Connect with us

MotoGP

Yamaha Gandeng ‘Monster Energy’ Sebagai Sponsor Utamanya Pada MotoGP 2019

Published

on


MotoGP 2019

Yamaha resmi menggandeng Monster Energy sebagai sponsor utama pada balapan MotoGP 2019.

Finroll.com – Managing Director of Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, menilai kesepakatan ini memberikan energi baru bagi duet Valentino Rossi dan Maverick Vinales di MotoGp 2019 nanti.

Pada musim lalu, Rossi dan Vinales cukup kewalahan dalam persaingan merebut gelar juara dunia. Hingga akhirnya, mereka harus puas menduduki posisi ketiga dan keempat pada klasemen akhir.

Jarvis mengaku sudah menemukan permasalahan yang didapatkan Rossi dan Vinales hingga kalah dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. Kini, Yamaha datang dengan energi baru dan siap bersaing di level tertinggi pada musim depan.

“Kami sudah menemukan permasalahan yang perlu kami perbaiki di awal musim ini setelah melewati musim lalu yang berat. Dan menemukan kembali semangat di dalam tim ini. Kami berharap bisa meraih kemenangan lagi lewat semangat itu,” ujar Jarvis di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin 4 Februari 2019.

“Semangat untuk tidak pernah menyerah adalah hal yang paling penting. Kami memiliki kepercayaan diri dan siap memulai musim yang baru. Bagi kami kerja sama dengan sponsor itu sangat penting, karena membantu kami untuk mencapai level tertinggi. Kerja sama ini membawa energi baru, di mana lebih agresif. Semangat beast mode on bisa membantu kami menjadi juara,” lanjutnya yang dirilis dari Viva.

Hal senada juga disampaikan oleh President of Yamaha Motor Racing and Senior GM of Motorsports Section, Kouichi Tsuji. Dia menyatakan motor YZR-M1 milik Rossi dan Vinales sudah dibenahi dalam semua aspek mulai dari elektronik, sasis hingga mesin.

MotoGP

Ini Rahasia Sukses Marc Marques yang Diungkap Honda

Published

on

By

Mengunci Gelar Juara MotoGP 2018, Marc Marquez selebrasi Main Game Ding-Dong

Finroll.com –  Marc Marquez baru saja memenangi MotoGP Republik Ceko plus mengukir rekor. Bos Honda Alberto Puig mengungkap rahasia sukses Marquez di usia yang masih muda.

Rider Repsol Honda itu dengan nyaman tampil sebagai juara di Sirkuit Brno dalam balapan Minggu (5/8/2019). Start dari posisi terdepan, Marquez nyaris tidak terkejar sehingga finis dengan selisih waktu hampir 2,5 detik dari rider Ducati Andrea Dovizioso, yang finis di belakangnya.

Kemenangan tersebut membuat Marquez menjadi pebalap keempat dengan jumlah kemenangan terbanyak [50] di kelas primer, serta menyamai jumlah kemenangan legenda balap motor Mike Hailwood [76] di seluruh kelas.

Dengan kemenangan di Brno, rider berusia 26 tahun itu di puncak klasemen MotoGP dengan keunggulan 63 poin dari Dovizioso di bawahnya. Dengan sisa sembilan seri menuju akhir musim, peluang Marquez memenangi gelar juara dunia kedelapan terbuka lebar.

“Saya tidak bisa menambah apapun lagi, saya pikir angka-angkanya mengatakan dengan sendirinya,” Puig mengatakan kepada Marca.

“Kuncinya adalah Marc tidak fokus pada angka-angka ini atau rekor-rekor ini. Dia bekerja hari demi hari, di setiap balapan, di setiap pekan, mencoba memenangi banyak balapan, gelar juara dunia… Anda bisa memeriksanya di balapan hari Minggu.”

“Dia tidak memikirkan tentang gelar juara dunia atau rekor kemenangan, dia cuma memikirkan tentang seberapa harus cepat dan mendapatkan hasil terbaik. Pendekatan semacam itulah yang menciptakan angka-angka impresif untuk Marca dan untuk tim Repsol Honda,” Puig mengakhiri.

Continue Reading

MotoGP

Senjakala Karier Valentino Rossi

Published

on

By

Rossi Crash di GP Sepang, Lorenzo Tetap Beri Pujian

Finroll.com –  Valentino Rossi semakin dekat ke akhir kariernya. Penampilan pemilik 9 gelar juara dunia itu terus menurun, paruh musim 2019 jadi yang terburuk untuknya di kelas MotoGP .

Setelah musim MotoGP 2019 menuntaskan separuh musim (9 race), Rossi baru mengumpulkan 80 angka. Hanya dua kali naik podium dan tiga kali gagal finis, The Doctor tertinggal 105 poin dari Marc Marquez yang kini ada di posisi paling atas klasemen MotoGP.

Jika dibandingkan dengan partisipasinya di kelas MotoGP sejak 2002, ini adalah paruh musim terburuk Rossi. Bahkan ketika dua musim memperkuat Ducati, yang dianggap sebagai dua tahun terburuk, Rossi punya poin lebih banyak. Di musim 2011 dan 2012 ketika itu Rossi berturut mengumpulkan 98 dan 82 angka

Rossi, sehebat apapun dia, tak bisa membohongi usianya sendiri. Kini berumur 40 tahun, dia kerepotan berkompetisi dengan rider lain yang usianya 10, 15, dan bahkan 20 tahun lebih muda.

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP sadar betul akan kondisi tersebut. Di akhir pekan lalu Lin Jarvis mengungkapkan kalau Rossi bukan lagi masa depan Yamaha di kelas MotoGP. Dengan tetap menaruh hormat besar pada Rossi, Jarvis dan Yamaha berharap pebalap legendaris itu bertahan bersama mereka untuk menduduki posisi sebagai brand ambassador.

Continue Reading

MotoGP

Marquez Bikin MotoGP Mulai Tak Seru

Published

on

By

Marc Marquez

Finroll.com – Genap satu dekade sudah Marc Marquez mempertahankan status sebagai Raja Sachsenring. MotoGP kemudian menyebut kemenangan ke-10 secara beruntun superstar Repsol Honda itu di GP Jerman tadi malam sebagai Sach-Ten-Ring. Sayang, tidak ada keseruan, apalagi perlawanan, dalam perjalanan Marquez merebut kemenangan tersebut.

Marquez dan Honda bahkan sangat pede ketika akan memulai balapan. Bersama pembalap LCR-Honda Cal Crutchlow, Marquez memilih kombinasi ban hard-medium. Hanya dua rider itu yang memasang ban tersebut. Ternyata hasilnya memang tepat. Andai tidak melakukan kesalahan kecil ketika berduel dengan Maverick Vinales (Monster Yamaha) di akhir balapan, Crutchlow bisa saja finis runner-up dan mengantarkan Honda ke podium 1-2.

’’Strategiku memang memanaskan ban dulu selama dua lap, lalu menggebernya habis-habisan. Dan itu yang aku lakukan,’’ tutur Marquez dalam wawancara seusai lomba.

Pilihan ban tersebut sejatinya berisiko. Dalam kondisi suhu udara yang tidak terlalu panas, bahkan mendung, sejumlah pembalap sempat berlomba mengganti ban yang lebih lunak ketika motor sudah diparkir di grid start. Bahkan, di garasi masing-masing, tim sudah menyiapkan motor kedua dengan basah untuk mengantisipasi jika hujan tiba-tiba mengguyur lintasan.

Memasang ban hard tentu butuh waktu lebih lama untuk memanaskannya hingga mendapatkan temperatur ideal. Strategi itu berisiko di awal lomba karena rider harus menahan laju motor agar tidak kehilangan cengkeraman. Jika tidak berhati-hati, lawan akan mengambil kesempatan untuk menyalipnya. Dengan strategi ban itu pula, sejatinya Marquez mempersiapkan diri untuk sebuah pertarungan sengit jika itu benar-benar diperlukan di akhir balapan.

Tetapi, pertarungan tersebut tidak pernah terjadi. Fabio Quartararo yang digadang-gadang memberikan perlawanan justru out dari balapan ketika lomba baru berjalan satu lap. Dia terjatuh ketika berakselerasi di tikungan ketiga di lap kedua.

Marquez semakin tak punya lawan setelah satu-satunya pembalap yang punya pace untuk menguntitnya, Alex Rins (Suzuki Ecstar), juga terseret di tikungan ke-11 pada lap ke-18. Padahal, saat itu dia sudah berada di posisi kedua. Itu menjadi kecelakaan kedua secara beruntun setelah GP Belanda.

Begitu tanpa lawan, Marquez dengan leluasa memperlebar jarak dengan rider-rider di belakangnya. Pada akhirnya, dia finis 4,587 detik di depan Vinales. Sementara itu, Crutchlow meraih podium keduanya musim ini setelah yang pertama di GP Bahrain. ’’Aku selalu berpikir ini akan menjadi balapan yang seru. Padahal, kami berada di posisi ke-17 di FP4 (latihan bebas keempat kemarin pagi waktu setempat),’’ tandasnya.

Bagi Vinales, tambahan 20 poin sekaligus mengerek posisinya ke urutan kelima klasemen pembalap. Naik enam posisi dari peringkatnya pekan lalu setelah menjuarai GP Belanda. ’’Kami tahu finis runner-up adalah hasil terbaik kami di sini (Sachsenring). Jadi, terima kasih untuk tim,’’ ujarnya.

Akhir pekan sempurna di Jerman membawa Marquez kini unggul 58 poin atas pesaing terdekatnya, Andrea Dovizioso (Ducati). Jarak yang sangat aman sebelum memasuki jeda musim panas pekan ini. Setelah sebulan jeda, balapan seri berikutnya digelar di Republik Ceko 4 Agustus mendatang.

Continue Reading
Advertisement

Trending