karena daerah ini melahirkan banyak Pahlawan Nasional” sebutnya.

Lebih jauh Masriadi mengatakan gelar Pahlawan Nasional adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang yang telah gugur atau meninggal dunia atas perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara sebagai mana diatur dalam Undang Undang No 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan dan selanjutnya penganugrahan gelar pahlawan nasional dilaksanakan oleh Presiden RI menjelang peringatan hari pahlawan nasional tanggal 10 November

“Usulan pemberian gelar pahlawan nasional diajukan kepada Kementerian Soaial baik melalui perorangan, kelompok maupun melalui Pemerintah Daerah, selanjutnya kementerian Sosial akan mengajukan permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional tersebut kepada Presiden melalui dewan gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan” tegasnya.(Bernard)

Advertisement

Nasional

Pelangi Nusantara Manado 2019, Gelar Seminar Nasional Kedirgantaraan

Published

on

Finroll.com — Dalam rangkaian kegiatan Pelangi Nusantara Manado 2019, digelar Seminar Nasional Kedirgantaraan di hotel Novotel Manado dengan tema Pengelolaan Wilayah Udara Nasional untuk kepentingan pertahanan dan peningkatan perekonomian nasional. Seminar diikuti berbagai unsur diantaranya para pejabat di lingkungan pemerintahan provinsi Sulawesi Utara dan kota Manado, para akademisi, wartawan, mahasiswa, pelajar dan para praktisi serta tokoh masyarakat Manado lainnya. Kamis (19/9).

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE MM dalam keynote speech yang dibacakan Aspotdirga Kasau Marsda TNI Nazirsyah, M.Sc., menyampaikan bahwa pemanfaatan wilayah udara harus senantiasa memperhatikan tiga aspek utama, yaitu Pertahanan Negara (Security), Keselamatan Terbang (Safety) dan Ekonomi.
Ketiga aspek tersebut harus seimbang, agar pemanfaatan wilayah udara dapat terlaksana dengan aman, membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas dan tidak menganggu kedaulatan negara, lanjut Kasau.

Kasau berharap, melalui seminar ini agar para peserta memiliki wawasan dan pemahaman yang komprehensif terkait pengelolaan wilayah udara nasional untuk pertahanan negara serta mendukung peningkatan ekonomi nasional.

Seminar nasional tersebut menampilkan para nara sumber yang ahli dalam bidang kedirgantaraan, yaitu Marsekal TNI (Pur) Chappy Hakim yang menyampaikan materi Wilayah Udara Nasional dalam Aspek Pertahanan Negara di Udara dan Nilai Strategis Wilayah Udara Nasional dan Kewajiban untuk Mengelolanya.

Nara sumber kedua Laksma TNI Sriyanto, S.T. jabatan Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan RI dengan materi Kebijakan dan Strategi Dalam Pengelolaan Potensi Sumdanas untuk Kepentingan Pertahanan dan Keamanan Negara. Narasumber ketiga adalah Prof. H. Atip Latipulhayat, S.H., LLM., Ph.D., menyampaikan materi Pengelolaan Wilayah Udara untuk Kepentingan Nasional.(red)

Continue Reading

Nasional

Pangkohanudnas Tutup Latihan Perkasa “D” Tahun 2019

Published

on

Keterangan Gambar : Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., beserta staf di ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” melalui video conference (vicon) dengan seluruh Kosekhanudnas dan unsur-unsur Hanud Kosekhanudnas IV, Biak, Papua, di Ruang Yudha Popunas, Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (23/9). 

Finroll.com — Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” melalui video conference (vicon) dengan seluruh Kosekhanudnas dan unsur-unsur Hanud Kosekhanudnas IV, Biak, Papua, di ruang Yudha Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), Makohanudnas, Halim Perdanakusuma Selasa (24/9).

Panglima didampingi Kas Kohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa beserta pejabat Kohanudnas. Melalui vicon tersebut Pangkohanudnas selain menyampaikan apresiasi atas terlaksanananya latihan dengan aman juga memberikan arahan serta menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” tahun 2019.

Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., selaku Direktur Latihan (Dirlat) menyatakan “Selama beberapa hari para peserta Latihan Hanudnas Perkasa “D” telah mencurahkan tenaga dan pikirannnya semaksimal mungkin, untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditentukan. Dari dinamika latihan, kita mengetahui dan memahami pentingnya koordinasi dan mengasah kemampuan secara terus-menerus agar kemampuan kita mengaplikasikan perangkat lunak maupun perangkat keras hanud dapat diwujudkan secara nyata.

Selain itu juga dari pelaksanaan Latihan Hanudnas Perkasa “D” ini dapat ditemukan berbagai permasalahan yang terkait dengan kesiapan hardware serta software yang dimiliki, untuk dijadikan bahan pemikiran dalam upaya pembangunan kemampuan dan kekuatan, jika dihadapkan pada tugas-tugas yang sebenarnya di masa mendatang”, tegas Pangkohanudnas.

Lebih lanjut disampaikan “melalui latihan ini profesionalisme kita diuji seberapa baik kita mengimplementasikan perangkat lunak dan perangkat keras Hanud serta menjalin koordinasi dan interoperabilitas dengan unsur-unsur Hanud juga pihak terkait lainnya. Mengingat tugas-tugas kedepan akan terus berkembang, maka wajib bagi kita untuk terus belajar dan meng up date pengetahuan maupun keterampilan, sehingga kita professional dalam bidang tugas kita.

Personel terlibat dalam latihan tersebut yang meliputi personel dari Kosekhanudnas IV, Satrad jajaran Kosekhanudnas IV (Satrad 242, Satrad 243, Satrad 244 dan Satrad 245), juga unsur-unsur hanud seperti unsur tempur 1 flight SU 27/30 dari Lanud Hasanuddin, 1 flight Fokker 28 dari Lanud Pattimura, 1 Heli Penerbad dan SAR Paskhas dari Lanud Hasanuddin serta 1 Heli Penerbad dan SAR Paskhas di Lanud Pattimura.(red)

Continue Reading

Nasional

Analisa Siapa Dibalik #Turunkan Jokowi yang Menjadi Trending Topic Saat Ramai Demo Mahasiswa

Published

on

By

Gerakan tagar di Twitter yang memprotes kinerja pemerintah beberapa hari ini makin menguat. Beberapa waktu lalu, muncul tagar #MahasiswaBergerak yang disusul #GejayanMemanggil seiring aksi pada Senin 23 September 2019.

Setelah kedua tagar tersebut, muncul tagar #TurunkanJokowi. Siapa sih di balik gerakan tagar ini? Apa narasi yang dibawa pada tagar ini?

Pantauan analisis percakapan media sosial Drone Emprit menunjukkan tagar #TurunkanJokowi ternyata sudah muncul sejak kemarin lho, namun menjelang Senin tengah malam 23 September 2019 baru muncul di trending topic Twitter. Penasaran informasi dibalik #TurunkanJokowi? Simak data temuan dari Drone Emprit ini ya.

Kapan muncul #TurunkanJokowi

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mengungkapkan, tagar #TurunkanJokowi muncul pada Senin 23 September 2019 pukul 11.00. Pada pukul 21.00, tagar ini naik pesat dan menjelang tengah malam kian melambung.

Satu kluster

Dari peta analisis media sosial Drone Emprit, ujar Ismail, tagar #TurunkanJokowi ini punya kluster sendiri yang disokong oleh akun-akun yang berbeda dengan akun penggerak tagar #GejayanMemanggil lho.


Bukan klaster #GejayanMemanggil

Jika dibandingkan dengan kluster percakapan #GejayanMemanggil, Drone Emprit menunjukkan tagar #Turunkan Jokowi bukan bagian dari mereka yang mengangkat tagar #GejayanMemanggil.

Ismail menduga tagar #TurunkanJokowi digulirkan oleh kelompok oposisi, beda dengan #GejayanMemanggil yang dimotori mahasiswa dan kaum akademik.


Akun influencer #TurunkanJokowi

Kalau dilihat dari data Drone Emprit tuh, tagar ini digawangi oleh akun influencer yaitu @opposite6890, @localhost911, do_ra_dong, @candraidw_md, dan @Aisyadiaa.


Relasi kuat

Meski beda kluster, namun gerakan kedua tagar tersebut, menurut pantauan Drone Emprit, punya relasi kuat. Lha kok bisa ya?

Relasi itu terlihat di peta analisis percakapan media sosial. Relasi menandakan dukungan oposisi pada gerakan #GejayanMemanggil. Tapi oposisi memilih melahirkan tagar baru #TurunkanJokowi.

“Akun mahasiswa tidak mengamplifikasi tagar ini (#TurunkanJokowi)” tulis Ismail.

Nah tahu kan, artinya mahasiswa sejauh ini masih fokus dengan agenda mereka. Tak mau ikut larut di luar fokus mereka.


Untuk itu, Ismail mengingatkan agar gerakan mahasiswa hati-hati dengan narasi yag mencoba menyusup pada agenda di luar fokus mereka. Waspadai penyusup di media sosial maupun saat aksi di lapangan.
Share

Sumber: viva.co.id

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending