Connect with us

Investasi

Wow, Amazon Mau Investasi di Gojek?

Published

on


Finroll.com – Gojek tengah berada di atas angin. Pasalnya, raksasa toko online Amazon sedang berada dalam tahap awal untuk membeli sebagian saham perusahaan milik Nadiem Makarim tersebut.

Langkah Amazon berinvestasi di startup sebenarnya bukan berita baru. Pada awal 2019, perusahaan milik orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, ini sudah membeli saham perusahaan pengantaran makanan asal Inggris, Deliveroo.

Di Negeri Ratu Elisabeth, Deliveroo bersaing dengan Uber Eats besutan Uber dalam bisnis pengiriman makanan.

Sementara itu, New York Times menulis bahwa Amazon bakal menjadi salah satu investor besar yang menjadi pendukung Gojek. Sebelumnya, Gojek juga sudah diguyur pendanaan jumbo dari beberapa perusahaan ternama, seperti Alibaba, Tencent, Google, hingga Visa.

Seandainya kerja sama kedua pihak berjalan mulus, nilai valuasi Gojek yang saat ini berada di kisaran 10 miliar dolar AS akan bertambah, sekaligus menguatkan posisi mereka sebagai startup decacorn.

Gojek bakal bersaing sengit dengan Grab, terutama di kawasan Asia Tenggara dengan permodalan yang besar. Seperti yang sudah diketahui, Gojek telah berekspansi di Vietnam, Thailand, hingga Singapura.

Sementara kabar terakhir, pelopor transportasi online di Indonesia itu juga telah mendapatkan lampu hijau untuk mengaspal di Malaysia, meskipun menuai pro dan kontra.

Sayangnya, baik Amazon maupun Gojek belum memberikan pernyataannya terkait rumor kerja sama ini.

Business

Abu Dhabi Lirik Tiga Proyek Infrastruktur di Aceh

Published

on

By

Finroll – Aceh, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), lembaga pengelola dana investasi, melirik tiga proyek infrastruktur di Aceh. Yakni, pembangunan bandara baru di Sabang, moda transportasi massal monorail di Banda Aceh, termasuk pembangunan pipa gas Lhokseumawe.

Deputi Direktur Bidang Investasi Properti dan Infrastruktur ADIA Salem Al Darmaki bilang dalam waktu dekat pihaknya segera mengirimkan tim ke lapangan untuk menindaklanjuti rencana investasi tersebut.

“Pihak ADIA saat ini sedang giat berkomunikasi dengan counterpart dan kementerian terkait di Indonesia untuk membentuk satu lembaga dana tabungan pembangunan infrastruktur Indonesia-Abu Dhabi,” ujar Salem usai pertemuan bersama delegasi Pemerintah Daerah Aceh, Selasa (10/3).

Lembaga tersebut, nantinya akan membuat satu departmen khusus untuk pembangunan infrastruktur di Aceh. Ia melanjutkan investasi di bidang infrastruktur di Aceh sangat menjanjikan, mengingat perkembangan perekonomian Indonesia yang semakin baik secara umum, serta potensi ekonomi Aceh di sektor pariwisata dan energi.

Salem mengatakan pihaknya juga akan mengajak para investor lain untuk turut serta bergabung dalam proyek pembangunan di Indonesia dan Aceh pada khususnya.

“Bagi kami Aceh adalah layaknya saudara yang saling bahu-membahu dan saling membantu pada saat membutuhkan. Kami merasa membantu saudara kami bersama-sama membangun,” imbuh dia.

Aceh, sambung dia, juga sangat berpotensi untuk menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat dari Timur Tengah, mengingat faktor lokasi yang dekat dan kesamaan budaya Islam.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku memberi dukungan dan kebebasan kepada pihak ADIA yang telah memilih Aceh sebagai pintu masuk untuk beberapa proyek investasi lainnya di Indonesia.

“Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil, keperluan Aceh terhadap infrastruktur merupakan salah satu syarat mutlak yang harus segera dilakukan,” terangnya.

Nova menambahkan Aceh terbuka kepada semua investor dari negara manapun, dalam usaha peningkatan penciptaan lapangan kerja uang baru. “Insyaallah, kami akan terus melakukan tindak lanjut supaya rencana investasi ini dapat segera terwujud,” kata Nova.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Business

Harga Emas Antam ke Rp822 Ribu per Gram

Published

on

By

Finroll – Jakarta, Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp822 ribu per gram pada Kamis (5/3) atau turun Rp5.000 dari Rp827 ribu per gram pada Rabu (4/3). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) turun Rp5.000 dari Rp749 ribu menjadi Rp744 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp435,5 ribu, 2 gram Rp1,59 juta, 3 gram Rp2,36 juta, 5 gram Rp3,93 juta, 10 gram Rp7,79 juta, 25 gram Rp19,38 juta, dan 50 gram Rp38,68 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp77,3 juta, 250 gram Rp193 juta, 500 gram Rp385,8 juta, dan 1 kilogram Rp771,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.638,7 per troy ons atau melemah 0,26 persen. Begitu pula harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,12 persen ke US$1.638,97 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional melemah seiring berkurangnya sentimen pendukung bagi aset safe haven. Sentimen positif justru menjadi stimulus bagi aset berisiko.

“Penguatan harga emas menjadi tertahan karena ada peralihan investasi ke aset berisiko, seperti indeks saham karena isu stimulus,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Kemarin, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin ke kisaran 1,0 persen sampai 1,25 persen. Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pemangkasan tersebut merupakan langkah darurat yang dilakukan lembaganya untuk mendorong ekonomi AS.

Khususnya, di tengah tekanan wabah virus corona yang mulai menekan perekonomian dunia, termasuk Negeri Paman Sam. Proyeksinya, harga emas ada di kisaran US$1.610 sampai US$1.660 per troy ons pada hari ini.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Business

IHSG diproyeksi meradang pada perdagangan

Published

on

By

IHSG diproyeksi meradang pada perdagangan Jumat (28/2) karena aksi risk off investor. Ilustrasi. (SindoNews).

Finroll – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi meradang pada perdagangan Jumat (28/2). Investor asing beramai-ramai melakukan aksi risk-off ataw menghindari risiko pada pergerakan IHSG.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan aksi risk-off menjadi faktor utama pelemahan di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona di luar China.

“Keresahan tersebut mengalahkan optimisme investor pada stimulus pemerintah pada sektor pariwisata dan properti yang seakan tak memberi efek berarti,,” ungkap Lanjar dikutip dari risetnya hari ini.

Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.643-5.666 dan resistance 5.487-5.620.

Sementara itu, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar. Bahkan, ia memprediksi ada potensi penguatan pada perdagangan akhir pekan.

“Momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpotensi menguat,” tutur William.

Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.490 dan resistance 5.721.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak lesu. Indeks Dow Jones terjun 4,42 persen ke level 25.766, S&P 500 memerah 4,42 persen ke level 2.978, dan Nasdaq Composite turun 4,61 persen menjadi 8.566.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending