Connect with us

Entertainment

Yayan Ruhian Buka-bukan Soal Honor Main Film Holywood

Published

on


Finroll.com – Melebarkan karier aktingnya di kancah Internasional, Yayan Ruhian yang sebelumnya membintangi Star Wars: The Force Awakens, kini kembali dipercaya untuk bermain dalam film Hollywood. Ia membintangi John Wick 3: Parabellum bersama rekannya, Cecep Arif Rahman.

Dalam film itu, Yayan mengaku menikmati proses syuting bersama dengan aktor hebat Hollywood, seperti Keanu Reeves. Ia pun buka-bukaan mengenai honor yang ia terima selama terlibat dalam film tersebut.

Menurutnya, nominal pendapatan tidak lah penting baginya, karena kepuasan bermain dalam film besar ini merupakan satu-satunya yang ia ingin dapatkan.

“Saya rasa kalau angka, relatif. Jadi tergantung dari mana otak Anda berpikir, dari mana mata Anda melihat. Jadi jangan pernah kita melihat sesuatu itu dari angka, tapi bagaimana kita bisa menerima dan melihat itu menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya di Jakarta, Senin, 21 Mei 2019.

“Jadi mari kita lihat sesuatu dari sudut pandang positif, dari kacamata yang produktif. Jangan melihat dari angka, karena kalau lihat dari angka sama seperti minum air laut, semakin diminum semakin haus,” lanjut Yayan.

Keikutsertaannya dalam film John Wick 3 ini juga diakuinya membuatnya semakin bangga karena bisa beradu akting dengan aktor-aktor kenamaan. Jika di film Star Wars ia beraduk akting dengan aktor kawakan Harrison Ford, di John Wick 3, ia beradu akting dengan Keanu Reeves.

“Saya tidak ketemu dengan banyak aktor di sana, tapi dari dua film ini, saya pertama di Star Wars, saya jumpa langsung, satu frame dengan Harrison Ford. Di (film) kedua, di John Wick ini saya satu frame langsung dengan Keanu Reeves. Dan dua-duanya di mata saya luar biasa, jauh di luar dugaan saya,” kata Yayan.

Menurutnya, Harrison dan Keanu merupakan aktor profesional di bidangnya dan tak menunjukkan sikap yang negatif kepadanya.

“Jadi tanpa mereka menggurui. Saya banyak belajar dari mereka. Mereka pantas jadi orang hebat, karena mereka pribadi yang hebat, mereka aktor yang tidak ngartis,” tutupnya.

Entertainment

Papa T Bob Meninggal Sebelum Penggalangan Dana Terlaksana

Published

on

Finroll – Jakarta, Kerabat mendiang Papa T Bob mengakui mereka berencana mengadakan penggalangan dana untuk membantu perawatan musisi tersebut. Namun pencipta lagu anak-anak itu meninggal lebih dulu sebelum rencana itu terlaksana.

Salah satu kerabat Papa T Bob dan penulis lagu anak-anak, Kak Nunuk, menjelaskan kondisi Papa T Bob semakin memburuk belakangan ini. Ia meninggal karena komplikasi sakit diabetes.

“Kondisi Papa T Bob sudah memburuk. Kami, kerabat Papa T Bob, sedang merencanakan malam donasi lewat kanal YouTube Ruben Onsu pada tanggal 23 Juli,” kata Nugroho Setiadi alias Kak Nunuk kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (10/7).

Kak Nunuk belum tahu apakah penggalan dana akan tetap berlangsung lantaran Papa T Bob sudah meninggal. Pasalnya acara tersebut berkaitan dengan banyak kerabat Papa T Bob.

Lebih lanjut, kak Nunuk tidak tahu pasti sejak kapan Papa T Bob sakit diabates. Namun sekitar tiga tahun lalu Papa T Bob sempat mengeluhkan penyakitnya pada Kak Nunuk.

“Beliau sakit diabetes sudah parah. Sudah lari ke jantung dan kemana-mana, yang pasti sudah parah sekali,” kata Kak Nunuk.

Berdasarkan informasi yang diketahui Kak Nunuk, Papa T Bob tidak selalu dirawat di rumah sakit karena masalah ekonomi. Oleh karena itu kerabat Papa T Bob berencana menggelar penggalangan dana.

Antara memberitakan Papa T Bob meninggal dunia pada Jumat (10/7) pukul 10.35 WIB. Jenazah Papa T Bob juga rencananya akan dikebumikan di Bintaro, namun belum ada keterangan waktu yang pasti karena keluarga masih berunding.

Papa T Bob sebelumnya diketahui sempat dirawat di rumah sakit pada April lalu akibat penyakit komplikasi yang disebabkan oleh diabetes yang ia derita. Namun pada Juni, disebutkan bahwa kondisi Papa T Bob membaik dan menjalani rawat jalan.

Lahir pada 22 Oktober 1960, Papa T Bob merupakan pencipta lagu anak-anak kenamaan Indonesia terutama era 90an. Sejumlah lagu hit anak-anak seperti Diobok-obok, Anak Ajaib, Katanya, Bolo-Bolo, Si Nyamuk Nakal, Dudidam, serta Si Lumba-lumba merupakan karyanya.

Pencipta lagu bernama asli Erwanda Lukas ini dikenal dengan aturan harus melihat sang artis terlebih dahulu sebelum menciptakan lagu. Hal itu dilakukan supaya bisa membayangkan lagu yang pantas dibawakan dan sesuai dengan karakter sang artis.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Train to Busan 2, Peninsula Akan Tayang Agustus 2020 di Indonesia

Published

on

Finroll – Jakarta, Film Train to Busan 2: Peninsula bakal tayang di Indonesia pada Agustus 2020. Hal tersebut diumumkan CBI Pictures selaku distributor film Peninsula, Kamis (9/7), atau beberapa hari setelah bioskop di Indonesia menyatakan siap buka pada akhir Juli 2020.

“Poster resmi #TrainToBusan presents #Peninsula hanya di bioskop pada Agustus 2020,” tulis CBI Pictures melalui akun resmi Twitternya pada Kamis (9/7).

Pengumuman itu disampaikan bersama dengan unggahan poster resmi berbahasa Indonesia untuk sekuel dari film horor terlaris sepanjang sejarah Korea Selatan tersebut.

“Empat tahun setelah Train to Busan. Bertahan hidup sampai akhir,” tulisan di poster Peninsula.

Apabila tak ada perubahan, hal itu menandai penayangan di Indonesia hanya berselang kurang dari satu bulan pemutaran perdana Peninsula di Korea Selatan pada 15 Juli.

Sebelumnya, NEW selaku distributor film sudah mengumumkan bahwa hak tayang Peninsula suda terjual ke 185 negara, termasuk Taiwan, Thailand, Jepang, Inggris, Prancis, dan Italia. Capaian Peninsula ini melampaui pendahulunya, Train to Busan, yang sebelumnya terjual ke 160 negara dan kawasan.

Penayangan Peninsula di Taiwan dan Hong Kong bahkan akan dilakukan bersamaan dengan perilisan perdana di Korea Selatan pada 15 Juli. Sehari kemudian, film tersebut akan tayang di Malaysia.

Peninsula menjadi salah satu film yang paling dinantikan tayang pada 2020. Film ini tetap disutradarai Yeon Sang-ho namun akan memiliki pergantian total seluruh pemain.

Sekuel dari Train to Busan ini akan dibintangi Kang Dong-won (1987: When the Day Comes), Lee Jung-hyun (The Battleship Island), Kwon Hae-hyo, Kim Min-hae (Psychokinesis), serta Lee Ye-won.

Mereka menjadi sekelompok orang yang menjalankan misi dan terpaksa kembali ke Korea Selatan atau yang kini dikenal sebagai Peninsula setelah wabah zombi menyerang empat tahun lalu.

Dalam menjalankan misi, mereka juga menyelamatkan orang-orang yang masih bertahan hidup tapi terjebak di Semenanjung Korea.

Mereka juga harus bertempur melawan zombi yang semakin ganas dari sebelumnya. Ia juga harus bertempur dengan kelompok militer yang tak pernah dibayangkan.

Peninsula semakin menjadi sorotan setelah terpilih untuk meramaikan Cannes Film Festival 2020.

Terpisah, Dinas Pariwisata DKI Jakarta sudah mengizinkan bioskop Jakarta kembali beroperasi pada pekan ini. Dalam SK dengan nomor 140 Tahun 2020 tersebut, tertulis bahwa pemutaran film di bioskop diperbolehkan beroperasi mulai 6-16 Juli 2020.

SK tersebut juga menyebutkan bahwa pembukaan kembali tempat hiburan di Jakarta mesti mengikuti sejumlah protokol dan mensyaratkan penandatanganan pakta integritas di lokasi yang bisa dilihat oleh pengunjung.

Sejumlah protokol kesehatan yang mesti dipatuhi ikut dilampirkan dalam SK tersebut, seperti memaksimalkan pekerja di bawah usia 45 tahun, mewajibkan pekerja dan pengunjung mengenakan masker, melakukan disinfektasi di area, dan menyediakan fasilitas cuci tangan.

Namun, pada Selasa (7/7), Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBSI) menyatakan siap beroperasi pada 29 Juli mendatang.

GPBSI mengambil keputusan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020 yang dirilis pada 2 Juli lalu.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Entertainment

Nicholas Saputra hingga Eva Celia di Podcast Sandiwara Sastra

Published

on

Finroll – Jakarta, Sejumlah pesohor Indonesia, mulai dari Nicholas Saputra hingga Eva Celia, bergabung dalam proyek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat siniar atau podcast bertajuk Sandiwara Sastra.

Berdasarkan siaran pers Kemdikbud yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (7/7), siniar tersebut akan berisi adaptasi karya-karya sastra Indonesia.

Di tahap pertama, ada 10 karya sastra yang dapat dinikmati, yakni adaptasi dari novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari, “Helen dan Sukanta” karya Pidi Baiq,  “Layar Terkembang” karya Sutan Takdir Alisjahbana, “Orang-orang Oetimu” karya Felix K. Nesi, serta “Lalita” karya Ayu Utami.

Ada pula cerpen “Berita dari Kebayoran” karya Pramoedya Ananta Toer, “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” karya Umar Kayam, “Persekot” karya Eka Kurniawan, “Kemerdekaan” karya Putu Wijaya, dan “Mencari Herman” karya Dee Lestari.

Adaptasi tersebut akan dibawakan oleh sederet pesohor, mulai dari Nicholas Saputra, Adinia Wirasti, Ario Bayu, Arswendy Bening Swara, Asmara Abigail, Atiqah Hasiholan, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Christine Hakim, Happy Salma, Lukman Sardi, dan Lulu Tobing.

Akan ada pula Marsha Timothy, Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, Najwa Shihab, Nino Kayam, Oka Antara, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Vino G. Bastian, Widi Mulia, serta Tara Basro.

Selain itu, bintang muda seperti Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Kevin Ardillova, dan Eva Celia pun akan ikut sumbang suara.

Podcast itu akan disutradarai oleh aktor dan sutradara dari Teater Garasi, Gunawan Maryanto. Sementara itu, Happy Salma juga akan bertindak sebagai produser bersama Yulia Evina Bhara.

Podcast ini mengusung konsep alih wahana karya tulis ke dalam medium audio yang ditujukan untuk memperkenalkan serta menghidupkan kembali karya-karya sastra Indonesia.

“Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam siaran pers.

Lebih lanjut, Nadiem menyampaikan bahwa podcast ini merupakan bentuk inovasi dan bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pandemi Covid-19.

“Seperti sekarang ini, pandemi memberi waktu bagi kita memetik makna dan belajar menjadi manusia kuat yang mampu menyongsong masa depan. Sandiwara Sastra bukan hanya menjadi sebuah karya seni dan inovasi. Lebih dari itu, ini adalah jalan untuk mengangkat literasi,” katanya.

Sandiwara Sastra akan disiarkan mulai Rabu (8/7) pukul 17.00 WIB. Nantinya, setiap hari Rabu akan ada episode baru. Podcast berdurasi 30 menit ini akan
disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI).

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending