Connect with us

Science & Technology

Welcome, Samsung Galaxy F!

Published

on


Samsung Galaxy F

Finroll.com – Ponsel lipat Samsung Galaxy F kabarnya akan diumumkan pada 7 November mendatang di acara konferensi pengembang Samsung di San Fransisco, Amerika Serikat. Sebelumnya kabar soal meluncurnya ponsel ini memang telah santer terdengar.

Bukti lain kalau Samsung memang akan meluncurkan ponsel lipat adalah berdasarkan laporan dari The Wall Street Journal. Media ini menyebut kalau Samsung tengah melakukan pembicaraan dengan YouTube dan Netflix untuk membuat konten yang cocok ditaruh pada layar perangkat yang dapat dilipat.

Samsung Galaxy F

Selain itu, Galaxy F ini juga dilaporkan memiliki model dengan nomor SM-F900U. Laporan itu juga menyebut bahwa perangat baru ini tengah diuji dengan firmware F900USQU0ARJ5. Samsung juga kabarnya telah bekerjasama dengan Google untuk membuat tampilan Android dengan antarmuka khusus untuk perangkat yang bisa dilipat.

Banyak yang memperkirakan bahwa perangkat ini akan menggunakan layar Super AMOLED. Layar dibagian luar bisa digunakan layaknya ponsel biasa saat dilipat. Ketika lipatan dibuka, maka perangkat bisa dijadikan seperti tablet.

GizmoChina mengatakan bahwa perangkat besutan perusahaan Korea ini memiliki kapasitas baterai 3.000mAh dengan ukuran layar utama sebesar 7,29 inci dalam mode tablet, dan untuk ukuran layar sekunder sebesar 4,58 inci.

Samsung Galaxy F

Galaxy F sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat sejak beredarnya video berupa ponsel lipat yang dirilis oleh Samsung pada 2013. Namun Samsung terus mengundur peluncuran ponsel lipat ini meski telah berulang kali sempat memamerkan konsep ponsel tersebut. Setelah sekian lama tak terdengar, akhirnya perusahaan asal Korea ini kembali meniupkan isu perangkat lipat itu pada Juli lalu.

Samsung Galaxy F mungkin bukan ponsel lipat pertama. Sebab sebelumnya startup China Royole sempat telah meluncurkan ponsel Flexpai dengan layar lipat. Ada kemungkinan perangkat ini akan diluncurkan pada MWC 2019 dengan banderol harga yang cukup tinggi. Perangkat ini diperkirakan akan dijual untuk pasar Eropa dan Asia. (CnnIndonesia)

Advertisement

Science & Technology

WhatsApp Jajaki Kerjasama Dengan Perusahaan Pembayaran Digital dan Bank di Indonesia

Published

on

Finroll.com — Konsep bisnis WhatsApp tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan pembayaran digital dan bank di Indonesia untuk bisa menjalankan bisnis pembayaran digital di dalam negeri.

WhatsApp hanya akan berfungsi sebagai platform di Indonesia yang mendukung pembayaran melalui dompet digital lokal seperti dikatakan Sumber Reuters.

Konsep bisnis yang dibawa ke Indonesia ini berbeda dengan rencana WhatsApp di India yang akan menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer secara langsung. Sebab, WhatsApp melihat regulasi terkait sistem pembayaran digital di Indonesia cukup ketat.

Sugeng selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, BI melalui ketentuan baik Peraturan Bank Indonesia (PBI) atau Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) telah memberikan pokok-pokok yang harus dipenuhi bagi siapapun yg ingin menyediakan jasa sistem pembayaran di Indonesia, baik mengajukan izin atau persetujuan kerja sama.

Proses perizinanya akan tergantung dari jenis instrumen atau layanan sistem pembayaran yang akan disediakan oleh perusahaan tersebut.

“Jika telah ada pengajuan izin resmi, baru BI akan melihat dan dapat menganalisis lebih dalam,” ujarnya.(red)

Continue Reading

Science & Technology

Aplikasi Baru Pesaing Gojek dan Grab, Tarif Mobil Mulai Rp 5.000

Published

on

By

Finroll.com-  Masyarakat di Banjarmasin dapat memesan mobil atau sepeda motor di layanan internasional Maxim melalui aplikasi seluler dan situsid.taximaxim.com. Maxim akan menjadi pesaing Gojek dan Grab.

“Biaya perjalanan langsung dapat diketahui setelah rute dicantumkan: perjalanan dengan sepeda motor akan dikenakan biaya mulai dari Rp3.000, dalam mobil biasa – mulai dari Rp5.000. Biaya tidak tergantung pada kondisi lalu lintas dan tidak berubah di akhir perjalanan. Berkat hal tersebutlah, para penumpang akan dapat dengan mudah mengatur biaya pengeluaran mereka untuk transportasi,” dalam keterangan resmi Maxim yang diterima Tempo, Selasa 20 Agustus 2019.

Salah satu fungsi-fungsi unik yang terdapat di dalam aplikasi ini ialah peluang untuk membuat reservasi dan mencantumkan rute yang rumit, yang terdiri atas beberapa alamat sekaligus, komunikasi gratis dengan pengemudi yang terjamin keamanannya.

Untuk preferensi, dapat dicantumkan pula mengenai pengangkutan bagasi atau hewan peliharaan, meminta bantuan dari pengemudi, menuliskan jumlah nominal uang Anda, yang memerlukan kembalian. Pengguna, yang ingin berbagi kepada orang lain tentang lokasi keberadaan mereka di perjalanan, dapat mengirimkan tautan menuju peta berisi rute perjalanan.

Ini sangat nyaman untuk dilakukan, terutama ketika Anda perlu menjemput teman di perjalanan atau memastikan perjalanan orang terdekat Anda nyaman dan lancar.

Order akan dipenuhi oleh para mitra layanan – armada taksi dan angkutan prbadi. Dalam aplikasi Taxsee Driver, mereka memilih jenis kendaraan, yang akan mereka gunakan dan melihat order berdasarkan tarif mereka sendiri di berbagai wilayah kota.

Dalam hal ini, aplikasi langsung menunjukkan biaya order dan mengizinkan mereka untuk memenuhi yang terdekat dari lokasi mereka saat itu.

Dengan demikian, para pengemudi akan selalu mengetahui jumlah yang mereka hasilkan, mempersingkat waktu mengemudi tanpa penumpang, sekaligus menghemat bahan bakar.

Selain Banjarmasin, layanan pesaing Gojek ini juga beroperasi di Jakarta, Surakarta, Pekanbaru, Bandar Lampung, Balikpapan dan Yogyakarta.

Continue Reading

Science & Technology

Kemenperin Cari Peluang Inovasi Pendukung Kendaraan Listrik

Published

on

Finroll.com — Kalangan peneliti maupun pengambil kebijakan yang terlibat dalam melakukan kegiatan inovasi perlu memiliki pemahaman mengenai paten. Hal tersebut beralasan, karena paten terkait dengan hak cipta.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara mengatakan, melalui paten, kita mengetahui celah-celah mana yang harus kita miliki dan melakukan proses inovasi pembela­jaran lebih lanjut untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang lain. Jadi, terhindar dari masalah gugatan hukum, serta tidak terjadi tumpang-tindih,” ujar dalam siaran pers di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Dalam etimologinya, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi dalam kurun waktu tertentu untuk melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.

Sementara itu, hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait hal tersebut, Kemenperin sedang mendorong pemanfataan Patent Mapping bagi para pelaku industri manufaktur di Indonesia. Patent Mapping merupakan suatu metode untuk melakukan identifikasi dan pemetaan teknologi yang sedang berkembang melalui pengolahan dan pemanfaatan database paten di seluruh negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO).

“Hasil dari Patent Mapping dimaksudkan untuk dapat dijadikan acuan rekomendasi kebijakan dalam penyusunan strategi yang tepat,” tuturnya.

Ngakan menyebutkan, salah satu pemanfaatan Patent Mapping tools ini, misalnya untuk melakukan identifikasi dan pemetaan perkembangan teknologi daur ulang baterai di berbagai negara. Dalam hal ini, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit kerja di bawah BPPI, sedang melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium.

“Jadi, nanti hasilnya diharapkan sebagai salah satu solusi dalam mengatasi potensi permasalahan lingkungan atas baterai kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.

Ngakan menjelaskan, bahwa dalam pengembangan kendaraan listrik, 60% kuncinya ada pada baterai dan bahan untuk membuat baterai. “Dalam perkembangannya ke depan, perlu dipertimbangkan bagaimana tata kelola penggunaan baterai dari kendaraan listrik, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Kepala BPPI, pemerintah telah menerbitkan regulasi untuk menstimulus percepatan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Oleh karena itu, BPPI sebagai unit kerja di lingkungan Kemenperin yang bertanggung jawab men­jalankan program pembentukan ekosistem inovasi, terus fokus men­dorong terciptanya ekosistem inovasi dengan melibatkan parti­sipasi dari seluruh stakeholder,” paparnya.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending