Connect with us

Ekonomi Global

World Economic Forum Dihadiri Para Menteri Dan Konglomerat RI

Published

on


World Economic Forum

Sejumlah menteri dan beberapa perusahaan konglomerat asal Indonesia menghadiri pertemuan ekonomi tahunan bergensi, World Economic Forum  (WEF) di Davos, Swiss.

Finroll.com – WEF tahun ini rencananya bakal membahas arsitektur revolusi industri 4.0. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pertemuan tahunan World Economic Forum tersebut juga bakal dihadiri kepala negara dan tokoh bisnis seluruh dunia. Para tokoh bisnia yang hadir, antara lain, Bill Gates, George Soros, hingga CEO Uber dan CEO Goldman Sach.

Sementara berdasarkan keterangan resmi Kemenkominfo, dari Indonesia bakal hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong.

Dari kalangan pebisnis, bakal hadir Ketua Kadin Roesan Roeslani, CEO PT Bakrie Global Ventura Anindya Bakrie, Pendiri & CEO Tokopedia William Tanuwidjaja, Direktur Grup Lippo John Riady, dan sejumlah tokoh bisnis lainnya.

Tema pertemuan tahun ini adalah Globalization 4.0: Shaping a Global Architecture in the Age of the Fourth Industrial Revolution. Revolusi Industri 4.0 diwujudkan oleh teknologi tercanggih di berbagai bidang. Baik secara fisik, digital maupun biologis – mereka dikombinasikan untuk mencipta inovasi tercepat dengan skala terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Secara umum, transformasi industri ini mengubah cara individu, pemerintahan dan perusahaan berhubungan satu sama lain. Dalam forum tersebut, para petinggi negara dan pebisnis juga akan membahas bagaimana manfaat globalisasi industri dapat dirasakan secara merata.

Baca Juga: Koperasi Dinilai Masih Belum Bersaing di Era Bisnis Modern, Kenapa?

World Economic Forum Annual Meeting juga akan berfokus pada ratifikasi strategis Globalisasi 4.0 dan dampaknya pada kerja sama global dan Revolusi Industri 4.0.

ASIA sebagai Blok Baru, telah menjadi topik utama lainnya dalam pertemuan tahunan ini. Alasannya, karena blok ini memiliki rekor yang cukup mengagumkan dalam hal pertumbuhan ekonomi, perkembangan, dan kerja sama regional.

Rencananya akan terdapat sejumlah insiatif yang akan diwujudkan Indonesia dan beberapa negara lainnya dalam forum pertemuan tersebut. Pertama, digital ASEAN yang akan dibentuk oleh dewan penasihat dari lima menteri ASEAN, salah satunya Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara.

Kedua, ASEAN Regional Strategic Group RSG. Komunitas utama di forum ini adalah para pemimpin pemerintahan, akademik, dan bisnis di wilayah ASEAN. Dengan tujuan menyediakan panduan strategis dalam mendefinisikan visi dan agenda bersama ASEAN. RSG dibentuk pada 2016 dan organisasi ini biasa mengadakan pertemuan dua tahun sekali, di Davos dan ASEAN Summit.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Profesor Ekonomi Internasional Universitas Indonesia Mari Elka Pangestu merupakan anggota permanen dari kelompok strategis ini.

Ketiga, RBC terdiri atas pada pemimpin di kalangan bisnis, yang berkomitmen membentuk agenda regional melalui kolaborasi pemerintahan dan swasta. Dewan ini menyediakan wadah interaksi untuk para anggotanya, membentuk strategi untuk kawasan ini, dan berinteraksi dengan forum sepanjang tahun dan mendorong proyek-proyek untuk merespons isu regional yang telah mendesak.

Source By: CNNIndonesia
Advertisement Valbury

Ekonomi Global

Akibat Konflik AS-China Soal Hong Kong Minyak Dunia Anjlok

Published

on

Finroll – Jakarta, Minyak berjangka jatuh pada akhir perdagangan Rabu (27/5) waktu AS atau Kamis pagi waktu Indonesia. Kejatuhan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan sedang memikirkan respons kuat terhadap undang-undang keamanan yang diusulkan China di Hong Kong.

Kejatuhan juga dipicu keraguan pasar atas komitmen Rusia memangkas produksi minyak. Dikutip dari Antara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun US$1,54 atau 4,5 persen jadi US$32,81 per barel.

Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun US$1,43 atau 4,6 persen ke level US$34,74 dolar AS per barel.

Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ ini memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari (bph) pada Mei dan Juni. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman setuju melanjutkan koordinasi lebih erat dan lanjut dalam membatasi produksi minyak.

Namun banyak yang merasa Rusia mengirimkan sinyal beragam menjelang pertemuan antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dalam waktu kurang dari dua minggu mendatang.

“Kedengarannya hebat di atas kertas, tetapi pasar menahan kegembiraan sampai kami mendapatkan rincian lebih lanjut tentang apakah akan ada pemotongan, berapa banyak barel akan dipotong dan lamanya pemotongan,” kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn.

Sementara itu ketegangan antara Amerika Serikat dan China terus meningkat. Peningkatan terjadi setelah China mengumumkan rencana untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.

Pengumuman itu memicu protes di jalan-jalan. Tak hanya itu, dari AS, Menteri Luar Negeri Negeri Paman Sam Mike Pompeo mengatakan Hong Kong tidak lagi memerlukan perlakuan khusus berdasarkan hukum AS.

Pernyataan itu memberikan pukulan terhadap Hong Kong terkait status mereka sebagai pusat keuangan utama. Selain dua faktor tersebut, penurunan harga minyak juga terjadi akibat dampak ekonomi pandemi virus corona.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Ekonomi Global

Corona, China Akan Terbitkan Surat Utang 3,75 Triliun Yuan

Published

on

Pemerintah China akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai 3,75 triliun yuan atau US$526 miliar demi mendongkrak belanja atau pengeluaran sebagai pemulihan dampak virus corona.

Perdana Menteri China Li Keqiang menuturkan dana segar dari surat utang khusus itu akan digunakan untuk mengongkosi pengeluaran infrastruktur dalam pembangunan ekonomi setelah dilanda pandemi covid-19.

“China akan menerbitkan 3,75 triliun yuan dalam bentuk obligasi pemerintah khusus tahun ini,” ujarnya mengutip AFP, Jumat (22/5).

Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu sebesar 1,6 triliun yuan.

Menurut Li, dana yang dihimpun akan digunakan sebagai modal proyek, dengan prioritas, belanja barang untuk infrastruktur baru.

Sebelumnya diberitakan, fokus Pemerintah China dalam rangka pemulihan ekonomi usai covid-19 adalah pengeluaran fiskal. Selain itu, untuk meningkatkan lapangan pekerjaan. Ditargetkan, 9 juta lapangan kerja tercipta melalui program pemulihan.

China sendiri berencana mengerek defisit fiskalnya menjadi 3,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini. Defisit itu lebih lebar ketimbang tahun lalu yang sebesar 2,8 persen. (CNN/ADAM)

Continue Reading

Ekonomi Global

Makin Panas! Trump Bakal Beri Sanksi ke China

Published

on

Hubungan Amerika Serikat dan China sepertinya bakal makin panas ke depan.

Para senator AS, dari partai Republik, mengusulkan undang-undang yang akan memberi wewenang kepada

Sanksi akan diberikan jika negeri Panda gagal memberikan laporan lengkap soal asal mula mewabahnya corona jenis baru (COVID-19).

Sanksi bisa berupa pembekuan aset, larangan perjalanan, pencabutan visa, pembatasan pinjaman untuk bisnis asal China oleh lembaga AS dan larangan listing di bursa.

Senator bernama Lindsey Graham itu mengatakan dirinya amat yakin ada manipulasi yang dilakukan Partai Komunis China yang menyebabkan virus masuk ke AS dan menewaskan 80 ribu orang.

“Saya yakin China tidak akan pernah bekerja sama secara serius dengan penyelidikan, kecuali dipaksa melakukannya,” tegasnya dikutip dari Reuters, Rabu (13/5/2020).

Apalagi, klaimnya, China selalu menolak peneliti asing masuk dn mempelajari wabah tersebut. Graham mengatan UU tersebut akan disebut sebagai “UU Pertanggungjawaban COVID-19”.

Jika disahkan, aturan ini akan meminta presiden untuk membuat ‘sertifikasi’ selama 60 hari, yang ditujukan kepada parlemen AS.

Sertifikasi itu berisi jawaban soal apakah benar China telah memberikan data yang lengkap terkait COVID-19 dalam penyelidikan yang dilakukan AS dan negara sekutu atau organisasi PBB yang terkait misalnya WHO.

Rancangan UU (RUU) ini juga akan menekan China untuk menutup semua pasar tradisional basah yang bisa membuat manusia terpapar penyakit.

China juga diminta membebaskan semua pendukung pro-demokrasi Hong Kong yang ditahan. Ini dilakukan sebagai upaya menekan laju penyebaran pandemi.

Sebagaimana diketahui, COVID-19 disebut berasal dari pasar ikan dan hewan langka di Wuhan, Provinsi Hubei, China bagian timur.

Saat ini berdasarkan data Worldometers, COVID-19 sudah menginfeksi 212 negara dan teritori. Jumlah pasien positif secara akumulatif mencapai 4 juta orang lebih.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending